MERAHPUTIH.COM — KERUSUHAN pecah di Prancis pada Minggu (18/10). Para perusuh menjarah toko-toko jenama mewah dan membakar mobil. Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu segera melakukan pertemuan dengan beberapa menteri. Pertemuan itu mendiskusikan berbagai kemungkinan aspek dari aksi protes akhir pekan lalu.
Seperti dilansir BBC, sebagian hal yang dibahas terkait dengan asuransi dan dana bantuan (bailout) bagi ribuan pemilik toko. Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka. Toko-toko telepon seluler kecil yang dijarah di Paris sering kali merupakan usaha mikro yang dikelola satu orang.
Para Perusuh Menghadapi Tuntutan Pidana
Lecornu mempertanyakan cara kepolisian mengorganisasi diri mereka dalam merespons kerusuhan dan penjarahan. Ia meminta para wali kota menjelaskan bagaimana kekacauan tersebut sampai bisa terjadi.
"Rakyat Prancis ingin mengetahui bagaimana kekacauan ini bermula, bagaimana semuanya terjadi, dan bagaimana kekerasan ini bisa muncul di negara kita," ujarnya dalam pernyataan di depan media. Ia menambahkan kerusuhan terus berlanjut di Paris dan Marseille Minggu malam.
Sang Perdana Menteri menyebut sekitar 80 persen dari mereka yang ditangkap terkait dengan kerusuhan dan penjarahan sepanjang akhir pekan ini menghadapi tuntutan pidana.
Baca juga:
Prancis Kaos! Presiden Macron Tolak Pengunduran Diri Mendagri Laurent Nunez
Wali Kota Diberi Wewenang untuk Terapkan Jam Malam
Dalam pernyataannya, Lecornu menyebut Menteri Kehakiman Prancis akan berbicara untuk memberikan rincian lebih lanjut mengenai bagaimana pemerintah bekerja mencegah kekerasan susulan.
Ia menyampaikan operasi penting dimulai Senin di Paris dengan melibatkan 200 penyidik yang akan menganalisis rekaman video kekerasan dari akhir pekan lalu.
Perdana menteri juga telah memberikan wewenang kepada para wali kota untuk menerapkan jam malam parsial di beberapa wilayah negara. Menurutnya, hal itu dirancang untuk melindungi warga dan bisnis.
Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah akan mengalokasikan dana untuk membantu daerah terdampak pulih dari kerusakan. Pendanaan akan berasal dari para pelaku kekerasan.
Akan ada undang-undang yang diberlakukan untuk memastikan bahwa mereka yang telah merusak properti harus membayar ganti rugi.
Sebastien Lecornu, PM Prancis
Lecornu juga mengumumkan dana pengangguran parsial bagi mereka yang tidak dapat bekerja akibat kerusuhan dan penjarahan. Ia menambahkan pemerintah sedang berdiskusi dengan pihak asuransi untuk memastikan masyarakat dapat mengakses dana bantuan secepat mungkin.
Baca juga:
Macron Tetap Terbang ke Negara Teluk di Tengah Kerusuhan Prancis, Harga BBM Jadi Sorotan
Tuding ‘Kelompok Radikal Ultra-Kiri' Bertanggung Jawab atas Protes Anarkistis
Kelompok radikal ultra-kiri disebut Lecornu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas instabilitas yang terjadi sepanjang akhir pekan.
"Ada gerakan yang dipimpin kelompok radikal ultra-kiri yang benar-benar ingin mendestabilisasi dan menciptakan kekacauan di negara kita hingga pemilihan presiden mendatang,” ujarnya.
Dengan mengingat hal tersebut, ia menyatakan akan ada peningkatan pengamanan di sekitar pertemuan dan kegiatan politik guna memastikan demokrasi dapat berjalan dalam beberapa minggu dan bulan mendatang.
"Kita tidak akan dikendalikan dan diatur oleh para perusak, pencuri, dan preman,” tegasnya.(dwi)
Baca juga:
Kerusuhan di Paris Prancis Bikin Gerai Ritail Rugi Ratusan Juta Euro