AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata

Perang AS-Iran di kawasan Timur Tengah. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - ANGGOTA Komisi I DPR RI Syamsu Rizal atau yang akrab disapa Deng Ical merespons serangan habisan-habisan militer Amerika Serikat (AS) ke Iran. Dia mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran aktif dalam mendorong penghentian serangan (AS) terhadap Iran.


Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran. Washington menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania.


"Indonesia harus konsisten menyuarakan penghentian serangan dan mendorong semua pihak menahan diri. Tidak ada persoalan yang dapat diselesaikan melalui perang berkepanjangan. Jalan dialog dan diplomasi harus menjadi pilihan utama," kata Deng Ical, Jumat (31/7).


Politikus asal Dapil Sulawesi Selatan I itu meminta pemerintah Indonesia memanfaatkan posisi strategisnya di berbagai forum internasional untuk menggalang dukungan bagi terciptanya gencatan senjata. Menurutnya, Indonesia memiliki amanat konstitusi untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Baca juga:

Iran Serang Pangkalan Udara Al Azraq Yordania, 3 Jet Tempur F-35 Milik AS Hancur




Deng Ical mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama komunitas internasional segera memfasilitasi perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran agar konflik tidak semakin meluas. "Indonesia bersama PBB dan negara-negara sahabat harus mengajak Amerika Serikat dan Iran duduk bersama di meja perundingan. Gencatan senjata harus segera diwujudkan agar tidak semakin banyak korban berjatuhan," ujarnya.


Menurut anggota Komisi I DPR RI yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan tersebut, perang yang terus berlangsung tidak hanya berdampak pada negara-negara yang berkonflik, tetapi juga membawa konsekuensi besar bagi masyarakat dunia. "Rakyat sipil selalu menjadi pihak yang paling menderita. Selain korban jiwa, konflik ini juga akan memicu krisis kemanusiaan, mengganggu stabilitas kawasan, serta meningkatkan ketidakpastian global," tegasnya.


Deng Ical mengingatkan konflik terbuka antara AS dan Iran berpotensi memperburuk situasi geopolitik internasional. Dampaknya dapat menjalar ke sektor ekonomi global melalui terganggunya rantai pasok, meningkatnya harga energi, hingga tekanan terhadap perekonomian berbagai negara, termasuk Indonesia.


"Perang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Dunia membutuhkan perdamaian, bukan eskalasi konflik. Semua pihak harus mengedepankan diplomasi demi menjaga stabilitas dan melindungi kehidupan masyarakat sipil," pungkasnya.(Pon)

Baca juga:

AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen

#Iran #Amerika Serikat #DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Hasil ini menjadi bentuk penolakan tegas dari puluhan juta pemilih terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump.
Dwi Astarini - Rabu, 04 November 2026
Partai Demokrat Menangi Pemilu Sela 2026, Mempercepat Status Donald Trump sebagai 'Lame Duck'
Dunia
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Seorang pengusaha di bidang teknologi beserta keluarganya dinyatakan sebagai korban tewas pada Minggu tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
Learjet 60 Jatuh di Florida, Satu Keluarga Dinyatakan sebagai Korban Tewas
Dunia
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Iran mengajukan tujuh syarat kepada AS sebelum bersedia berunding dan membuka Selat Hormuz. Tuntutannya mencakup pencabutan sanksi hingga penghentian blokade.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Selat Hormuz Belum Dibuka, Ini 7 Syarat Iran kepada Amerika Serikat
Dunia
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Iran memperingatkan perang baru dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama. Ancaman muncul setelah Donald Trump mengisyaratkan serangan lanjutan.
Yusuf Abdillah - Senin, 02 November 2026
Trump Isyaratkan Serangan, Iran Peringatkan Perang Baru dengan AS Bisa Lebih Lama
Dunia
9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Pesawat menukik ke tanah hampir secara vertikal dan meledak menjadi bola api besar.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
  9 Tewas dalam Insiden Jet Jatuh di Florida, Ciptakan sebuah Kawah Besar di Tengah Jalan Perumahan
Dunia
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
JD Vance menegaskan Donald Trump tidak akan membiarkan AS terjebak dalam perang berkepanjangan dengan Iran di tengah ketegangan dan mandeknya perundingan.
Yusuf Abdillah - Jumat, 30 Oktober 2026
Wapres AS Yakin Donald Trump Tak Akan Biarkan Perang Tanpa Akhir dengan Iran
Indonesia
RUU Perampasan Aset Sasar Investasi Bodong Untuk Pulihkan Kerugian Korban
Klausul itu, menjadi kunci utama agar hakim memiliki landasan hukum yang tegas dan imperatif untuk mendahulukan pemulihan hak korban di atas kepentingan kas negara.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
RUU Perampasan Aset Sasar Investasi Bodong Untuk Pulihkan Kerugian Korban
ShowBiz
Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Young menyatakan penggunaan lagu miliknya yang dirilis pada 1989, 'Rockin' in the Free World', tanpa izin.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
 Neil Young Gugat Tim Kampanye Donald Trump, Perkara Pakai Lagu ‘Rockin' in the Free World’ untuk Kampanye
Dunia
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Militer Iran menyebut ketiga kapal tersebut telah menonaktifkan sistem radar dan navigasi mereka dan juga mengabaikan peringatan yang dikeluarkan Angkatan Laut IRGC.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
3 Kapal Tengker Hantam Ranjau di Selat Hormuz, Iran Sebut Kapal Matikan Radar
Dunia
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Kuba mengadu ke PBB usai 2,6 juta rakyatnya kesulitan air minum akibat krisis listrik dan blokade ekonomi Amerika Serikat. Simak laporan resminya!
Wisnu Cipto - Kamis, 29 Oktober 2026
Kuba Mengadu ke PBB: 2,6 Juta Rakyatnya Susah Minum Gara-Gara Trump
Bagikan