Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari

Dwi AstariniDwi Astarini - 17 menit lalu
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari

Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari.(foto: Instagram @katiezacharia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEKRETARIS Pers Gedung Putih Katie Zacharia dikabarkan meninggalkan jabatannya. Zacharia mundur setelah menjabat hanya dalam hitungan hari. Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.

Saat berbicara kepada para wartawan sesaat sebelum kabar pengunduran Zacharia muncul pada Jumat (16/10), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan ia telah memberi tahu Zacharia bahwa ia tidak harus menduduki posisi ini jika tidak mau. “Sejujurnya, jika aku jadi kamu, aku akan mempertimbangkannya kembali,” kata Trump.

Zacharia menghadapi kritik pedas atas penampilannya saat taklimat (briefing) pers pertamanya sebagai sekretaris pers Gedung Putih, Selasa (13/10). Briefing itu berlangsung kurang dari 15 menit dan hanya mencakup tiga pertanyaan dari para wartawan.

Pada hari-hari berikutnya, ia sibuk melakukan pembelaan, menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit dari media mengenai kredensial dan kesiapannya untuk pekerjaan tersebut.

Baca juga:

Pokemon Ngamuk, Karakternya Dipakai Gedung Putih untuk Kampanye MAGA



Trump memberi isyarat tentang pengunduran diri Zacharia yang kian dekat pada Jumat sore dalam sebuah sesi tanya jawab media di luar Marine One.

"Saya berkata, 'Apakah ini cocok untukmu, Katie? Karena jujur saja, kamu tidak perlu menghadapi ini’,” kata Trump.

Trump menyebut Zacharia diperlakukan cukup jahat oleh media.



Disebut Tanda Kegagalan Partai Republik




Seiring negara yang semakin mendekati pemilihan umum sela pada November, yang akan menentukan siapa yang mengendalikan Kongres AS, Partai Demokrat memanfaatkan pengunduran diri Zacharia yang mendadak ini sebagai tanda kegagalan di Gedung Putih di bawah kendali Partai Republik.

"Sekretaris Pers Gedung Putih telah pergi. Para ekstremis MAGA terus berjatuhan," kata Hakeem Jeffries, Pemimpin Partai Demokrat di DPR AS, dalam unggahan di platform X.


Kemampuannya Dipertanyakan




Pekan yang penuh gejolak bagi Zacharia dimulai pada Selasa, setelah ia terlihat sangat gugup selama taklimat pers perdananya di Gedung Putih yang berlangsung selama 14 menit. Dalam acara tersebut, ia membaca poin-poin pembicaraan dari sebuah catatan, hanya menjawab sedikit pertanyaan, dan secara tidak sengaja menyebut presiden sebagai suaminya.

Selama briefing tersebut, seorang wartawan bertanya kepada Zacharia tentang di mana ia lulus ujian advokat (bar exam). Zacharia disebut-sebut sebagai seorang pengacara oleh Trump dan pihak lainnya serta merupakan lulusan sekolah hukum Pepperdine University. Untuk dapat berpraktik hukum di AS, seorang pengacara harus diterima di asosiasi advokat negara bagian setelah lulus ujian yang ketat.

"Saat saya berada di China,” jawab sang sekretaris pers Gedung Putih.

Setelah penyelidikan dan penelusuran mendalam oleh media, Zacharia akhirnya mengaku pada Kamis bahwa ia tidak pernah lulus ujian advokat. Namun, ia menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia pernah berpraktik hukum transaksi internasional di China dengan kredensial yang sesuai.

Pertanyaan mengenai kredensial hukumnya menjadi topik pembicaraan utama sepanjang minggu. Sean Hannity dari saluran konservatif Fox News melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang sangat tajam kepadanya dalam sebuah wawancara pada Kamis.

Ketika Zacharia mengatakan bahwa ia belum lulus ujian advokat, Hannity menyergah, "Mengapa Anda tidak katakan saja, 'Saya tidak pernah berpraktik hukum?'"

