Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi

Dwi AstariniDwi Astarini - 1 jam lalu
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi

Polisi menggunakan gas air mata saat terjadi unjuk rasa pelajar menentang kondisi pendidikan di Nancy, Prancis, pada 8 Oktober 2026 (ANTARA/Muhammed Said Tako - Anadolu Agency /pri).

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — KERUSUHAN pecah di Prancis pada Minggu (18/10). Para perusuh menjarah toko-toko jenama mewah dan membakar mobil. Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu segera melakukan pertemuan dengan beberapa menteri. Pertemuan itu mendiskusikan berbagai kemungkinan aspek dari aksi protes akhir pekan lalu.

Seperti dilansir BBC, sebagian hal yang dibahas terkait dengan asuransi dan dana bantuan (bailout) bagi ribuan pemilik toko. Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka. Toko-toko telepon seluler kecil yang dijarah di Paris sering kali merupakan usaha mikro yang dikelola satu orang.



Para Perusuh Menghadapi Tuntutan Pidana



Lecornu mempertanyakan cara kepolisian mengorganisasi diri mereka dalam merespons kerusuhan dan penjarahan. Ia meminta para wali kota menjelaskan bagaimana kekacauan tersebut sampai bisa terjadi.

"Rakyat Prancis ingin mengetahui bagaimana kekacauan ini bermula, bagaimana semuanya terjadi, dan bagaimana kekerasan ini bisa muncul di negara kita," ujarnya dalam pernyataan di depan media. Ia menambahkan kerusuhan terus berlanjut di Paris dan Marseille Minggu malam.

Sang Perdana Menteri menyebut sekitar 80 persen dari mereka yang ditangkap terkait dengan kerusuhan dan penjarahan sepanjang akhir pekan ini menghadapi tuntutan pidana.

Baca juga:

Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez



Wali Kota Diberi Wewenang untuk Terapkan Jam Malam



Dalam pernyataannya, Lecornu menyebut Menteri Kehakiman Prancis akan berbicara untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana pemerintah bekerja mencegah kekerasan susulan.

Ia menyampaikan operasi penting dimulai Senin di Paris dengan melibatkan 200 penyidik yang akan menganalisis rekaman video kekerasan dari akhir pekan lalu.

Perdana menteri juga telah memberikan wewenang kepada para wali kota untuk menerapkan jam malam parsial di beberapa wilayah negara. Menurutnya, hal itu dirancang untuk melindungi warga dan bisnis.

Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah akan mengalokasikan dana untuk membantu daerah terdampak pulih dari kerusakan. Pendanaan akan berasal dari para pelaku kekerasan.

Akan ada undang-undang yang diberlakukan untuk memastikan bahwa mereka yang telah merusak properti harus membayar ganti rugi.

Sebastien Lecornu, PM Prancis



Lecornu juga mengumumkan dana pengangguran parsial bagi mereka yang tidak dapat bekerja akibat kerusuhan dan penjarahan. Ia menambahkan pemerintah sedang berdiskusi dengan pihak asuransi untuk memastikan masyarakat dapat mengakses dana bantuan secepat mungkin.

Baca juga:

Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan



Tuding ‘Kelompok Radikal Ultra-Kiri' Bertanggung Jawab atas Protes Anarkistis



Kelompok radikal ultra-kiri disebut Lecornu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas instabilitas yang terjadi sepanjang akhir pekan.

"Ada gerakan yang dipimpin kelompok radikal ultra-kiri yang benar-benar ingin mendestabilisasi dan menciptakan kekacauan di negara kita hingga pemilihan presiden mendatang,” ujarnya.

Dengan mengingat hal tersebut, ia menyatakan akan ada peningkatan pengamanan di sekitar pertemuan dan kegiatan politik guna memastikan demokrasi dapat berjalan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.

"Kita tidak akan dikendalikan dan diatur oleh para perusak, pencuri, dan preman,” tegasnya.(dwi)

Baca juga:

Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro

#Prancis #Kerusuhan Massa #Sebastien Lecornu
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka.
Dwi Astarini - 1 jam lalu
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Dunia
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Mereka juga menuntut adanya perbaikan fasilitas pendidikan yang layak serta perbaikan sistem penerimaan mahasiswa perkuliahan yang selama ini tidak transparan.
Dwi Astarini - 1 jam, 52 menit lalu
Dari Perancis ke Albania, Gerakan Protes Satu Suara 'Tuntut Pendidikan dan Tekan Biaya Hidup'
Indonesia
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kondisi keamanan yang relatif kondusif.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Eropa Rusuh, Pengamat Minta Pemerintahan Prabowo Siaga
Dunia
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Mendagri Laurent Nunez usai kerusuhan massal. 2.400 orang ditangkap & 1.500 toko dijarah. Simak detailnya!
Wisnu Cipto - Senin, 19 Oktober 2026
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Dunia
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Seruan untuk berkumpul di Piazza del Duomo kembali beredar di media sosial sejak Minggu (18/10) pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Milan Dilanda Kerusuhan Protes Tingginya Biaya Hidup, Toko Dijarah
Dunia
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Emmanuel Macron tetap melanjutkan kunjungan ke empat negara Teluk di tengah kerusuhan Prancis akibat lonjakan biaya hidup dan harga BBM. Lebih dari 2.000 orang ditahan.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Dunia
Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro
kepolisian kekurangan personel dan sumber daya untuk menjamin keamanan masyarakat selama kerusuhan pada Sabtu.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
 Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro
Olahraga
Toko LOSC Lille Jadi Sasaran Penjarahan dalam Kerusuhan Demo, Jersey Curian Malah Dijual di Medsos, Klub Bikin Keputusan Penting
Toko resmi LOSC Lille dijarah saat kerusuhan di Prancis. Merchandise ludes, jersey curian dijual di media sosial, sebelum klub bikin keputusan penting.
Frengky Aruan - Senin, 19 Oktober 2026
Toko LOSC Lille Jadi Sasaran Penjarahan dalam Kerusuhan Demo, Jersey Curian Malah Dijual di Medsos, Klub Bikin Keputusan Penting
Indonesia
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Gelombang demo pelajar di Paris berujung kerusuhan. Kemlu dan KBRI Paris imbau WNI waspada, hindari kerumunan, dan rilis nomor hotline darurat!
Wisnu Cipto - Minggu, 18 Oktober 2026
Kerusuhan Demo Prancis Kian Membara, WNI Diimbau Ekstra Waspada!
Infografis
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Gelombang protes biaya hidup di Prancis berubah menjadi kerusuhan dan penjarahan. Toko mewah, supermarket, hingga Apple Store menjadi sasaran massa.
Rezita Kesuma - Minggu, 18 Oktober 2026
Prancis Memanas, Protes Biaya Hidup Berujung Penjarahan, Toko Mewah hingga Apple Store Jadi Sasaran
Bagikan