MERAHPUTIH.COM - MOMEN terhentinya siaran langsung pidato Presiden Prabowo Subianto ketika membahas isu dugaan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi perhatian luas di media sosial. Potongan video yang merekam peristiwa tersebut beredar di berbagai platform dan memunculkan beragam spekulasi dari warganet.
Peristiwa itu terjadi saat Presiden Prabowo memberikan sambutan dalam pertemuan bersama jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).
Dalam pidatonya, Presiden mengulas situasi geopolitik dunia yang dinilai semakin dinamis, terutama meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah. Ketika membahas perkembangan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa beredar informasi mengenai Iran yang disebut telah memiliki senjata nuklir. Menurutnya, apabila kondisi itu benar terjadi, negara-negara lain di kawasan berpotensi terdorong mengembangkan kemampuan serupa.
“Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirate (Uni Emirat Arab) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir,” kata Prabowo.
Baca juga:
Indonesia Cermati Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik China Dari Kapal Selam Bertenaga Nuklir
Tak lama setelah pernyataan tersebut disampaikan, tayangan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden tiba-tiba berhenti. Audio pidato ikut terputus, sebagaimana terlihat dalam potongan video yang kemudian ramai dibagikan di media sosial X. Kejadian itu segera memancing perhatian publik.
Banyak pengguna media sosial mempertanyakan alasan penghentian siaran yang terjadi tepat ketika Presiden membahas isu nuklir di Timur Tengah. Penelusuran terhadap tayangan ulang yang diunggah Sekretariat Presiden menunjukkan video kegiatan tersebut kembali tersedia untuk ditonton.
Namun, bagian pidato yang memuat pembahasan mengenai Iran dan potensi perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah tidak lagi terdapat dalam rekaman tersebut.
Dalam bagian lain pidatonya, Presiden Prabowo menekankan dinamika geopolitik global saat ini tidak semata dipengaruhi persoalan keamanan.
Menurutnya, persaingan memperebutkan sumber daya alam dan kepentingan strategis antarnegara turut menjadi faktor yang memperbesar ketegangan internasional. Prabowo juga mengingatkan praktik politik pecah belah atau divide et impera masih kerap digunakan dalam hubungan internasional. Oleh karena itu, ia menilai Indonesia perlu terus menjaga persatuan nasional dan memperkuat stabilitas di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.(knu)
Baca juga:
Indonesia dan India bakal Kerja Sama Kembangkan Teknologi Nuklir

