9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan

Dwi AstariniDwi Astarini - 2 jam, 43 menit lalu
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan

9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida.(foto: Instagram @weekendtraveler195)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEBUAH jet bisnis jatuh di permukiman di Florida, Amerika Serikat, Minggu (1/11). Seluruh penumpang yang berjumlah sembilan orang tewas.

Menteri Transportasi AS menyebut kecelakaan terjadi di dekat Cresthaven, sekitar 14 km dari Mar-a-Lago, resor milik Presiden Donald Trump di kawasan elite Palm Beach County, Minggu sore waktu setempat.

Foto-foto setelah kecelakaan memperlihatkan sebuah kawah di tengah jalan permukiman. Titik-titik api serta kepingan beton dan puing-puing terlihat tak jauh dari pesawat Learjet 60 yang hancur.

Badan Penerbangan Federal AS (FAA), dalam sebuah pernyataan, menyebut pesawat tersebut telah lepas landas dari Austin, Texas, dan sedang menuju Bahama. Laporan media AS dan analisis penerbangan menunjukkan jet tersebut menukik turun ratusan kaki per detik sebelum jatuh.

Baca juga:

Lebih 50 Orang Tewas dan 179 Terluka Dalam Kecelakaan Kereta, Pemerintah Madrid Kirim Ratusan Tenaga Ahli

Jatuh seperti Rudal


Dalam rekaman suara pengatur lalu lintas udara sebelum kecelakaan, pilot pesawat terdengar mengatakan pesawat menukik turun 10.000 kaki per menit. Pilot kemudian menyatakan keadaan darurat sambil berteriak.

"Kami dalam kondisi overspeed dan menukik turun 20.000 kaki per menit. Kami akan jatuh. Kami kehabisan waktu," kata pilot kepada menara pengawas, dikutip CBS.

Rekaman di media sosial memperlihatkan video yang tampaknya berasal dari dashcam mobil pada saat kecelakaan terjadi. Rekaman tersebut memperlihatkan kendaraan yang sedang melintas di jalan pinggiran kota, ketika tiba-tiba sebuah pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.

"Ketika Anda melihat video itu, itu hal yang sangat mengejutkan. Itu seperti rudal yang jatuh, ledakan yang sangat besar, dan puing-puing menyebar ke mana-mana,” kata Gubernur Florida Ron DeSantis kepada wartawan dalam konferensi pers setelah kecelakaan.

Belum jelas siapa saja yang berada di dalam jet tersebut saat jatuh. DeSantis mengatakan hingga saat ini, kami belum menerima laporan mengenai adanya warga di darat yang tewas atau terluka.

Menteri Transportasi AS Sean Duffy menggambarkan kecelakaan itu sebagai tragedi yang mengerikan dan mengatakan FAA mengirimkan tim ke lokasi kejadian untuk membantu penyelidikan oleh Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB).

"Mohon bergabung bersama saya untuk mendoakan keluarga dan orang-orang tercinta dari mereka yang telah gugur," tambah Duffy.

Jatuh Dekat Kediaman Donald Trump



Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Palm Beach County telah menyatakan peristiwa ini sebagai insiden korban massal. Kantor Sheriff Palm Beach County mengatakan kecelakaan terjadi di Military Trail, sebuah jalan enam jalur yang dipenuhi pertokoan dan tempat makan.

Dalam konferensi pers, DeSantis dan pejabat setempat mengatakan 600 warga lokal dievakuasi dari komunitas rumah taman (trailer park) terdekat. Kecelakaan tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur lokal, termasuk saluran air, dan mereka memperkirakan butuh waktu setidaknya 30 hari sebelum jalan tersebut dapat dibuka kembali.

Badai petir sempat dilaporkan di area tersebut pada saat kecelakaan, dan hujan deras masih mengguyur saat konferensi pers berlangsung.

Trump sempat berada di Mar-a-Lago pada Minggu pagi dan telah lepas landas dari bandara terdekat menggunakan Air Force One sekitar satu jam sebelum kecelakaan terjadi.(dwi)

Baca juga:

Kecelakaan Pesawat Kargo Amazon, Pilot Sempat Berikan Peringatan Kecepatan

#Amerika Serikat #Kecelakaan Pesawat #Florida
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - 2 jam, 43 menit lalu
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Indonesia
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Pada 3 Januari, AS melancarkan serangan militer besar-besaran terhadap Caracas, ibu kota Venezuela, yang berujung pada penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Masih Ingin Jadikan Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 Amerika Serikat
Dunia
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Donald Trump serukan Venezuela jadi negara bagian ke-51 AS dan ganti presiden dengan gubernur. Cek pernyataan lengkap dan analisis geopolitiknya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
Trump Mau Venezuela Jadi Negara Bagian ke-51 AS, Presiden Diganti Gubernur
Indonesia
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Minaj menyebut dirinya sebagai 'penggemar nomor satu' Trump meskipun ia sempat mengkritik kebijakan Trump pada masa jabatan pertamanya.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
Nicki Minaj Ngekor Kampanye Presiden Donald Trump, Pejabat Istana Usulkan Jadi Sekretaris Pers Gedung Putih
Dunia
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Jumlah pasti unit rudal dan tanggal pengirimannya belum diungkapkan. Kontrak tersebut ditandatangani pada 29 September lalu.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 27 Oktober 2026
Amerika Tambah Kekuatan Dengan Rudal Hipersonik Udara ke Darat, Kontrak Rp 12,5 Triliun
Dunia
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Kendaraan BYD dilarang memasuki Pangkalan Udara Kadena di Jepang karena kekhawatiran keamanan. Kamera dan sensor mobil modern menjadi sorotan.
Yusuf Abdillah - Senin, 26 Oktober 2026
Mobil BYD Dilarang Masuk Pangkalan Militer AS, Ini Alasannya
Indonesia
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Pendekatan taktis baru tersebut "dapat mengejutkan" dunia dan para pakar militer, sebagaimana Iran sebelumnya mengejutkan dunia dengan kemampuan rudalnya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Iran Siapkan Serangan Taktis Anyar Jika AS dan Israel Kembali Gempur Taheran
Bagikan