Generasi Muda Mainkan Peran Penting Atasi Kekeringan

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 25 Oktober 2023
Generasi Muda Mainkan Peran Penting Atasi Kekeringan

Kekeringan melanda berbagai wilayah di Indonesia. (MP/Teresa Ika)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

GENERASI muda memiliki peran penting dalam menyuarakan kepeduliannya menangani isu air. Terlebih saat ini di saat sebagian besar wilayah di Indonesia menghadapi kekeringan dan ancaman krisis air bersih.

Persoalan air tersebut dibahas dalam Kick off-Meeting atau Stakeholder Consultation Meeting (SCM) ke-1 di Jakarta pada Februari lalu, 2nd SCM kembali digelar di Badung, Bali. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12-13 Oktober 2023. Kegiatan ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari 73 negara.

Baca Juga:

Ekosistem Laut Indonesia Terancam Rusak, Unpad Bentuk Komunitas Ocean Young Guards

kering
Sebaran kekeringan di Jawa Barat. (Humas Jabar)

Anggota International Forestry Students Association Local Committee (IFSA LC) Fauzia Haini menjadi salah satu peserta yang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh World Water Council ini.

Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB ini datang sebagai perwakilan orang muda yang turut serta menyuarakan kepedulian serta perannya dalam menangani isu air.

“Kegiatan ini memberi banyak pengetahuan serta gambaran cara pengambilan keputusan nantinya. Kami difasilitasi untuk berpikir kritis dan berdiskusi banyak hal. International Secretariat for Water (ISW) mendukung kami untuk berada di garda depan serta terlibat dalam kegiatan politik, penyedian air bersih dan sanitasi, manajemen pengelolaan air, dan berbagai hal lainnya,” jelas Fauzia pada Selasa (24/10).

Lanjut Fauzia, melalui kegiatan 2nd SCM 10th World Water Forum ini, ia bisa mendapatkan pengalaman berdiskusi secara langsung dengan orang-orang dari berbagai negara sekaligus membangun relasi dengan berbagai kalangan.

“Sebagai mahasiswa kehutanan yang sebenarnya jarang berhubungan dengan isu air, saya mendapatkan banyak pengetahuan. Di berbagai kesempatan diskusi, saya menuturkan bahwa bukan hanya manusia yang membutuhkan air, tetapi alam dan satwa liar juga,” tutupnya.

Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, kegiatan tersebut membahas mengenai water justice secara global, termasuk pengelolaan air di pulau-pulau kecil dan akses air bersih untuk semua

“Kami memetakan keterkaitan antar subtema, wilayah, dan ketiga proses, merencanakan tindakan lebih lanjut dan merancang hasil akhir untuk forum, serta merancang tindak lanjut setelahnya,” jelas Basuki.

Pertemuan ini menghasilkan sejumlah komitmen serta rencana aksi permasalahan air global yang kemudian akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan 10th WWF pada Mei tahun 2024 mendatang.

Jawa Barat pun termasuk wilayah yang tidak lepas dari pengaruh kekeringan yang berdampak pada krisis air bersih. Pemdaprov Jabar mengaku terus menambah pasokan air bersih ke kabupaten dan kota untuk mengurangi dampak kekeringan akibat el nino.

Baca Juga:

ITB: Pengelolaan Sampah Butuh Teknologi dengan SDM yang Andal

kering
Menghasilkan sejumlah komitmen serta rencana aksi permasalahan air global. (freepik/wirestock)

Berdasarkan data BPBD Jabar dari Januari - 13 Oktober 2023, daerah terdampak kekeringan sudah mencapai 24 kabupaten dan kota. Dampak kekeringan kini dirasakan oleh 302.665 kepala keluarga. Untuk mendistribusikan air bersih, BPBD Jabar bekerja sama dengan BPBD serta instansi terkait di kabupaten dan kota, seperti PMI dan PDAM.

Daerah baru yang teridentifikasi kekurangan air yakni Kota Bekasi. Selain Kota Bekasi, 23 daerah sudah lebih dulu merasakan kekurangan air bersih.

Ke-23 daerah itu yakni Kota/Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kota/ Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung Barat.

Kemudian, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Cimahi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Kuningan, Kota Depok, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Indramayu, Kota/Kabupaten Cirebon.

