MerahPutih.com - Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Departemen tersebut mendesak warga Amerika yang berada di luar kawasan untuk mempertimbangkan kembali secara serius rencana perjalanan ke dan melalui wilayah tersebut.
Dalam unggahan di platform media sosial X, akun Travel.Gov milik badan tersebut mengatakan warga Amerika di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan lainnya.
Badan itu memperingatkan bahwa Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam permusuhan dengan Arab Saudi, termasuk serangan yang melibatkan bandara sipil, dan mengatakan konflik tersebut “berpotensi meningkat dengan cepat”.
Badan tersebut juga memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok pendukungnya dapat menargetkan kepentingan, bisnis, dan institusi AS, serta lokasi-lokasi yang terkait dengan warga Amerika di berbagai belahan dunia.
Baca juga:
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Ia memperingatkan bahwa “perkembangan besar” akan segera terjadi jika Teheran gagal mengubah sikap dan perilakunya.
"Pertanyaannya adalah apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Mereka sebaiknya menjaga sikap," kata Trump kepada jaringan televisi AS, Fox News, saat merinci pendekatannya terhadap konflik tersebut.
Presiden AS itu menjelaskan opsi yang dimilikinya saat ini mencakup menghancurkan negara tersebut sepenuhnya, membiarkannya "membusuk" secara ekonomi, atau merundingkan sebuah kesepakatan damai.
Menanggapi ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, Trump menegaskan bahwa Washington terus menjalin komunikasi intensif dengan kelompok Houthi di Yaman.
Langkah ini menyusul serangan rudal balistik terbaru yang dilancarkan Houthi ke wilayah Arab Saudi. Menurut Trump, kelompok tersebut telah sepakat untuk tidak menyerang atau terlibat konfrontasi dengan pasukan militer AS. Bahwa "hal-hal yang sangat besar akan terjadi dalam waktu dekat”.
Ketika ditanya mengenai Sidang Majelis Umum PBB yang dimulai pada Senin (21/9), Trump mengisyaratkan kesediaannya untuk menempuh jalur diplomasi dan "kemungkinan terbuka" untuk menggelar pertemuan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (*)