MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (5/8) menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis rute pelayaran kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Iran menegaskan, tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat, termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran, kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Mohammad Bagher Zolghadr, Ahad.
Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS memperbaiki sikapnya dan berhenti mengancam Republik Islam,
katanya seperti dikutip Press TV.
Syarat-syarat yang disampaikan oleh pejabat senior Iran itu juga mencakup penghentian operasi militer terhadap Iran dan sekutunya, pencabutan sanksi serta blokade laut, penarikan pasukan AS dari wilayah di sekitar Iran, dan pembayaran kompensasi.
Baca juga:
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Sementara itu, Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine dan sejumlah pejabat lainnya meyakini bahwa penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat, meskipun Presiden Donald Trump tetap lebih memilih menghindari pengerahan pasukan darat.
Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan Caine secara pribadi mendesak sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump untuk mencari cara meredakan konflik dengan Iran.
Kekhawatiran tersebut muncul karena opsi militer yang tersedia dinilai berpotensi menghasilkan dampak terbatas sekaligus memicu aksi balasan yang lebih luas, menurut sebuah laporan pada Jumat (7/8).
Mengutip tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, CNN melaporkan bahwa Caine menyampaikan kekhawatirannya kepada sejumlah pejabat senior, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.
Caine dan pejabat senior lainnya dilaporkan skeptis terhadap rencana eskalasi yang diusulkan pada akhir Juli. Salah satu alasannya adalah kekhawatiran bahwa Iran dapat membalas dengan menyerang sekutu AS serta infrastruktur energi di kawasan tersebut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan bahwa dia telah membatalkan serangan terhadap Iran mengingat adanya kesepakatan damai yang sedang dirintis, yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan mengenai program nuklir.