Peretas Binance Pakai Sasar Teknisi untuk Masukkan Malware dan Bobol Kripto USD 6,3 Miliar

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Peretas Binance Pakai Sasar Teknisi untuk Masukkan Malware dan Bobol Kripto USD 6,3 Miliar

Ilustrasi Binance. Foto: Unsplash/Traxer

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — PERETAS yang mencuri uang senilai USD 6,3 miliar (sekitar Rp 99 triliun) dari Binance menggunakan wawancara kerja palsu dan meretas alat AI internal milik perusahaan. Temuan ini diungkapkan pihak Binance. Temuan awal yang diterbitkan perusahaan pengelola bursa kripto terbesar di dunia tersebut menyatakan peretas mengakses sistem mereka melalui kampanye canggih bernuansa multitahap.

Pihak perusahaan menyebut peretas menggunakan berbagai teknik seperti pengunduhan perangkat lunak berbahaya (malware) untuk meretas komputer milik teknisi Binance dan mengambil alih kendali atas alat-alat yang digunakan untuk menguras dompet kripto bernilai miliaran dolar tersebut.

Binance menyebutnya sebagai insiden keamanan yang serius dan sangat canggih. Pihak Binance menyampaikan permohonan maaf dengan menyatakan hal ini seharusnya tidak boleh terjadi.

Baca juga:

Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi


Menipu para Teknisi





Dalam sebuah unggahan di X, Binance menyampaikan peretas menargetkan para teknisi mereka menggunakan teknik social engineering. Teknik itu memperlihatkan cara peretas menggunakan pendekatan seperti phishing untuk memperdaya target agar menyerahkan informasi sensitif atau data pribadi, yang kemudian digunakan untuk mencoba mengakses akun mereka.

Binance menjelaskan, sebagai bagian dari peretasan tersebut, salah satu teknisi mereka dihubungi melalui platform pencari kerja resmi dan diundang ke wawancara kerja palsu oleh perwakilan perusahaan bodong. Pihak perusahaan menyebut para pelaku menggunakan metode yang lebih canggih dan penuh tipu daya untuk membangun kepercayaan dengan sang teknisi, seperti membagikan akun media sosial yang berisi foto-foto pribadi.

Teknisi yang bersangkutan kemudian diminta untuk mengunduh malware yang disamarkan sebagai ‘tugas’ pada wawancara kedua. Malware itu kemudian menjalankan kode berbahaya dengan ‘teknik penyamaran’ sehingga lolos dari deteksi. Binance mengatakan peretas kemudian memanfaatkan komputer teknisi yang telah terinfeksi tersebut beserta alat AI internal perusahaan untuk menguasai laptop dua teknisi lainnya, lalu mengeksekusi langkah-langkah serangan berikutnya.


Pembekuan Aset telah Dibuka Kembali




Insiden ini membuat Binance membekukan penarikan dana bagi seluruh pengguna secara global. Itu berarti pengguna tidak dapat menarik mata uang kripto mereka keluar dari platform sampai layanan tersebut dipulihkan pada Minggu.

Para pelanggan menarik aset bernilai miliaran dolar setelah platform tersebut dibuka kembali.

"Kami memohon maaf atas kekhawatiran, gangguan, dan ketidakpastian yang ditimbulkan bagi para pengguna, mitra, dan industri secara luas," kata Binance.

Pihak perusahaan menambahkan mereka telah mengambil serangkaian langkah setelah insiden tersebut, termasuk bekerja sama dengan penegak hukum untuk melacak dan membekukan aset-aset yang terdampak. Binance juga menyatakan telah menyisihkan lebih dari 100 persen dana yang dibutuhkan untuk menutup kerugian tersebut, serta mengonfirmasi bahwa 98 persen dari aset token yang terdampak telah dipulihkan hingga Sabtu.

Peretasan ini disebut-sebut menjadi peretasan kripto terbesar hingga saat ini.(dwi)

Baca juga:

Binance Kena Hack, Bekukan Aset Senilai USD 6,3 Miliar

#Binance #Kripto #Peretasan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Peretas Binance Pakai Sasar Teknisi untuk Masukkan Malware dan Bobol Kripto USD 6,3 Miliar
Peretas mengakses sistem mereka melalui kampanye canggih bernuansa multitahap.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Peretas Binance Pakai Sasar Teknisi untuk Masukkan Malware dan Bobol Kripto USD 6,3 Miliar
Dunia
Binance Ungkap Modus Peretasan Kripto Rp 100 Triliun, Pelaku Gunakan Wawancara Kerja Palsu
Binance mengungkap peretasan senilai US$ 6,34 miliar yang diduga melibatkan malware dan wawancara kerja palsu. Simak kronologi serta modus pelaku.
Yusuf Abdillah - Rabu, 04 November 2026
Binance Ungkap Modus Peretasan Kripto Rp 100 Triliun, Pelaku Gunakan Wawancara Kerja Palsu
Dunia
Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi
DPRK menyebut tuduhan tersebut merupakan ‘upaya jahat’ lainnya dari AS untuk merusak citra publik Pyongyang.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Korea Utara Bantah Dalangi Peretasan Binance, Tuding AS Memprovokasi
Dunia
Binance Kena Hack, Bekukan Aset Senilai USD 6,3 Miliar
Para analis menyebut serangan siber ini sebagai peretasan kripto terbesar sepanjang sejarah.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
Binance Kena Hack, Bekukan Aset Senilai USD 6,3 Miliar
Indonesia
Indonesia Pantau Pergerakan Dana dan Aset Kripto Antarnegara, Otoritas Pajak Dikerahkan
Indonesia memiliki lebih dari 23 juta akun konsumen aset digital hingga Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026
Indonesia Pantau Pergerakan Dana dan Aset Kripto Antarnegara, Otoritas Pajak Dikerahkan
Tekno
Waspadalah! Korea Selatan Peringatkan Kemungkinan Penggunaan AI dalam Peretasan Bank
Kecerdasan buatan (AI) diduga digunakan dalam serangkaian peretasan yang menyasar sektor keuangan di Korea Selatan.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Waspadalah! Korea Selatan Peringatkan Kemungkinan Penggunaan AI dalam Peretasan Bank
Indonesia
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Hypernet Techonologies meluncurkan TokenKu.ai. Platform ini bisa mengakses 120 model ai.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
Hypernet Technologies Luncurkan TokenKu.ai, Bisa Akses 120 Model AI dalam Satu Portal
Indonesia
Transaksi Kripto Meningkat Tajam Sampai 24 Persen Rp 28,5 Triliun di Juni 2026
Kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital di Indonesia masih terjaga dengan baik di tengah ketidakpastian global.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Transaksi Kripto Meningkat Tajam Sampai 24 Persen Rp 28,5 Triliun di Juni 2026
Indonesia
Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Fatwa Halal MUI Mata Uang Kripto Lapor Polisi
Laporan baru dibuat pada 22 Juni 2026, atau hampir empat tahun setelah kejadian.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Korban Dugaan Penipuan Pengurusan Fatwa Halal MUI Mata Uang Kripto Lapor Polisi
Berita
SHOW Token Resmi Masuk Indonesia, Bidik Pendanaan Industri Film dan Hiburan Berbasis Blockchain
SHOW Token resmi hadir di Indonesia dengan ekosistem blockchain dan AI. Siapkan investasi USD 100 juta dan targetkan pendanaan puluhan film Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 29 Juni 2026
SHOW Token Resmi Masuk Indonesia, Bidik Pendanaan Industri Film dan Hiburan Berbasis Blockchain
Bagikan