Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - 1 jam, 55 menit lalu
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama

Ilustrasi rudal Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Iran memperingatkan kemungkinan pecahnya perang baru dengan Amerika Serikat (AS) yang dinilai bisa berlangsung lebih lama dibandingkan konflik sebelumnya.

Ancaman tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan setelah Presiden AS Donald Trump menyebut masih ada sejumlah target di Iran yang perlu diserang.

Pernyataan itu muncul pada Minggu (1/11), ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah masih menghadapi berbagai hambatan. Di sisi lain, AS dan Israel berulang kali menyatakan kesiapan untuk kembali melancarkan serangan.

Baca juga:

Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran

Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan perang berikutnya berpotensi berlangsung lebih panjang daripada konflik sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa Presiden AS tidak bisa menentukan kapan perang akan berakhir ataupun menetapkan syarat untuk mengakhirinya.

Pernyataan Akraminia tersebut disampaikan melalui televisi pemerintah Iran.

Iran Siap Hadapi Serangan Baru AS dan Israel

Dalam fase paling sengit konflik yang dimulai pada 28 Februari itu, Iran membalas serangan gabungan AS dan Israel dengan meluncurkan rudal serta pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan Timur Tengah.

Kelompok-kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Teheran juga terlibat dalam pertempuran, termasuk di Lebanon dan Yaman.

Baca juga:

3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar

Peringatan terbaru Iran disampaikan setelah Trump mengisyaratkan bahwa militer AS dapat kembali menyerang sejumlah target yang masih tersisa di negara tersebut.

Sejumlah pejabat tinggi militer dan politik Iran pun menegaskan kesiapan negara itu untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

Garda Revolusi Iran Kirim Peringatan kepada AS

Peringatan serupa juga disampaikan juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Hossein Mohebbi, pada Minggu.

Mohebbi mengulangi pesan yang sebelumnya disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, melalui pernyataan tertulis sehari sebelumnya.

Dalam konflik dengan Amerika, tidak ada batasan geografis. Wilayah yang luas telah ditetapkan sebagai medan untuk memberikan kerugian kepada musuh,

kata Mohebbi seperti dikutip televisi pemerintah Iran.

Pernyataan tersebut menegaskan sikap Teheran yang menganggap kemungkinan konflik baru dengan Washington bukan ancaman yang terbatas pada satu wilayah. Ketegangan pun masih membayangi upaya diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.

#Iran #Amerika Serikat #Perang AS-Iran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - 1 jam, 55 menit lalu
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - 2 jam, 43 menit lalu
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Dunia
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
JD Vance menegaskan Donald Trump tidak akan membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran di tengah ketegangan dan mandeknya perundingan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Dunia
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Donald Trump serukan Venezuela jadi negara bagian ke-51 AS dan ganti presiden dengan gubernur. Cek pernyataan lengkap dan analisis geopolitiknya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Indonesia
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Minaj menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu' Trump meskipun ia sempat mengkritik kebijakan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Dunia
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Jumlah pasti unit rudal dan tanggal pengirimannya belum diungkapkan. Kontrak tersebut ditandatangani pada 29 September lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Bagikan