MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH pusat mencatat 100 orang pekerja migran Indonesia (PMI) bertahan di Iran. Mereka dalam pemantauan ketat dan akan dievakuasi jika situasi konflik Timur Tengah antara Israel dan Amerika melawan Iran makin panas. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, mengatakan sebanyak 100 orang pekerja migran di Iran dawasi secara ketat oleh pemerintah Indonesia.
Pengawasan itu dilakukan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah antara Israel dan Amerika melawan Iran. “Pemerintah terus memantau dan mendata pekerja migran Indonesia di Timur Tengah sejak memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel,” ujar Silmy seusai bertemu Presiden Ketujuh RI Jokowi di Solo, Jumat (6/3).
Ia mengatakan pemerintah telah menyebar hotline KBRI di beberapa negara Timur Tengah penempatan pekerja migran. Langkah ini dilakukan jika evakuasi diperlukan. “Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga berkoordinasi dengan Kemenlu serta pegiat atau komunitas WNI di luar negeri,” kata dia.
Dia mengatakan pihaknya juga dengan teman-teman Kemenlu terus melakukan koordinasi dengan kawan-kawan penggiat yang ada di luar karena di beberapa negara penempatan pekerja migran tinggi. Banyak juga komunitas-komunitas WNI yang terbentuk terus koordinasi. Dia berharap perang Iran dengan AS dan Israel cepat selesai. Namun, jika terus meningkat, pemerintah akan bergerak cepat menangani pekerja migran di Timur Tengah.
Baca juga:
Blokade ‘Jalur Minyak’ Selat Hormuz Iran, DPR RI : Ekonomi Indonesia Bisa Terhantam
"Kami berharap sih eskalasinya cepat menurun, cepat selesai. Namun, jika kemudian eskalasinya semakin meningkat, semakin hari semakin meningkat, tentu pemerintah Indonesia yang dalam hal ini menjadi tanggung jawab Kemenlu dan kita berbagai kementerian teknis harus bersiap 24 jam," ucap dia.
Pekerja migran yang ada di Iran, kata dia, ada sekitar 100 orang. Mereka saat ini ada yang mengungsi di rumah teman.
"Kalau yang di Iran konfirmasinya itu sekitar. Kita terus mendata terakhir sekitar 100. Kondisinya ada yang mengungsi ke teman. Kami terus koordinasi dengan KBRI," tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)
Baca juga: