Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Tingkatkan Aksi Pengurangan Polusi Plastik, Korsel, China, dan Jepang Duduk Bersama

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 30 September 2024
Tingkatkan Aksi Pengurangan Polusi Plastik, Korsel, China, dan Jepang Duduk Bersama

Korsel, China, dan Jepang bahas upaya mengatasi polusi plastik (Foto: Pexels/Catherine Sheila)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - DEMI mengurangi polusi sampah plastik, Kementerian Lingkungan Hidup Korea Selata (Korsel) mengajak China dan Jepang duduk bersama dalam perundingan. Pertemuan itu akan membahsa instrumen pengaturan polusi plastik yang mengikat secara internasional.

“Ketiga negara sepakat untuk secara aktif mengambil bagian dalam negosiasi pengurangan polusi plastik. Pertemuan ini akan berlangsung pada November di Busan. Kami akan mencapai kemajuan nyata,” kata Menteri Lingkungan Hidup Korsel Kim Wan-sup, seperti dilansir ANTARA, Senin (30/9).

Para menteri dari ketiga negara tersebut diketahui mengadakan pertemuan tingkat menteri selama dua hari di pulau resor Jeju di Korea Selatan pada Sabtu (28/9) untuk membahas cara-cara meningkatkan kerja sama trilateral dalam berbagai tantangan lingkungan, termasuk polusi plastik, perubahan iklim dan debu kuning. Putaran kelima dan terakhir pertemuan Komite Negosiasi Antarpemerintah (INC) PBB mengenai polusi plastik dijadwalkan akan diadakan di kota pelabuhan bagian selatan Busan pada November. Pertemuan itu bertujuan mengembangkan instrumen yang mengikat secara hukum internasional mengenai polusi plastik.

Baca juga:

Korsel akan Pamerkan Rudal Balistik Hyunmoo-5 saat Hari Peringatan Militernya



Ketiga negara sepakat untuk meningkatkan kerja sama dalam mengurangi tingkat debu kuning, khususnya melalui kemitraan dengan Mongolia. Di sela-sela pertemuan, Wan-sup mengadakan pembicaraan empat mata dengan rekannya dari China, Huang Runqiu, dan Menteri Lingkungan Hidup Jepang, Ito Shintaro.

Dalam pertemuan dengan Ito, Wan-sup meminta konsultasi lanjutan antarkedua negara mengenai pembuangan air terkontaminasi yang dilakukan Jepang dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima yang lumpuh. Di lain sisi, China meminta pihak Jepang untuk segera membentuk sistem pemantauan internasional untuk meredakan kekhawatiran.(*)

Baca juga:

Banjir Korsel Hancurkan Situs Warisan Dunia UNESCO

#Lingkungan Hidup Dan Kehutanan #Polusi Udara #Korea Selatan #China #Jepang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, naik jadi 34 orang. Otoritas masih menyelidiki 9 kematian terkait bencana.
Wisnu Cipto - Jumat, 31 Juli 2026
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Dunia
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Jumlah korban tewas gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, melonjak menjadi 28 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah, 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terganggu.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Hitungan Jam, Korban Gempa Jepang Melonjak Drastis: Siang Ini 28 Orang
Dunia
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Kedubes China di Jepang aktifkan alarm darurat pasca gempa 7,1 di Kumamoto. 17 orang tewas, puluhan ribu mengungsi, Jepang bentuk satgas darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya?
Dunia
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Gempa magnitudo 7,1 di Kumamoto, Jepang, menewaskan 17 orang. Mal Aeon dan pabrik Nippon Paper jadi titik terparah. 10.000 warga mengungsi, listrik dan air bersih terbatas.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Juli 2026
Korban Gempa Jepang Bertambah Jadi 17 Orang, Mal Aeon Titik Terparah
Indonesia
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Memperluas akses pekerja Indonesia memperoleh kesempatan bekerja di Jepang melalui jalur yang legal, aman, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Dwi Astarini - Kamis, 30 Juli 2026
Cak Imin Sebut Skema Kerja Sama SSW Kunci Perluasan Kesempatan Kerja di Jepang
Indonesia
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Jumlah personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) yang dikerahkan untuk penanganan gempa di Prefektur Kumamoto ditingkatkan menjadi 4.600 orang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 29 Juli 2026
Jepang Tambah Personel Pencarian Warga Hilang Akibat Gempa Magnitude 7,1 di Kumamoto
Dunia
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Gempa magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto, Jepang, menewaskan 13 orang. Mall Aeon ambruk, puluhan terjebak, 200 orang selamat. Pemerintah bentuk satuan tugas darurat.
Wisnu Cipto - Rabu, 29 Juli 2026
Korban Tewas Sementara Gempa Jepang 13 Orang, Ratusan Terjebak Reruntuhan Mal Aeon
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Sejumlah penumpang kereta cepat juga dilaporkan mengalami luka-luka saat gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Mencapai Ratusan
Dunia
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Gempa dahsyat itu menyebabkan sejumlah orang terjebak dan diduga tewas akibat ledakan di sebuah pusat perbelanjaan yang sebagian bangunannya runtuh.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Kyushu, Jepang, Korban Diduga Tewas dalam Ledakan Mal
Dunia
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Badan Meteorologi Jepang (JMA) juga mengeluarkan peringatan tsunami dengan perkiraan tinggi gelombang mencapai 1 meter setelah gempa terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 28 Juli 2026
Gempa Bumi Magnitude 7,1 Guncang Wilayah Kyushu, Jepang, Peringatan Tsunami dengan Gelombang 1 Meter
Bagikan