MerahPutih.com - Ramai perbincangan pembagian telepon seluler atau HP gratis kepada masyarakat untuk mendukung penyaluran bansos. Di mana, Presiden Prabowo Subianto ingin setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank, sekaligus memperkuat inklusi dan literasi keuangan nasional.
Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S Djojohadikusumo menegaskan pihaknya tidak pernah menyebut pembagian handphone (HP) gratis sebagai bagian dari program pembukaan rekening massal, menyusul pemberitaan yang berkembang beberapa waktu lalu.
Klarifikasi tersebut disampaikan sehubungan kesalahpahaman atas pidatonya dalam bahasa Inggris pada acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026, di Jakarta, Selasa (13/10), yang di dalamnya turut membahas program pembukaan rekening bank gratis.
Saya dikutip bahwa setiap warga akan dapat HP gratis. Bukan,
kata Hashim dalam Rapimnas Kadin, di Jakarta, Kamis (29/10).
Baca juga:
Hashim menjelaskan, pemerintah telah memutuskan pemberian rekening bank gratis bagi warga berusia 17 tahun ke atas, bukan pembagian telepon seluler (ponsel) gratis.
Berdasarkan data yang diterimanya, sekitar 30 persen masyarakat Indonesia atau 60 juta orang dari total 200 juta penduduk dewasa berusia di atas 17 tahun belum memiliki rekening bank.
Kondisi tersebut, menandakan adanya aktivitas ekonomi yang tidak tercatat. Sehingga program pembukaan rekening secara massal diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.
Selain itu, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) melalui rekening bank digital, sehingga bantuan pemerintah dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.
Hashim juga menilai penyaluran bantuan secara langsung kepada masyarakat dapat menjadi stimulus bagi perekonomian daerah. Sebab, tambahan penerimaan masyarakat berpotensi meningkatkan daya beli.
Sekaligus mendorong aktivitas ekonomi yang membuka peluang bagi pelaku usaha di daerah,
katanya.