Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam

Dwi AstariniDwi Astarini - 43 menit lalu
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam

Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam.(foto: pexels-prolificpeople)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PEMERINTAH Prancis menyatakan lemari pendingin yang digunakan di fasilitas medis untuk menyimpan darah donor terdampak serangan siber terbaru yang dilakukan peretas tak dikenal. French Blood Establishment (EFS) mengatakan ruang pendingin tempat penyimpanan darah terdampak peretas. Peretasan menyebabkan suhu diatur meningkat. Namun, staf segera bertindak untuk melindungi pasokan darah.

"Tidak ada dampak kesehatan yang teridentifikasi dan tidak ada laporan kehilangan produk darah," kata EFS, dikutip BBC.

Hingga saat ini, hanya supermarket yang diketahui terdampak oleh peretasan tersebut.

Baca juga:

Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi




Simpang Siur Pelaku Peretasan




Sementara itu, rumor beredar di internet mengenai kelompok hacktivist Rusia yang mengklaim bekerja sama meretas salah satu sistem yang digunakan dalam serangan terhadap supermarket di Eropa.

NoName057(16) dan Z-Pentest Alliance mengunggah klaim mereka meretas Danfoss, yang memicu spekulasi bahwa mereka ialah dalang di balik peretasan freezer tersebut. Namun, para analis kini mempertanyakan apakah hal itu benar-benar berarti mereka berada di balik serangan siber supermarket.

Meski kelompok asal Rusia belum disingkirkan dari kemungkinan, para ahli menyebut hacktivist atau peretas yang disokong negara Iran, atau bahkan remaja yang sekadar melakukan kejahilan (prank), juga bisa menjadi pelakunya. Peneliti keamanan siber dari beberapa perusahaan kini sedang meneliti bukti yang dikumpulkan dari apa yang disebut ‘honeypot’ untuk memberikan petunjuk tentang siapa di balik gelombang peretasan freezer ini.

Tiga perusahaan keamanan siber secara terpisah telah memasang jebakan perangkat lunak freezer palsu untuk memantau bagaimana peretas berusaha menggunakannya untuk serangan. Dalam keamanan siber, ‘honeypot’ merupakan umpan digital, seperti jaringan komputer atau berkas palsu, yang sengaja dibuat agar terlihat seperti target yang rentan untuk memancing dan menyejebak peretas. Dengan memantau jebakan ini, para ahli keamanan dapat mempelajari metode penyerang secara aman tanpa mempertaruhkan sistem nyata.

Berdasarkan aktivitas yang dikumpulkan setelah gelombang pertama serangan siber, gelombang kedua yang menghantam beberapa negara Eropa dinilai sangat terarah.

"Fakta bahwa semua freezer pendingin ini dihantam secara bersamaan menunjukkan adanya perencanaan dan koordinasi," kata Ryan Dewhurst dari perusahaan keamanan siber asal Spanyol, Previdian.

Pintu masuk ke produk perangkat lunak freezer yang terdampak tidak sulit untuk dieksploitasi karena perlindungannya lemah, dengan metode serangan yang sudah dikenal luas dan beredar di internet.

Namun, para ahli seperti Dewhurst mengatakan peretas harus mengumpulkan informasi tentang alamat IP publik perangkat tersebut untuk membuat daftar target, lalu meluangkan waktu untuk merencanakan metode apa yang digunakan dan kapan mengeksekusinya. "Mengingat laporan waktu saat suhu perangkat ditingkatkan, yang tampaknya dilakukan pada malam hari untuk dampak kerusakan maksimum, ini menjadi bukti lebih lanjut bahwa serangan tersebut telah direncanakan dan dikoordinasikan," katanya.

Perusahaan siber lain yang memasang teknologi honeypot serupa untuk memancing peretas agar mengungkap taktik mereka yakni Lupovis yang berbasis di Strathclyde. Perusahaan tersebut memiliki honeypot yang tampak berlokasi di seluruh dunia, dan mulai melihat aktivitas 10 hari sebelum gelombang serangan siber kedua.

Menariknya, tim melihat peretas memindai dan memantau situs freezer palsu mereka hanya di Eropa.