Lalu Kabupaten Subang, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Bandung.

Sementara daerah terdampak kekeringan dengan kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terjadi di 23 kabupaten dan kota. Sedangkan, lahan pertanian yang terbakar mencapai 887,7 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan di 23 kabupaten dan kota sebagian besar bisa tertangani dengan kerja sama semua pihak terkait.

Selanjutnya, BPBD Jabar terus berkoordinasi dengan BPBD daerah serta instansi terkait untuk memberikan informasi mengenai data dan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan selanjutnya, secepatnya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Kenali Sejumlah Penyebab Krisis Air Global

#Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Indonesia
Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya
Aktivis lingkungan, Arief Kamarudin mengatakan ia tidak pernah menganjurkan masyarakat untuk langsung turun tangan menangkap ikan sapu-sapu di perairan.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Tak Semua Orang Bisa Tangkap Ikan Sapu-Sapu di Kali Ciliwung, Arief Kamarudin Ingatkan Bahayanya
Lifestyle
Arief Kamarudin Kisahkan Kali Ciliwung, Sungai yang Menghidupi kini Penuh Sampah, Limbah, dan Invasi Ikan Sapu-Sapu
Arief bukanlah pengamat. Ia saksi hidup yang tumbuh bersama Ciliwung.
Dwi Astarini - Jumat, 24 April 2026
Arief Kamarudin Kisahkan Kali Ciliwung, Sungai yang Menghidupi kini Penuh Sampah, Limbah, dan Invasi Ikan Sapu-Sapu
Indonesia
Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Penemuan seperti ini dikenal sebagai ‘lazarus taxon’, sebuah istilah yang terinspirasi dari tokoh dalam Alkitab yang dibangkitkan dari kematian.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
 Dikira Punah 6.000 Tahun Lalu, Possum Kecil dan Glider Muncul di Papua Barat
Indonesia
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
PDIP mendesak pemerintah untuk memperbaiki manajemen penanggulangan bencana dengan memperkuat sistem mitigasi bencana.
Dwi Astarini - Senin, 12 Januari 2026
Rakernas PDIP Tetapkan 'Merawat Pertiwi' sebagai Sikap Ideologis Hadapi Krisis Lingkungan
Indonesia
Sarinah Jakarta E-Prix Sukses Kelola 21,4 Ton Sampah, Diubah Jadi Bahan Baku Baru dan Kompos
Capaian ini sejalan dengan semangat penyelenggaraan event yang mengedepankan keberlanjutan, efisiensi energi, dan penggunaan kendaraan berbasis listrik.
Dwi Astarini - Rabu, 23 Juli 2025
Sarinah Jakarta E-Prix Sukses Kelola 21,4 Ton Sampah, Diubah Jadi Bahan Baku Baru dan Kompos
Indonesia
Laut Penuh Sampah, Produksi Oksigen Berkurang
Suplai oksigen ke manusia akan berkurang.
Dwi Astarini - Rabu, 20 November 2024
Laut Penuh Sampah, Produksi Oksigen Berkurang
Lifestyle
WWF Laporkan Penurunan Drastis Populasi Satwa Liar Dunia
Dwi Astarini - Jumat, 11 Oktober 2024
WWF Laporkan Penurunan Drastis Populasi Satwa Liar Dunia
Dunia
Tingkatkan Aksi Pengurangan Polusi Plastik, Korsel, China, dan Jepang Duduk Bersama
Pertemuan itu akan membahsa instrumen pengaturan polusi plastik yang mengikat secara internasional.
Dwi Astarini - Senin, 30 September 2024
Tingkatkan Aksi Pengurangan Polusi Plastik, Korsel, China, dan Jepang Duduk Bersama
Lifestyle
Perubahan Iklim makin Nyata, Gen Z dan Alpha Paling Terdampak
WMO menyebut bahwa pada 2050, dalam skenario terburuk, negara-negara di dunia akan menghadapi tidak hanya bencana hidrometeorologi.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Agustus 2024
Perubahan Iklim makin Nyata, Gen Z dan Alpha Paling Terdampak
Dunia
Langkah Gesit China dalam Paten Hijau
China mengamankan posisi teratas dalam hal pengajuan paten hijau.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Agustus 2024
Langkah Gesit China dalam Paten Hijau
Bagikan