Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam, 39 menit lalu
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah

Unjuk Rasa Pelajar Prancis Tuntut Sekolah Layak, Pemerintah Berjanji Bertindak.(foto: Instagram @ab7_media)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KEPOLISIAN Paris menerapkan jam malam pada Senin (19/10). Jam malam diberlakukan di dua wilayah di ibu kota Prancis setelah akhir pekan yang diwarnai kerusuhan terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Aksi massa menargetkan balai kota, bangunan publik lainnya, serta ribuan tempat usaha di seluruh negeri.

Perintah jam malam itu, menurut kepolisian Paris, bertujuan melindungi warga dan properti dari kekerasan serta penjarahan. Jam malam tersebut melarang siapa pun untuk memasuki atau berada di Place de la République, tempat kerusuhan terjadi pada Sabtu, serta kawasan perbelanjaan Les Halles, yang menjadi sasaran penjarahan.

Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. “Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00,” ungkap kepolisian Paris.

Sebelumnya pada Senin, Perdana Menteri Sebastien Lecornu telah menyerukan penerapan jam malam yang sangat terbatas dan terlokalisasi.

Baca juga:

Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi



Di Prancis utara, otoritas lokal memberlakukan jam malam bagi anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun di beberapa kota, termasuk Lille, mulai Senin dan selama dua hari mendatang dari pukul 20.00 hingga pukul 06.00. Nice, di wilayah French Riviera, juga memberlakukan jam malam bagi anak di bawah umur mulai pukul 21.00.

Lecornu membela penanganan kepolisian terhadap kerusuhan tersebut. “Meskipun ada pemandangan kekerasan yang parah dan kerusakan properti yang luas, tidak ada korban jiwa, dan itu merupakan sebuah keajaiban,” ujarnya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Lecornu telah memberikan wewenang kepada para wali kota untuk menerapkan jam malam parsial di beberapa wilayah negara. Menurutnya, hal itu dirancang untuk melindungi warga dan bisnis.

Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah akan mengalokasikan dana untuk membantu daerah terdampak pulih dari kerusakan. Pendanaan akan berasal dari para pelaku kekerasan.





Akan ada undang-undang yang diberlakukan untuk memastikan bahwa mereka yang telah merusak properti harus membayar ganti rugi.

Sebastien Lecornu, PM Prancis




Lecornu juga mengumumkan dana pengangguran parsial bagi mereka yang tidak dapat bekerja akibat kerusuhan dan penjarahan. Ia menambahkan pemerintah sedang berdiskusi dengan pihak asuransi untuk memastikan masyarakat dapat mengakses dana bantuan secepat mungkin.

Protes massa di Prancis sering kali ternoda oleh kekerasan di pinggiran aksi yang sebenarnya berlangsung damai, memicu bentrokan dengan polisi. Kekacauan pada Sabtu mengingatkan pada kerusuhan yang terjadi setelah penembakan fatal seorang remaja oleh polisi pada 2023, ketika otoritas memberlakukan jam malam lokal, serta kekerasan selama gerakan Yellow Vests (Rompi Kuning) yang dimulai pada 2018 terkait dengan harga bahan bakar dan keluhan ekonomi yang lebih luas.(dwi)

Baca juga:

Prancis Rusuh! Presiden Macron Merasa Marah dan Malu

#Kerusuhan Massa #Paris #Prancis
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00.
Dwi Astarini - 1 jam, 39 menit lalu
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Dunia
Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru
Langkah itu diambil di tengah kekhawatiran gelombang kerusuhan baru.
Dwi Astarini - 1 jam, 55 menit lalu
Takut Dijarah, Toko-Toko Mewah di Milan Kosongkan Etalase, Pemerintah Siapkan Tindakan Tegas Baru
Indonesia
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Di kota di bagian utara Italia itu, lebih dari 300 orang ditahan polisi dan hampir 50 di antaranya ditangkap
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Italia Kerahkan Tentara Atasi Kerusuhan di Milan
Dunia
Prancis Rusuh! Presiden Macron Merasa Marah dan Malu
Nunez mengajukan pengunduran dirinya kepada Macron pada Minggu (18/10) di tengah meningkatnya kritik terhadap penanganan pihak berwenang terhadap kerusuhan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Prancis Rusuh! Presiden Macron Merasa Marah dan Malu
Dunia
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Olahraga
Paris Rusuh! Bagaimana Nasib Laga PSG vs Barcelona di Liga Champions?
Kerusuhan melanda beberapa kota besar di Prancis, termasuk Paris. Bagaimana nasib pertandingan PSG vs Barcelona?
Yusuf Abdillah - Senin, 19 Oktober 2026
Paris Rusuh! Bagaimana Nasib Laga PSG vs Barcelona di Liga Champions?
Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Dunia
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Mendagri Laurent Nunez usai kerusuhan massal. 2.400 orang ditangkap & 1.500 toko dijarah. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Dunia
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Minggu (18/10) pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Bagikan