MerahPutih.com - Presiden Donald Trump tetap ngotot agar Venezuela menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat, dengan gubernur yang dipilih menggantikan presiden.
Saat ini, AS memiliki 50 negara bagian dan Trump berulang kali mengusulkan agar Kanada bergabung dengan AS, yang kadang-kadang dia mengatakan Kanada bisa jadi negara bagian ke-51.
Trump juga pernah mengajukan Greenland dan Venezuela sebagai calon potensial untuk menjadi negara bagian ke-51 AS.
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Baca juga:
Maduro dan istrinya lalu dibawa ke New York untuk diadili berdasarkan undang-undang AS atas tuduhan "narkoterorisme". Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.
Sejak saat itu, AS mengendalikan industri minyak Venezuela secara ketat untuk mengalihkan aliran energinya dan melibatkan perusahaan-perusahaan AS dalam mengembangkan cadangan minyak guna membatasi pengaruh para pesaing.
Kedua negara telah sepakat memperluas keterlibatan AS dalam sektor minyak negara tersebut guna menghidupkan kembali produksi dan memodernisasi fasilitas.
Mari kita jadikan Venezuela sebagai negara bagian ke-51. Daripada presiden, kita akan mengadakan pemilihan untuk gubernur,
kata Trump dalam kampanye di Texas, Selasa (27/10).