Cegah Pencari Suaka Balik, Trotoar Kebon Sirih Dijaga 30 Satpol PP

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 12 Juli 2019
Cegah Pencari Suaka Balik, Trotoar Kebon Sirih Dijaga 30 Satpol PP

Ratusan para pencari suaka yang beberapa hari belakngan ini tidur di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat dipindahkan oleh Pemprov DKI ke lahan eks Kodim di Kalideres, Jakarta Barat. Foto: MP/Asropih

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta mengerahkan sebanyak 30 petugas Satpol PP Jakarta Pusat untuk menjaga trotoar Jalan Raya Kebon Sirih agar para pencari suaka yang telah direlokasi ke eks Kodim Jakarta Barat, Kalideres tak kembali lagi bermukin di lokasi tersebut.

Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi menegaskan bahwa imigran pencari suaka yang tengah direlokasi ke lahan milik Pemprov DKI itu tidak boleh lagi menggelandang di trotoar Kebon Sirih. "Kami sudah menugaskan 30 personil satpol PP untuk menjaga trotoar dan sekitarnya dari para pencari suaka," kata dia, saat dikonfirmasi, Jumat (12/7).

BACA JUGA: Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih Depresi

Menurut Irwandi, imigran pencari suaka terus bertambah seiring relokasi yang dilakukan sedari siang. Untuk itu, harus dijaga lantaran Pemprov DKI juga tidak ingin semakin banyak pencari suaka yang mengokupasi trotoar karena hal itu melanggar Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum.

Ratusan para pencari suaka yang beberapa hari belakngan ini tidur di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat dipindahkan oleh Pemprov DKI ke lahan eks Kodim di Kalideres, Jakarta Barat. Foto: MP/Asropih

Irwandi juga mengaku bahwa taman yang rusak karena ditempati pencari suaka saat ini tengah diperbaiki oleh petugas Dinas Pertamanan DKI. "Kami juga membereskan taman yang rusak," tutup eks Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DKI itu.

Kemarin, sekitar pukul 15.00 WIB ratusan imigran para pencari suaka yang dua pekan bermukim di trotoar Kebon Sirih dipindahkan oleh Pemerintah DKI Jakarta. Para pencari suaka yang berasal dari negara Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, dan Palestina dipindahkam dengan menggunakan bus TransJakarta dan bus DPRD DKI Jakarta.

BACA JUGA: Putar Otak Supaya Trotoar Kebon Sirih Tak Dibikin Semrawut Pencari Suaka

Sedangkan, barang milik pencari suaka diangkut menggunakan truk Satpol PP DKI. Sejumlah bus pengangkut imigran WNA itu diberi nomor urut di depan kaca mobil. Hal itu memudahkan pihak pemerintah memindahkan mereka. Dan ada beberapa pegawai Pemprov DKI bertugas mencatat para pencari suaka yang akan dipindahkan. (Asp)

#Imigran Ilegal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Berdasarkan peraturan Dublin, permohonan suaka dari migran non-Uni Eropa yang masuk ke wilayah Uni Eropa pada prinsipnya harus diproses di negara Uni Eropa pertama yang menjadi tempat masuk mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 11 Agustus 2026
Jerman Bakal Lebih Ketat Terapkan Aturan Perpindahan Migran Antar Negara Anggota Uni Eropa
Dunia
Imigran Memasuki Ceuta Spanyol Balik ke Maroko, Korban Jiwa Total 57 Orang
Sejumlah imigran yang tiba di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika, mengeklaim otoritas Maroko membantu mereka menyeberangi perbatasan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Imigran Memasuki Ceuta Spanyol Balik ke Maroko, Korban Jiwa Total 57 Orang
Indonesia
PM Spanyol Datangi Ceuta Atasi Krisis Imigran Asal Maroko
Ceuta sendiri merupakan kota otonom dan wilayah eksklave milik Spanyol yang terletak di pesisir pantai Afrika Utara, berbatasan langsung dengan negara Maroko, serta menghadap ke Selat Gibraltar.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
PM Spanyol Datangi Ceuta Atasi Krisis Imigran Asal Maroko
Indonesia
Lindungi Martabat Pekerja Migran, Pemerintah Diminta Penguatan Tata Kelola Penempatan dari Hulu ke Hilir
Selain perbaikan sistem, DPR RI mendorong sinergi yang lebih solid antara kementerian teknis, pemerintah daerah, dan perwakilan RI di luar negeri
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
Lindungi Martabat Pekerja Migran, Pemerintah Diminta Penguatan Tata Kelola Penempatan dari Hulu ke Hilir
Indonesia
Stop Jadi Korban Iming-Iming Imigran Gelap, DPR Tegaskan Timur Tengah Bukan Lagi Primadona
Cucun berharap calon PMI dapat lebih berhati-hati dalam memilih agen dan jalur pemberangkatan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Oktober 2025
Stop Jadi Korban Iming-Iming Imigran Gelap, DPR Tegaskan Timur Tengah Bukan Lagi Primadona
Indonesia
Trump Bersih-Bersih Imigran, KJRI Los Angeles Bantu 2 WNI yang Terjaring
Langkah Trump menyisir imigran ilegal secara masif ini merupakan bagian realisasi janji politik kampanye pilpres tahun lalu.
Wisnu Cipto - Rabu, 11 Juni 2025
Trump Bersih-Bersih Imigran, KJRI Los Angeles Bantu 2 WNI yang Terjaring
Dunia
Imigran Ilegal Dirayu Dapat USD 1000 Jika Tinggalkan AS Secara Mandiri
Kesempatan yang sama tidak diberikan kepada mereka yang tetap tinggal di AS secara ilegal dengan kemungkinan ditangkap, ditahan, dan dideportasi oleh aparat.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Juni 2025
Imigran Ilegal Dirayu Dapat USD 1000 Jika Tinggalkan AS Secara Mandiri
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Rangkul Eks Pekerja Migran Jadi Kelas Menengah Baru
Ini persoalan asosiasi berpikir
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 24 Mei 2025
DPR Desak Pemerintah Rangkul Eks Pekerja Migran Jadi Kelas Menengah Baru
Indonesia
Sidak TKA Ilegal, DPR: Pemerintah Harus Perkuat Pengawasan
Masuknya TKA ke Indonesia harus benar-benar selektif
Angga Yudha Pratama - Kamis, 08 Mei 2025
Sidak TKA Ilegal, DPR: Pemerintah Harus Perkuat Pengawasan
Indonesia
Pencabutan Moratorium PMI Arab Saudi di Pertanyakan, Perlindungan Pekerja Migran Harus Diutamakan
Moratorium pengiriman PMI ke Arab Saudi diberlakukan sejak 2015
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Maret 2025
Pencabutan Moratorium PMI Arab Saudi di Pertanyakan, Perlindungan Pekerja Migran Harus Diutamakan
Bagikan