Tak Cukup Perkuat Tata Kelola, Bank Jakarta Punya Strategi Khusus Dekati Pelaku UMKM

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
Tak Cukup Perkuat Tata Kelola, Bank Jakarta Punya Strategi Khusus Dekati Pelaku UMKM

Bank Jakarta. (Foto: dok tim media Bank Jakarta)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Bank Jakarta terus memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus memperluas akses layanan perbankan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Ibu Kota.

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo, menegaskan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Karena itu, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) menjadi salah satu prioritas yang terus diperkuat secara berkelanjutan.

"Bisnis bank itu adalah bisnis kepercayaan. Supaya bank ini bisa dipercaya, tata kelola sudah menjadi hal yang wajib dan itu terus-menerus kita bangun," kata Agus seusai diskusi bersama Lintas Generasi Aktivis (LIGA) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama 25, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (29/10).

Dalam diskusi bertema “Memperkuat Kepercayaan, Memperkuat Tata Kelola, Menggerakkan Jakarta Kota Global” tersebut, Agus menjelaskan bahwa penguatan GCG dilakukan melalui sejumlah langkah. Upaya itu mencakup peningkatan kepatuhan, pengelolaan risiko, hingga penguatan sistem pengendalian internal.

Menurutnya, seluruh aspek tersebut harus diterapkan secara konsisten agar operasional perbankan berjalan sehat, transparan, dan akuntabel. Tata kelola yang baik juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkuat kepercayaan nasabah.

Lima Prinsip GCG Jadi Landasan Bank Jakarta

Agus menyebut terdapat lima prinsip utama yang menjadi landasan penerapan tata kelola perusahaan, yakni transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, integritas, dan kewajaran.

Kelima prinsip tersebut perlu dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memastikan perusahaan menjalankan operasional secara bertanggung jawab serta mempertahankan kepercayaan masyarakat.

"Kelima prinsip ini harus terus dijaga dan diterapkan secara konsisten untuk memperkuat kepercayaan nasabah serta memastikan keberlangsungan bisnis Bank Jakarta," ujarnya.

Penguatan tata kelola tersebut berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kualitas manajemen risiko dan sistem pengawasan internal. Dengan demikian, Bank Jakarta berupaya menjaga kesehatan operasional sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang.

Baca juga:

Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas

Bank Jakarta Dekatkan Layanan Perbankan ke Pelaku UMKM

Selain memperkuat tata kelola, Bank Jakarta juga mengembangkan sentra mikro dan sentra UMKM untuk memperluas jangkauan layanan perbankan bagi pelaku usaha.

Strategi ini dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing kelompok usaha. Agus menjelaskan, pengembangan sentra mikro membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan sentra UMKM.

Pelaku usaha mikro, menurutnya, membutuhkan akses layanan yang lebih dekat dengan lokasi usaha dan pasar tempat mereka beraktivitas. Sementara itu, layanan untuk pelaku UKM dapat dipusatkan di sejumlah sentra tertentu.

"Kalau sentra UKM tidak perlu terlalu banyak karena bisa dipusatkan di sentra-sentra tertentu, kemudian pelaku usahanya yang bergerak. Namun, kalau mikro harus dekat dengan pasarnya," jelasnya.

Melalui penempatan layanan yang lebih dekat dengan pusat aktivitas ekonomi masyarakat, Bank Jakarta berharap pelaku usaha mikro semakin mudah mengakses layanan keuangan.

Kemudahan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan transaksi maupun pembiayaan untuk pengembangan usaha.

Jumlah Nasabah Bank Jakarta Capai Empat Juta Orang

Agus mengungkapkan, jumlah nasabah Bank Jakarta saat ini mencapai sekitar empat juta orang. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran jangkauan layanan perbankan yang terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Melalui penguatan tata kelola, peningkatan manajemen risiko, serta perluasan akses layanan bagi UMKM, Bank Jakarta berupaya menjaga kepercayaan nasabah sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat Jakarta,

Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H Widodo.

