MerahPutih.com - Pemerintah tengah menyiapkan mekanisme pembukaan rekening massal melalui PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Dalam skema yang disiapkan, sekitar 200 juta masyarakat Indonesia akan mendapatkan rekening yang dibukakan pemerintah. Masing-masing rekening disebut akan memperoleh dana awal sebesar Rp 50 ribu.
Anggota Komisi XI DPR RI Hasanuddin Wahid meminta pemerintah memastikan keamanan data pribadi masyarakat sebelum merealisasikan kebijakan pembukaan rekening secara massal.
Menurut Hasanuddin, jaminan perlindungan data menjadi salah satu hal krusial karena kebijakan tersebut akan melibatkan data dalam jumlah sangat besar. Ia mengaku telah menerima pertanyaan dari masyarakat mengenai kemungkinan data nasabah digunakan untuk kepentingan lain.
Beberapa ada yang menanyakan ke saya perihal data apabila sudah masuk ke situ (sistem) kemudian muncul iklan tawaran di ponsel mereka bagaimana? Nah pertanyaan itu harus dijawab oleh pemerintah,
kata Hasanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9).
Baca juga:
Ternyata Menkeu Belum Hitung Anggaran Buat Pembukaan 200 Juta Rekening Warga Dengan Saldo Rp 50 Ribu
Ia menilai, masyarakat perlu memperoleh kepastian bahwa data yang diserahkan saat pembukaan rekening tidak disalahgunakan ataupun dimanfaatkan untuk kepentingan komersial tanpa persetujuan. Karena itu, meminta pemerintah memperjelas mekanisme perlindungan data sekaligus memberikan sosialisasi secara maksimal kepada masyarakat.
Pemerintah pastinya sudah punya pertimbangan soal rekening massal itu,
ujarnya.
Menurut dia, keterbukaan informasi mengenai tujuan dan mekanisme kebijakan tersebut penting agar masyarakat tidak merasa khawatir ketika data pribadinya masuk ke sistem perbankan.
DPR akan terus memantau pelaksanaan kebijakan tersebut, termasuk bagaimana pemerintah dan perbankan mengeksekusi pembukaan rekening secara massal.
Kebijakan ini baik tetapi harus ditanyakan kepada masyarakat agar merasa aman ketika data masuk ke perbankan. Kalau kami sepanjang itu mempunyai efek baik, khususnya kepada anak muda dan dunia keuangan okay saja,
tuturnya.