Zacharia juga menjelaskan kepada Hannity betapa cepatnya ia mengambil peran sebagai sekretaris pers tersebut. Ia direkrut kurang dari seminggu sebelum penampilan perdanya. Pernyataan itu memicu Hannity bertanya, “Apakah saya tidak salah dengar bahwa Anda merasa staf seharusnya mempersiapkan Anda dengan lebih baik?"

Ketika tampil di acara Fox & Friends pada Jumat, acara yang sering ditonton Trump, Zacharia menghadapi deretan pertanyaan serupa.

Ia memberi tahu para pembawa acara bahwa ia tidak mengungkapkan kepada Trump bahwa ia bukanlah seorang pengacara karena pertanyaan-pertanyaan itu tidak ditanyakan, seraya mengatakan bahwa ia direkrut untuk peran komunikasi, bukan peran hukum.

"Apakah Anda merasa masih memiliki kepercayaan dari presiden?" tanya pembawa acara Lawrence Jones.

Ia menghindari memberikan jawaban langsung. "Saya berharap dapat membangun kepercayaan dari semua orang di sekitar saya,” katanya saat menutup jawabannya.


Pengunduran Diri Tercepat





Pengunduran diri awal Zacharia ini menjadi yang tercepat di antara tim pers Gedung Putih era Trump. Pada masa jabatan pertamanya, Anthony Scaramucci meninggalkan jabatannya sebagai direktur komunikasi Gedung Putih hanya setelah 10 hari menjabat.

"Rekor memang ada untuk dipecahkan. Namun, saya tidak merasa senang di atas penderitaan orang lain,” ujar Scaramucci di X pada Jumat.(dwi)

Baca juga:

Sambil Menyelam Minum Air, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt Malah Belanja Skincare saat Dampingi Kunjungan Donald Trump di Korea Selatan

#Amerika Serikat #Donald Trump #Gedung Putih
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Penampilan perdananya di hadapan media dan publik disorot tidak meyakinkan, menimbulkan kontroversi seputar keabsahan status advokatnya.
Dwi Astarini - 17 menit lalu
Sekretaris Pers Gedung Putih Katie Zacharia Mengundurkan Diri, cuma Bertahan Kurang dari Lima Hari
Dunia
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Saksi mata memberi tahu media lokal bahwa mereka melihat seorang pria terlempar dari wahana tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 13 Oktober 2026
Insiden Rollercoaster di Amerika Serikat, 1 Orang Tewas
Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Nidal Malik Hasan divonis bersalah karena telah membunuh 13 rekannya sesama tentara AS di sebuah pangkalan militer di Texas pada 2009.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
Eksekusi Tembak Mati Tentara AS Pembunuh 13 Rekannya Bakal di Siarkan Langsung
Indonesia
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
"Mereka juga telah melakukan PHK terhadap 6.000 pekerja Amerika dan menggantinya dengan 6.300 pekerja pemegang visa H-1B," kata Vance.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 09 Oktober 2026
PHK 6.000 Warga AS, Karyawan Asing di Microsoft Ditolak Jadi Residen
Dunia
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Gubernur New York Kathy Hochul resmi menetapkan status darurat bencana akibat ledakan wabah campak hingga 4 November 2026. Simak peringatan penting ini!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Jangan Liburan ke New York Dulu, Gubernur Terbitkan Dekrit Darurat Campak Hingga 4 November
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Rektor Cornell University menggambarkan dugaan yang disampaikan perempuan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Jane Doe, sebagai hal yang ‘sangat meresahkan’.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Rektor Cornell University Tegaskan Kampus Harus Berbenah setelah Kasus Pemerkosaan
Dunia
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Korban mengklaim ia dicekoki ketamin, dianiaya, dan diperkosa tujuh anggota fraternity Chi Phi.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Kasus Pemerkosaan Cornell University, Rektor Dukung Pemeriksaan Eksternal
Dunia
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah menyiapkan pengerahan tambahan pasukan dan pesawat militer ke Israel.
Yusuf Abdillah - Senin, 05 Oktober 2026
AS Siapkan Tambahan Pasukan dan Pesawat Militer ke Israel, Ada Apa?
Bagikan