Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberikan keterangan media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026). (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rencana pemerintah untuk membagikan saldo awal gratis dalam program pembukaan rekening bank massal bagi masyarakat Indonesia mendadak jadi perbincangan hangat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan negara perlu menyiapkan dana fantastis mencapai sekitar Rp11 triliun demi merealisasikan program arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto itu.

Baca juga:

200 Juta Warga Bakal Dikasih Rekening Dengan Saldo Awal Rp 50 Ribu

Sumber Uang Saldo Awal Gratis Rp 50 ribu Tiap Rekening

Lantas, dari mana negara bakal menarik sumber dananya? Menko Airlangga secara tegas memastikan anggaran jumbo tersebut nantinya akan disuntik langsung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Program pembagian saldo gratis ini ditargetkan menyasar lebih dari 200 juta warga negara Indonesia (WNI), di mana setiap rekening baru bakal secara otomatis terisi saldo awal sebesar Rp50 ribu.

Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dolar AS) atau sekitar Rp11 T (triliun) lah,

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

APBN 2026 atau 2027? Skema Matang Masih Dibahas Bersama BI dan OJK

Meski kepastian sumber dana utama sudah menunjuk pada APBN, Airlangga mengaku belum bisa mengonfirmasi apakah alokasi anggaran Rp11 triliun tersebut bakal sepenuhnya ditarik dari APBN Tahun Anggaran 2026 atau dialihkan ke APBN 2027.

Saat ini, lanjut dia, mekanisme teknis serta skema final terkait penyaluran dana dan pembukaan rekening massal masih digodok secara intensif bersama dua regulator keuangan utama nasional, yakni Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pemerintah menargetkan implementasi program ini dapat dieksekusi secara bertahap dan diharapkan sudah mulai bergulir (roll out) sebelum penutupan tahun 2026.

"Kita akan siapkan dalam waktu dekat. Roll out-nya kita akan bahas dengan BI dan OJK," tandas Airlangga.

Baca juga:

Presiden Prabowo Mau Semua WNI Punya Rekening Bank di BRI atau BSI

BRI dan BSI Ditunjuk Jadi Penanggung Jawab

Rencana pembagian saldo awal rekening baru Rp 50 ribu bagi 200 juta rakyat Indonesia itu lahir dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

Presiden ingin memastikan seluruh warga negara Indonesia memiliki akses perbankan resmi guna melipatgandakan tingkat inklusi serta literasi keuangan di dalam negeri.

Guna mengeksekusi proyek raksasa ini, pemerintah tengah mempersiapkan mekanisme pembuatan rekening massal yang dipusatkan melalui dua bank BUMN, yakni Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Agar proses registrasi tidak tumpang tindih dan tepat sasaran, sistem pemuatan rekening massal ini bakal diintegrasikan secara langsung menggunakan sinkronisasi data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) dari Kementerian Dalam Negeri. (*)

#Rekening Bank #Airlangga Hartarto #Perbankan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan melibatkan Komisi XI DPR RI, termasuk untuk mengamandemen undang-undang yang diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Indonesia
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Mitigasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan early warning system, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Indonesia
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak naik hingga akhir 2026.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Indonesia
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Airlangga Hartarto menyebut industri tekstil bukan sunset industry. Sektor TPT menyumbang 0,97% PDB, menyerap 4 juta tenaga kerja dan ekspor US$12 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
Menko Airlangga: Industri Tekstil Bukan Sunset Industry, Masih Terbuka Ruang Ekspansi
Indonesia
Pemerintah Diminta Hati-Hati Soal Data Pribadi Saat Pembukaan 200 Juta Rekening Warga
DPR akan terus memantau pelaksanaan kebijakan tersebut, termasuk bagaimana pemerintah dan perbankan mengeksekusi pembukaan rekening secara massal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
Pemerintah Diminta Hati-Hati Soal Data Pribadi Saat Pembukaan 200 Juta Rekening Warga
Indonesia
Ternyata Menkeu Belum Hitung Anggaran Buat Pembukaan 200 Juta Rekening Warga Dengan Saldo Rp 50 Ribu
Bendahara negara mengaku belum bisa memberikan perkiraan kapan program tersebut diimplementasikan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Ternyata Menkeu Belum Hitung Anggaran Buat Pembukaan 200 Juta Rekening Warga Dengan Saldo Rp 50 Ribu
Indonesia
BSI Siapkan Rekening Tanpa Biaya Administrasi Buat Program Tabungan Rp 50 Ribu Bagi 200 Juta Warga
Selain itu, rekening juga memiliki kemudahan berupa setoran awal minimal Rp 20ribu untuk BSI TabunganKU dan Rp 1.000 untuk setoran awal BSI Tabungan SimPel iB.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
BSI Siapkan Rekening Tanpa Biaya Administrasi Buat Program Tabungan Rp 50 Ribu Bagi 200 Juta Warga
Indonesia
Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?
Rencana pemerintah untuk membagikan saldo awal gratis dalam program pembukaan rekening bank massal bagi masyarakat Indonesia mendadak jadi perbincangan hangat.
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?
Indonesia
200 Juta Warga Bakal Dikasih Rekening Dengan Saldo Awal Rp 50 Ribu
Rencana pembukaan rekening, akan dilakukan secara bertahap. Diharapkan kebijakan ini dapat dimulai sebelum akhir 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
200 Juta Warga Bakal Dikasih Rekening Dengan Saldo Awal Rp 50 Ribu
Indonesia
Presiden Prabowo Mau Semua WNI Punya Rekening Bank di BRI atau BSI
Presiden Prabowo Subianto minta seluruh WNI memiliki rekening baru melalui BRI dan BSI.
Wisnu Cipto - Selasa, 08 September 2026
Presiden Prabowo Mau Semua WNI Punya Rekening Bank di BRI atau BSI
Bagikan