"Kami tidak melihat satu pun honeypot kami di tempat-tempat seperti Afrika atau Amerika Selatan yang dijadikan target. Bahkan honeypot di Ukraina pun tidak disentuh,” kata pendiri Lupovis, Dr Xavier Bellekens.(dwi)

Baca juga:

Simpan Mayat Korban di Freezer Setahun Lebih, Pelaku Mutilasi Pasar Kemis Terancam Hukuman Mati

#Eropa #Prancis #Peretasan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam
French Blood Establishment (EFS) mengatakan ruang pendingin tempat penyimpanan darah terdampak peretas.
Dwi Astarini - 43 menit lalu
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam
Dunia
Pemilu Sela AS Terbitkan Harapan, Pemimpin Dunia Inginkan Reset
Harapan ini muncul setelah para pemilih memberikan kekalahan besar pada pemilu sela (midterm) bagi Presiden Donald Trump dan Partai Republik.
Dwi Astarini - 2 jam, 14 menit lalu
 Pemilu Sela AS Terbitkan Harapan, Pemimpin Dunia Inginkan Reset
Dunia
Peretas Binance Pakai Sasar Teknisi untuk Masukkan Malware dan Bobol Kripto USD 6,3 Miliar
Peretas mengakses sistem mereka melalui kampanye canggih bernuansa multitahap.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Peretas Binance Pakai Sasar Teknisi untuk Masukkan Malware dan Bobol Kripto USD 6,3 Miliar
Dunia
7 Penerbangan di Seluruh Eropa Jadi Sasaran Ancaman Bom, Lintas Negara Bahas Kemungkinan Serangan Terkoordinasi
Pihak berwenang akan bekerja sama untuk menilai apakah ini merupakan serangan terkoordinasi yang dirancang untuk mengganggu ruang udara.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
 7 Penerbangan di Seluruh Eropa Jadi Sasaran Ancaman Bom, Lintas Negara Bahas Kemungkinan Serangan Terkoordinasi
Dunia
Binance Ungkap Modus Peretasan Kripto Rp 100 Triliun, Pelaku Gunakan Wawancara Kerja Palsu
Binance mengungkap peretasan senilai US$ 6,34 miliar yang diduga melibatkan malware dan wawancara kerja palsu. Simak kronologi serta modus pelaku.
Yusuf Abdillah - Rabu, 04 November 2026
Binance Ungkap Modus Peretasan Kripto Rp 100 Triliun, Pelaku Gunakan Wawancara Kerja Palsu
Dunia
Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi
DPRK menyebut tuduhan tersebut merupakan ‘upaya jahat’ lainnya dari AS untuk merusak citra publik Pyongyang.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi
Dunia
Serangan Siber Hantam Sistem Pendingin Supermarket di 9 Negara Eropa, Stok Makanan Terancam Rusak
Serangan siber diduga mengganggu sistem pendingin supermarket di sembilan negara Eropa. Suhu freezer meningkat dan sejumlah stok makanan terancam rusak.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Serangan Siber Hantam Sistem Pendingin Supermarket di 9 Negara Eropa, Stok Makanan Terancam Rusak
Dunia
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Jumlah narapidana di Prancis mencapai 90.937 orang, jauh melampaui kapasitas penjara. Hampir 9.000 orang terpaksa tidur di atas kasur lantai.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Dunia
Binance Kena Hack, Bekukan Aset Senilai USD 6,3 Miliar
Para analis menyebut serangan siber ini sebagai peretasan kripto terbesar sepanjang sejarah.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Binance Kena Hack, Bekukan Aset Senilai USD 6,3 Miliar
Dunia
Harga BBM Mahal, 50 Juta Warga Eropa Tidak Mampu Hangatkan Rumah
Negara-negara Uni Eropa memperkirakan akan menghadapi musim dingin yang sulit akibat tingginya harga gas dan produk minyak yang dipicu oleh situasi di Timur Tengah.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Harga BBM Mahal, 50 Juta Warga Eropa Tidak Mampu Hangatkan Rumah
Bagikan