DPR Desak Pemerintah Rangkul Eks Pekerja Migran Jadi Kelas Menengah Baru

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Sabtu, 24 Mei 2025
DPR Desak Pemerintah Rangkul Eks Pekerja Migran Jadi Kelas Menengah Baru

Ilustrasi: Anak-anak WNI diselamatkan TNI dari upaya penyelundupan manusia di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, yang bakal dipekerjakan secara ilegal di Malaysia (ANTARA/HO-dokumen Pedam VI/Mulawar

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kuatnya stigma negatif terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) di kalangan masyarakat membuat negara perlu lebih proaktif dalam membina dan mendukung eks-PMI yang telah kembali, agar mereka dapat menjadi bagian dari kelas menengah baru di Indonesia.

Anggota Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI Totok Hedi Santosa mengkritik pandangan umum yang menyamakan PMI dengan "pembantu", padahal banyak dari mereka memiliki keterampilan dan potensi besar yang belum terwadahi.

Baca juga:

Legislator Minta Pencabutan Moratorium PMI ke Saudi Harus dengan Evaluasi Menyeluruh

"Ini persoalan asosiasi berpikir kita. Kalau bicara tenaga kerja Indonesia, asosiasinya langsung pembantu. Padahal banyak dari mereka punya keterampilan dan kemampuan yang tinggi," ujar Totok dalam keterangannya, Sabtu (24/5).

Fenomena ini, kata Totok, adalah peluang besar jika didukung oleh negara. Ia mengingatkan bahwa tanpa perawatan berkelanjutan, eks-PMI yang sudah "naik kelas" bisa kembali jatuh miskin, dan anak-anak mereka pun berpotensi mengikuti jejak menjadi pekerja migran.

"Ini siklus yang harus diputus," tegasnya.

Baca juga:

Ratifikasi ILO 189 jadi Langkah Penting untuk Hak Pekerja Rumah Tangga dan Migran di Indonesia

Oleh karena itu, Totok mendesak pemerintah agar tidak hanya mengapresiasi, tetapi juga mengadvokasi eks-PMI dengan memberikan dukungan seperti dana khusus atau regulasi baru.

Tujuannya agar mereka dapat terus berkembang secara ekonomi dan menciptakan efek berganda (multiplier effect) di masyarakat. Politisi PDI-Perjuangan ini juga menyatakan bahwa kebanggaan bekerja di luar negeri harusnya diimbangi dengan kemampuan sukses di dalam negeri.

#Buruh Migran #Imigran Ilegal #Pekerja Migran Indonesia
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tragedi Kapal PMI Ilegal Malaysia, DPR RI Desak Investigasi Sindikat Maut dan Perlindungan Negara
Puluhan ribu anak PMI ilegal kini kehilangan hak pendidikan dan identitas kewarganegaraan karena status orang tua mereka yang tidak sah.
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Tragedi Kapal PMI Ilegal Malaysia, DPR RI Desak Investigasi Sindikat Maut dan Perlindungan Negara
Indonesia
Belajar dari Taiwan, DPR Ingatkan Bekal Skill dan Sosial PMI Harus Diperkuat
Keberhasilan penempatan pekerja migran tidak hanya ditentukan kebutuhan tenaga kerja, tetapi juga kesiapan sosial, budaya, dan komunikasi antarbangsa.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Belajar dari Taiwan, DPR Ingatkan Bekal Skill dan Sosial PMI Harus Diperkuat
Indonesia
Kementerian P2MI Bentuk Tim Crisis Monitoring untuk Lindungi PMI di Kawasan Konflik
Pemerintah mempertimbangkan penghentian sementara penempatan PMI ke wilayah rawan konflik.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
Kementerian P2MI Bentuk Tim Crisis Monitoring untuk Lindungi PMI di Kawasan Konflik
Indonesia
Ratusan Pekerja Migran Indonesia di Bertahan di Iran, Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan: Kami Pantau Ketat
Pemerintah telah menyebar hotline KBRI di beberapa negara Timur Tengah penempatan pekerja migran.
Dwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
Ratusan Pekerja Migran Indonesia di Bertahan di Iran, Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan: Kami Pantau Ketat
Indonesia
Bajak Laut Teluk Guinea Bebaskan 4 ABK WNI, Diculik Sejak Januari
Identitas empat ABK WNI yang berhasil dibebaskan itu Abdul Ajis, Aditia Permana, Mohamad Fardan Mubarok, dan Eka Trenggana.
Wisnu Cipto - Jumat, 06 Maret 2026
Bajak Laut Teluk Guinea Bebaskan 4 ABK WNI, Diculik Sejak Januari
Indonesia
Nasib Pekerja Migran Indonesia Terancam di Tengah Perang AS vs Iran, DPR RI: Negara Harus Hadir Memastikan Mereka Selamat
Kepastian informasi bagi keluarga di Tanah Air juga menjadi bagian penting dari perlindungan menyeluruh.
Dwi Astarini - Kamis, 05 Maret 2026
Nasib Pekerja Migran Indonesia Terancam di Tengah Perang AS vs Iran, DPR RI: Negara Harus Hadir Memastikan Mereka Selamat
Indonesia
Komisi IX DPR RI Desak Pemerintah Proaktif untuk Evakuasi Pekerja Migran dari Timur Tengah
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) harus proaktif berkoordinasi dengan KBRI di negara-negara terdampak konflik.
Frengky Aruan - Rabu, 04 Maret 2026
Komisi IX DPR RI Desak Pemerintah Proaktif untuk Evakuasi Pekerja Migran dari Timur Tengah
Indonesia
Lindungi Martabat Pekerja Migran, Pemerintah Diminta Penguatan Tata Kelola Penempatan dari Hulu ke Hilir
Selain perbaikan sistem, DPR RI mendorong sinergi yang lebih solid antara kementerian teknis, pemerintah daerah, dan perwakilan RI di luar negeri
Angga Yudha Pratama - Kamis, 29 Januari 2026
Lindungi Martabat Pekerja Migran, Pemerintah Diminta Penguatan Tata Kelola Penempatan dari Hulu ke Hilir
Indonesia
Tunggu Lama, Akhirnya Ratusan Pekerja Migran Indonesa di Kuching Miliki Dokumen Pernikahan
Penyelenggaraan Sidang Isbat Nikah tersebut, KJRI Kuching berharap dapat terus memperluas layanan pelindungan dan kependudukan bagi masyarakat Indonesia di wilayah Sarawak.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Desember 2025
Tunggu Lama, Akhirnya Ratusan Pekerja Migran Indonesa di Kuching Miliki Dokumen Pernikahan
Dunia
Kisah Pekerja Migran Indonesia dan Filipina dalam Kebakaran Hong Kong, antara Menjalankan Tugas dan Menyelamatkan Diri
Dalam sebuah kisah yang beredar luas, Alcaraz disebut melindungi bayi berusia tiga bulan milik majikannya dengan tubuhnya saat kebakaran terjadi.
Dwi Astarini - Selasa, 02 Desember 2025
 Kisah Pekerja Migran Indonesia dan Filipina dalam Kebakaran Hong Kong, antara Menjalankan Tugas dan Menyelamatkan Diri
Bagikan