MerahPutih.com - Pemerintah tengah mempersiapkan mekanisme penyediaan atau pembuatan rekening massal bagi seluruh masyarakat, salah satunya di Bank Syariah Indonesia (BSI). Hal itu menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank guna memperkuat inklusi keuangan dan tingkat literasi keuangan di dalam negeri.
Pemerintahan akan menyiapkan dana kurang lebih Rp 11 triliun untuk rencana pembukaan rekening massal bagi masyarakat. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan masing-masing rekening mendapatkan dana pembukaan sebesar Rp 50 ribu.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menyiapkan rekening BSI Tabunganku dan BSI Tabungan Simpel iB yang bebas biaya administrasi guna menindaklanjuti arahan dan amanah Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh masyarakat memiliki rekening tabungan.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menjelaskan kedua jenis rekening tersebut tidak dikenakan biaya administrasi karena memiliki akad wadiah (titipan).
Baca juga:
Saldo Awal Gratis 200 Juta Rekening WNI Butuh Rp 11 Triliun, Uangnya dari Mana?
BSI TabunganKu diperuntukkan bagi masyarakat berusia 17 tahun ke atas, sementara BSI Tabunganku SimPel iB diperuntukkan bagi masyarakat berusia di bawah 17 tahun.
Salah satu keunggulan utama rekening tersebut adalah bebas biaya administrasi bulanan dan terkoneksi dengan mobile banking BYOND by BSI.
Selain itu, rekening juga memiliki kemudahan berupa setoran awal minimal Rp 20ribu untuk BSI TabunganKU dan Rp 1.000 untuk setoran awal BSI Tabungan SimPel iB.
Dengan keunggulan tersebut, masyarakat dapat memiliki rekening tanpa perlu khawatir saldo berkurang akibat adanya biaya administrasi bulanan.
Sebagai contoh, ketika pemerintah menyalurkan bantuan sebesar Rp50.000 kepada penerima manfaat, nominal tersebut tidak akan terpotong oleh biaya administrasi bulanan karena rekening bebas biaya administrasi bulanan.
Dengan demikian, dana dapat tetap tersedia sesuai nominal yang diterima masyarakat dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat.
“Dengan kemudahan ini, kami berharap dana bantuan yang disalurkan pemerintah dapat diterima dan dimanfaatkan masyarakat secara optimal," kata Anggoro.
Pada saat yang sama, perseroan menyampaikan penggunaan akad wadiah juga memberikan pilihan layanan perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Terlebih jika masyarakat bisa mengatur keuangan yang baik terutama untuk kebutuhan jangka panjang dan investasi syariah melalui Tabungan Emas dan perencanaan ibadah haji sejak dini.
Melalui BSI TabunganKu dan BSI Tabungan SimPel iB, ia mengatakan BSI siap mendukung upaya pemerintah dalam memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat penetrasi keuangan syariah.
Perseroan menyampaikan, kehadiran rekening tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menyediakan layanan perbankan syariah yang mudah, terjangkau, dan memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia. (*)