Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye

Dwi AstariniDwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump,

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — MUSISI rock veteran Neil Young mengajukan gugatan senilai USD 10 juta (Rp 182 miliar) terhadap komite penggalangan dana yang mendukung Presiden AS Donald Trump. Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, Rockin' in the Free World, tanpa izin.

Bintang berdarah Kanada-Amerika tersebut mengklaim Komite Trump 47 melanggar hak cipta ketika memutar lagu itu sebelum Trump naik ke panggung dalam kampanye pada 12 Oktober di Ohio. Dalam gugatan, disebutkan bahwa memutar lagu tersebut termasuk pertunjukan publik tanpa izin.

Penyanyi-penulis lagu ini sebelumnya pernah menggugat tim kampanye pemilu ulang Trump pada 2020 atas penggunaan lagu yang sama serta lagu Devil's Sidewalk. Young menyatakan kedua belah pihak menyelesaikan masalah tersebut secara damai tidak lama sesudahnya.

Melalui perusahaannya, Silver Fiddle Music, Young mengklaim lagu tersebut diputar tanpa lisensi atau izin dari Young pada sebuah acara politik di Youngstown, Ohio, pada 12 Oktober.

Di AS, musik yang digunakan pada kampanye sering kali memerlukan lisensi pertunjukan publik agar dapat diputar di hadapan penonton meskipun tim kampanye telah membeli salinan rekaman yang sah secara hukum. Menurut Kongres AS, karena rekaman suara tidak memiliki hak pertunjukan publik secara umum, izin hanya diperlukan dari pemegang hak cipta karya musik tersebut, yang dapat diperoleh secara langsung dari pemegang hak cipta itu sendiri atau melalui organisasi hak pertunjukan.

Baca juga:

Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih



Gugatan federal setebal lima halaman tersebut menyatakan Trump secara pribadi mengetahui bahwa lisensi diperlukan untuk memutar lagu tersebut di kampanye dan Young tidak pernah, dan tidak akan, memberikan lisensi yang diperlukan tersebut. Gugatan itu juga menyatakan lagu tersebut telah diputar berkali-kali di kampanye lainnya.


Menentang Trump





Pemenang Grammy Award berusia 80 tahun ini, yang menentang keras politik Trump, menggambarkan lagu tersebut sebagai sebuah lagu tema keras yang membenturkan janji-janji hampa retorika politik Amerika dengan kenyataan pahit yang dihadapi kaum miskin, tunawisma, dan mereka yang terabaikan.

Young menegaskan lagu tersebut kebalikan dari segala hal yang diperjuangkan Donald J Trump. Pada 2020, Young sempat menggugat tim kampanye pemilu ulang Trump atas pelanggaran hak cipta untuk lagu yang sama, serta lagu Devil's Sidewalk.

Gugatan baru ini mengklaim tim kampanye saat itu tidak mengajukan pembelaan dan segera menyelesaikan masalah secara damai tak lama setelah surat gugatan disampaikan, seraya berjanji tidak akan pernah menggunakan lagu itu lagi tanpa izin.

Young mengunggah perihal gugatan ini di situs resminya pada Selasa, mengucapkan terima kasih kepada Trump karena telah datang ke begitu banyak konsernya pada dekade 1980-an dan 1990-an, tetapi menegaskan tetap tidak mengizinkannya memutar musik miliknya.

"Saya minta maaf hal ini harus terjadi, tetapi uang dan transaksi merupakan sesuatu yang Anda pahami," ujarnya.

Young, The Rolling Stones, Rihanna, Adele, R.E.M., serta pihak ahli waris Prince sebelumnya juga pernah mengecam sang presiden karena menggunakan musik mereka dalam acara-acara kampanye.(dwi)

Baca juga:

Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'

#Neil Young #Donald Trump #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Dunia
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Donald Trump serukan Venezuela jadi negara bagian ke-51 AS dan ganti presiden dengan gubernur. Cek pernyataan lengkap dan analisis geopolitiknya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Indonesia
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Minaj menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu' Trump meskipun ia sempat mengkritik kebijakan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Dunia
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Jumlah pasti unit rudal dan tanggal pengirimannya belum diungkapkan. Kontrak tersebut ditandatangani pada 29 September lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Dunia
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Kendaraan BYD dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena di Jepang karena kekhawatiran keamanan. Kamera dan sensor mobil modern menjadi sorotan.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Bagikan