Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat

Yusuf AbdillahYusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat

Ilustrasi Kelompok Separatis Papua/ dok Pusat Studi Ketahanan Nasional

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Fauqi Hapidekso, mendesak pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua menyusul eskalasi kekerasan bersenjata yang kembali merenggut nyawa.

Desakan ini disampaikan menyusul tewasnya seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda, yang ditembak setelah disandera saat membawa logistik di jalur Wamena-Mbua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Jenazah korban ditemukan di dalam kendaraan yang dibakar di sekitar Danau Habema.

Baca juga:

Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari

Selain itu, ia juga menyoroti nasib tujuh perempuan yang masih dilaporkan dalam kondisi penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, setelah sebelumnya sembilan perempuan diculik sejak 17 Agustus 2026.

Dalam perkembangannya, satu korban berhasil dievakuasi selamat dan satu lainnya ditemukan meninggal dunia.

Fauqi menegaskan, rangkaian peristiwa tersebut menuntut negara untuk menempatkan keselamatan warga sipil sebagai prioritas utama dan tidak boleh dipandang sebelah mata.

Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik justru menjadi korban. Mereka memiliki hak untuk hidup aman, bekerja, bepergian dan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut,

ujar Fauqi di Jakarta, Minggu (20/8).

Persoalan Kemanusiaan yang Mendesak

Baca juga:

Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus

Menurutnya, kasus ini bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan persoalan kemanusiaan yang mendesak. Ia meminta aparat dan pemerintah bergerak cepat melancarkan upaya penyelamatan secara terukur dengan perhitungan matang guna menghindari jatuhnya korban susulan.

Ia juga menekankan pentingnya transparansi informasi bagi pihak keluarga korban agar tidak dibiarkan dalam ketidakpastian. Negara, lanjutnya, wajib menjamin perlindungan hak hidup setiap warga negara tanpa terkecuali, termasuk mereka yang tinggal dan mencari nafkah di wilayah berisiko tinggi.

“Di mana pun mereka berada, mereka adalah warga negara yang hak hidup dan keselamatannya harus dilindungi. Tidak boleh ada warga yang merasa bahwa ketika mereka berada di wilayah tertentu, nyawa mereka menjadi tidak berharga,” pungkasnya. (Pon)

#Papua #Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) #DPR
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Berita Foto
Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Jurnalis menggelar doa bersama untuk lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di Senayan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Didik Setiawan - Jumat, 18 September 2026
Doa Bersama untuk Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal yang Hilang di Selat Sunda
Indonesia
DPR Ingatkan Menkeu Suahasil Nazara Fokus ke Perbaikan Ekonomi
Dolfie berharap, Suahasil mampu menjalankan agenda pemerintah sekaligus memperkuat langkah-langkah perbaikan ekonomi Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
DPR Ingatkan Menkeu Suahasil Nazara Fokus ke Perbaikan Ekonomi
Berita Foto
RUU Reforma Agraria Ditargetkan Rampung Sebelum Hari Tani Nasional
Wakil Ketua BAM Adian Napitupulu dan Anggota Baleg Muhammad Khozin dan Anggota DPR, Azis Subekti di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 15 September 2026
RUU Reforma Agraria Ditargetkan Rampung Sebelum Hari Tani Nasional
Indonesia
Pemerintah Diminta Hati-Hati Soal Data Pribadi Saat Pembukaan 200 Juta Rekening Warga
DPR akan terus memantau pelaksanaan kebijakan tersebut, termasuk bagaimana pemerintah dan perbankan mengeksekusi pembukaan rekening secara massal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pemerintah Diminta Hati-Hati Soal Data Pribadi Saat Pembukaan 200 Juta Rekening Warga
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Indonesia
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Polisi kini sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan tiga ASN di Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Penembakan 3 ASN di Jayawijaya, Polri Buru 8 Orang yang Diduga Pelaku
Bagikan