Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran

Dwi AstariniDwi Astarini - Sabtu, 01 Agustus 2026
Siaran Pidato Prabowo Terputus saat Singgung Isu Nuklir Iran, Langsung Picu Rasa Penasaran

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi terhadap sistem seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden))

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MOMEN terhentinya siaran langsung pidato Presiden Prabowo Subianto ketika membahas isu dugaan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran menjadi perhatian luas di media sosial. Potongan video yang merekam peristiwa tersebut beredar di berbagai platform dan memunculkan beragam spekulasi dari warganet.


Peristiwa itu terjadi saat Presiden Prabowo memberikan sambutan dalam pertemuan bersama jajaran Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7).


Dalam pidatonya, Presiden mengulas situasi geopolitik dunia yang dinilai semakin dinamis, terutama meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah. Ketika membahas perkembangan tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa beredar informasi mengenai Iran yang disebut telah memiliki senjata nuklir. Menurutnya, apabila kondisi itu benar terjadi, negara-negara lain di kawasan berpotensi terdorong mengembangkan kemampuan serupa.

“Dikatakan bahwa Iran sudah punya senjata nuklir. Sekarang Saudi Arabia ingin juga punya senjata nuklir. Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirate (Uni Emirat Arab) juga ingin punya senjata nuklir, Qatar juga ingin punya senjata nuklir, Mesir juga ingin senjata nuklir,” kata Prabowo.

Baca juga:

Indonesia Cermati Uji Coba Peluncuran Rudal Balistik China Dari Kapal Selam Bertenaga Nuklir


Tak lama setelah pernyataan tersebut disampaikan, tayangan langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden tiba-tiba berhenti. Audio pidato ikut terputus, sebagaimana terlihat dalam potongan video yang kemudian ramai dibagikan di media sosial X. Kejadian itu segera memancing perhatian publik.


Banyak pengguna media sosial mempertanyakan alasan penghentian siaran yang terjadi tepat ketika Presiden membahas isu nuklir di Timur Tengah. Penelusuran terhadap tayangan ulang yang diunggah Sekretariat Presiden menunjukkan video kegiatan tersebut kembali tersedia untuk ditonton.


Namun, bagian pidato yang memuat pembahasan mengenai Iran dan potensi perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah tidak lagi terdapat dalam rekaman tersebut.
Dalam bagian lain pidatonya, Presiden Prabowo menekankan dinamika geopolitik global saat ini tidak semata dipengaruhi persoalan keamanan.


Menurutnya, persaingan memperebutkan sumber daya alam dan kepentingan strategis antarnegara turut menjadi faktor yang memperbesar ketegangan internasional. Prabowo juga mengingatkan praktik politik pecah belah atau divide et impera masih kerap digunakan dalam hubungan internasional. Oleh karena itu, ia menilai Indonesia perlu terus menjaga persatuan nasional dan memperkuat stabilitas di tengah situasi global yang semakin tidak menentu.(knu)



Baca juga:

Indonesia dan India bakal Kerja Sama Kembangkan Teknologi Nuklir

#Nuklir Iran #Iran #Presiden Prabowo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Beri Arahan ke Kapolri: Ungkap Tuntas Penyadapan, jangan Ditutupi
Prabowo meminta agar proses hukum dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, secara objektif, dan transparan.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Presiden Prabowo Beri Arahan ke Kapolri: Ungkap Tuntas Penyadapan, jangan Ditutupi
Indonesia
Lapor ke Presiden Prabowo, Menko Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI masih Kuat
Hal itu tecermin dari ekspansi sektor manufaktur, surplus neraca perdagangan, serta pertumbuhan ekspor nasional.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Lapor ke Presiden Prabowo, Menko Airlangga Klaim Fundamental Ekonomi RI masih Kuat
Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
JD Vance menegaskan Donald Trump tidak akan membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran di tengah ketegangan dan mandeknya perundingan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Indonesia
Menlu Singapura Minta Bertemu Presiden Prabowo, ini Hasilnya
Berdasarkan unggahan kanal resmi Sekretariat Presiden, Prabowo menyambut Balakrishnan dengan bersalaman sebelum mempersilakannya duduk di sofa.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Menlu Singapura Minta Bertemu Presiden Prabowo, ini Hasilnya
Indonesia
Menlu Singapura Mendadak ke Indonesia, Sore Ini Temui Presiden Prabowo
Menlu Singapura Vivian Balakrishnan lakukan kunjungan mendadak temui Presiden Prabowo Subianto sore ini bahas satgas karhutla. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Menlu Singapura Mendadak ke Indonesia, Sore Ini Temui Presiden Prabowo
Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Presiden Prabowo Minta Perusahaan Asing Terlibat Karhutla Ikut Tanggung Jawab
Perusahaan asing yang diberikan konsesi, tapi malah melakukan pelanggaran, bahkan hingga 19 kali.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
Presiden Prabowo Minta Perusahaan Asing Terlibat Karhutla Ikut Tanggung Jawab
Bagikan