Waspadalah! Korea Selatan Peringatkan Kemungkinan Penggunaan AI dalam Peretasan Bank

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Waspadalah! Korea Selatan Peringatkan Kemungkinan Penggunaan AI dalam Peretasan Bank

Ilustrasi. ANTARA/freepik.com/aa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Korea Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman siber setelah kecerdasan buatan (AI) diduga digunakan dalam serangkaian peretasan yang menyasar sektor keuangan.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengatakan terdapat indikasi penggunaan AI dalam sejumlah serangan tersebut. Polisi pun mulai melakukan penyelidikan setelah mendapat arahan dari pemerintah.

Baca juga:

Komdigi Bersama Polisi Bakal Lebih Aktif Usut Jual Beli Data Pribadi

Lebih dari tujuh lembaga keuangan, termasuk sejumlah bank besar Korea Selatan, melaporkan kebocoran data nasabah dalam sepekan terakhir.

Ada indikasi bahwa kecerdasan buatan digunakan dalam beberapa serangan peretasan, yang menimbulkan kekhawatiran dan kecemasan cukup besar di kalangan masyarakat,

kata Lee dikutip AFP, Selasa (6/10).

Menurut Lee, perkembangan teknologi AI membuat aksi peretasan semakin mudah dilakukan, bahkan oleh pelaku yang tidak memiliki keahlian khusus.

Kita kini telah mencapai titik di mana AI dapat mempermudah aksi peretasan bahkan bagi mereka yang tidak memiliki keahlian khusus,

ujarnya.

68 Ribu Orang Terdampak

Baca juga:

Presiden Prabowo Mau Semua WNI Punya Rekening Bank di BRI atau BSI

Komisi Jasa Keuangan Korea Selatan mencatat lebih dari 68.000 orang terdampak dalam rangkaian serangan tersebut.

Salah satu korban adalah Shinhan Bank. Bank tersebut menyatakan informasi yang tercantum dalam pengajuan pinjaman sekitar 25.000 nasabah telah bocor.

Data yang terdampak antara lain nama, nomor telepon, dan informasi pendapatan tahunan nasabah.

Metode Serangan Makin Kompleks

Lee menilai perkembangan AI membuat metode serangan siber semakin kompleks. Ia pun meminta pemerintah, perusahaan, dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Seiring kemajuan teknologi AI, metode peretasan menjadi semakin canggih, sementara cakupan kerusakannya meluas ke berbagai bidang dalam skala yang sulit dibandingkan dengan masa lalu,

katanya.

"Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat secara keseluruhan perlu menyadari keseriusan situasi saat ini serta senantiasa waspada."

#Peretasan #Data Digital #AI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Tekno
Waspadalah! Korea Selatan Peringatkan Kemungkinan Penggunaan AI dalam Peretasan Bank
Kecerdasan buatan (AI) diduga digunakan dalam serangkaian peretasan yang menyasar sektor keuangan di Korea Selatan.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Waspadalah! Korea Selatan Peringatkan Kemungkinan Penggunaan AI dalam Peretasan Bank
Tekno
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Canva mencatat, 98 persen profesional Indonesia telah memanfaatkan AI dalam berbagai tahapan pembuatan presentasi.
Yusuf Abdillah - Rabu, 30 September 2026
98 Persen Profesional Indonesia Pakai AI untuk Presentasi, Ini yang Paling Sering Dilakukan
Dunia
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Paus telah mengidentifikasi AI sebagai salah satu tantangan terbesar bagi umat manusia hanya dalam kurun waktu beberapa hari setelah terpilih.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Paus Leo XIV Sebut AI Satu Tantangan Terbesar Umat Manusia
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Indonesia
Jangan Kalah Sama yang Lain, Kemendagri Wajibkan ASN Kerja Cerdas Belajar Pakai AI
Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir minta 6,7 juta ASN tinggalkan pola kerja rutin dan mulai manfaatkan AI generatif demi pelayanan publik yang cepat dan transparan.
Wisnu Cipto - Selasa, 29 September 2026
Jangan Kalah Sama yang Lain, Kemendagri Wajibkan ASN Kerja Cerdas Belajar Pakai AI
Dunia
Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan
Washington dan Beijing untuk bekerja sama membentuk kesepakatan internasional yang serupa dengan perjanjian non-proliferasi nuklir
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Australia Serukan Pengendalian AI, China dan AS Diminta Melakukan Kesepakan
Indonesia
Operator Diminta Patuh Terhadap Aturan sisa kuota, Komdigi Bakal Awasi Secara Ketat
Pengawasan terhadap implementasi putusan MK akan dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
Operator Diminta Patuh Terhadap Aturan sisa kuota, Komdigi Bakal Awasi Secara Ketat
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Dunia
New York Resmikan Larangan Penggunaan AI di SD dan SMP, Wali Kota Minta Utamakan Koneksi Manusia
Keputusan ini diinisiasi alasan koneksi antarmurid dan guru lebih penting pada tingkat pendidikan tersebut.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
New York Resmikan Larangan Penggunaan AI di SD dan SMP, Wali Kota Minta Utamakan Koneksi Manusia
Indonesia
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Polda Metro Jaya memastikan foto wajah terduga pelaku penganiayaan warga Pejompongan saat demo DPR yang viral di medsos hasil manipulasi AI
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Bagikan