Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - 1 jam lalu
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS

Ilustrasi rudal Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Militer Amerika Serikat (AS) dan Israel dilaporkan tengah menyusun rencana serangan baru terhadap Iran seusai pemilu paruh waktu AS.

Hal itu dilansir dalam lapor The New York Times, Rabu (22/10), yang mengutip pejabat AS dan sejumlah pihak yang mengetahui pembahasan tersebut, surat kabar itu melaporkan bahwa kedua militer meningkatkan latihan, termasuk penerbangan di atas Irak untuk melatih manuver serangan.

Menurut laporan itu, sasaran potensial mencakup fasilitas nuklir, persenjataan rudal dan drone, serta infrastruktur energi Iran.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth pekan ini bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Israel untuk membahas kemungkinan serangan baru, ungkap laporan tersebut.

Baca juga:

Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz

Rencana menyasar program nuklir Iran juga dapat mencakup serangan terhadap Pickaxe Mountain, fasilitas yang berada jauh di bawah tanah.

Namun, laporan itu menyebut belum dapat dipastikan apakah Presiden AS Donald Trump akan menyetujui serangan tersebut.

Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini. Namun, awal bulan ini, ia mengatakan AS tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu paruh waktu karena kedua negara sedang menjalani "pembicaraan yang produktif".

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada The New York Times bahwa pemerintah tidak mengomentari rencana militer yang "mungkin ada atau mungkin tidak ada".

Pejabat itu menambahkan bahwa Trump tetap mempertimbangkan semua opsi untuk memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

AS dan Israel melancarkan agresi militerterhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di kawasan. Konflik itu juga secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur penting pasokan energi global. (*)

#Iran #Amerika Serikat #Perang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Trump berulang kali menolak rencana kembali melancarkan operasi tempur besar tahun ini.
Alwan Ridha Ramdani - 1 jam lalu
Iran Bakal Kembali Digempur Usai Pemilu Paruh Waktu AS
Dunia
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Arahan itu mewajibkan badan-badan di bawah cabang eksekutif sipil untuk segera menghapus perangkat lunak DeepSeek yang ada, perangkat terkait, serta aplikasi pihak ketiga yang dibangun di atas kerangka kerjanya.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 21 Oktober 2026
AS Blokir DeepSeek Dengan Alasan Ancaman Spionase, China Protes
Dunia
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Mohebbi mengklaim bahwa seluruh lalu lintas data internet dan komersial melewati kabel-kabel tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Iran Rencana Kenalkan Senjata Baru, Beri Sinyal Putuskan Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz
Indonesia
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Eskalasi di sekitar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
Selat Hormuz Masih Bergejolak, Harga Bensin Bisa Naik 3 Kali Lipat
Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Indonesia
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan asap membumbung dari Istana Kepresidenan Al-Maashiq.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Houthi Luncurkan Balistik ke Istana Kepresidenan Al-Maashiq di Aden, PM Diklaim Aman
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Bagikan