Ratusan Pekerja Migran Indonesia di Bertahan di Iran, Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan: Kami Pantau Ketat

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 06 Maret 2026
Ratusan Pekerja Migran Indonesia di Bertahan di Iran, Wamen Imigrasi dan Pemasyarakatan: Kami Pantau Ketat

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim. (Foto: Merahputih.com/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH pusat mencatat 100 orang pekerja migran Indonesia (PMI) bertahan di Iran. Mereka dalam pemantauan ketat dan akan dievakuasi jika situasi konflik Timur Tengah antara Israel dan Amerika melawan Iran makin panas. Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, mengatakan sebanyak 100 orang pekerja migran di Iran dawasi secara ketat oleh pemerintah Indonesia.

Pengawasan itu dilakukan di tengah memanasnya konflik Timur Tengah antara Israel dan Amerika melawan Iran. “Pemerintah terus memantau dan mendata pekerja migran Indonesia di Timur Tengah sejak memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel,” ujar Silmy seusai bertemu Presiden Ketujuh RI Jokowi di Solo, Jumat (6/3).

Ia mengatakan pemerintah telah menyebar hotline KBRI di beberapa negara Timur Tengah penempatan pekerja migran. Langkah ini dilakukan jika evakuasi diperlukan. “Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga berkoordinasi dengan Kemenlu serta pegiat atau komunitas WNI di luar negeri,” kata dia.

Dia mengatakan pihaknya juga dengan teman-teman Kemenlu terus melakukan koordinasi dengan kawan-kawan penggiat yang ada di luar karena di beberapa negara penempatan pekerja migran tinggi. Banyak juga komunitas-komunitas WNI yang terbentuk terus koordinasi. Dia berharap perang Iran dengan AS dan Israel cepat selesai. Namun, jika terus meningkat, pemerintah akan bergerak cepat menangani pekerja migran di Timur Tengah.

Baca juga:

Blokade ‘Jalur Minyak’ Selat Hormuz Iran, DPR RI : Ekonomi Indonesia Bisa Terhantam


"Kami berharap sih eskalasinya cepat menurun, cepat selesai. Namun, jika kemudian eskalasinya semakin meningkat, semakin hari semakin meningkat, tentu pemerintah Indonesia yang dalam hal ini menjadi tanggung jawab Kemenlu dan kita berbagai kementerian teknis harus bersiap 24 jam," ucap dia.

Pekerja migran yang ada di Iran, kata dia, ada sekitar 100 orang. Mereka saat ini ada yang mengungsi di rumah teman.

"Kalau yang di Iran konfirmasinya itu sekitar. Kita terus mendata terakhir sekitar 100. Kondisinya ada yang mengungsi ke teman. Kami terus koordinasi dengan KBRI," tegasnya.(Ismail/Jawa Tengah)






Baca juga:

Nasib Pekerja Migran Indonesia Terancam di Tengah Perang AS vs Iran, DPR RI: Negara Harus Hadir Memastikan Mereka Selamat




#Pekerja Migran Indonesia #Iran #Konflik Timur Tengah
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Indonesia
Pemerintah Buka Pendaftaran Pelatihan PMI Batch 2, ini Syarat Daftarnya
Program bagian dari ekosistem SMK Go Global itu kembali dibuka untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Pemerintah Buka Pendaftaran Pelatihan PMI Batch 2, ini Syarat Daftarnya
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Jika perang ekonomi berlanjut, Teheran dapat memicu pembentukan zona larangan maritim di seluruh Teluk Persia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
Ekspor Gas Terhambat, Qatar Alami Defisit Terbesar Dalam 10 Tahun Capai Rp 102,4 Triliun
Dunia
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker Iran setelah kapal perang Angkatan Laut AS diserang rudal balistik IRGC.
Wisnu Cipto - Rabu, 09 September 2026
Kapal Perangnya Diserang, AS Balas Hancurkan 5 Tanker Iran
Dunia
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Negara yang tetap berbisnis dengan Iran setelah menerima tuntutan tersebut disebut berpotensi menghadapi sanksi AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Bagikan