Dengan strategi tersebut, Bank Jakarta berupaya menjalankan dua agenda secara bersamaan, yakni memperkuat kepercayaan melalui tata kelola perusahaan dan memperluas peran perbankan dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.

Baca juga:

Bank Jakarta Perkuat Strategi Keuangan dan Reputasi Merek Lewat 2 Penghargaan

Bank Jakarta Terbuka terhadap Kritik dan Masukan

Dalam kesempatan yang sama, Agus mengapresiasi LIGA Pro Jakarta yang telah menggelar diskusi sekaligus memberikan masukan bagi kemajuan Bank Jakarta.

Ia menilai kritik konstruktif diperlukan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja perusahaan.

"Kami tentu tidak anti terhadap kritik membangun. Sebab, kritik diperlukan sebagai sarana evaluasi agar semakin baik lagi," imbuhnya.

Sementara itu, Presidium LIGA Pro Jakarta, Syafti Hidayat yang akrab disapa Ucok, mengapresiasi berbagai inovasi dan terobosan Bank Jakarta di bawah kepemimpinan Agus H Widodo.

Ia berharap Bank Jakarta terus meningkatkan kualitas layanan agar mampu bersaing dengan bank-bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun perbankan swasta.

"Semoga layanan Bank Jakarta dapat terus ditingkatkan dan bisa mengungguli bank-bank Himbara maupun swasta," pungkasnya. (Asp)

#Bank Jakarta #UMKM #Perbankan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tak Cukup Perkuat Tata Kelola, Bank Jakarta Punya Strategi Khusus Dekati Pelaku UMKM
Bank Jakarta memperkuat tata kelola perusahaan dan memperluas akses layanan UMKM. Dirut Agus H Widodo juga mengungkap jumlah nasabah mencapai 4 juta orang.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
Tak Cukup Perkuat Tata Kelola, Bank Jakarta Punya Strategi Khusus Dekati Pelaku UMKM
Indonesia
Kredit UMKM Diklaim Serap 12 Juta Tenaga Kerja, 1 Debitur Pekerjakan 3 Orang
Dampak penyaluran kredit program tidak hanya terlihat dari penyerapan tenaga kerja, tetapi juga dari peningkatan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan keluarga pelaku usaha.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Kredit UMKM Diklaim Serap 12 Juta Tenaga Kerja, 1 Debitur Pekerjakan 3 Orang
Berita Foto
Pelaku Usaha Ikuti Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club 2026
Head of Product, Portfolio and Partnership Bank Saqu, Martina Setiadinata memberikan pemaparan di Jakarta, Rabu (20/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 28 Oktober 2026
Pelaku Usaha Ikuti Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club 2026
Indonesia
Mulai 28 Oktober 2026, Penjual Online Dapat Diskon Biaya Marketplace 50 Persen
Usaha mikro memiliki modal usaha paling banyak Rp 1 miliar atau hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 2 miliar.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Mulai 28 Oktober 2026, Penjual Online Dapat Diskon Biaya Marketplace 50 Persen
Indonesia
Bunga Kredit Nasabah PNM Mekaar Dari 18–25 Ditargetkan Turun Jadi 8 Persen
Kementerian berfokus menyempurnakan aturan teknis dan menuntaskan perjanjian kerja sama penyaluran dengan PNM.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
Bunga Kredit Nasabah PNM Mekaar Dari  18–25 Ditargetkan Turun Jadi 8 Persen
Indonesia
Bank Jakarta Perkuat Strategi Keuangan dan Reputasi Merek Lewat 2 Penghargaan
Bank Jakarta meraih dua penghargaan 2026. Basaria Martha Juliana mendapat Indonesia Most Innovative CFO Awards, sementara Bank Jakarta meraih Best Brand Popularity kategori BPD.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Bank Jakarta Perkuat Strategi Keuangan dan Reputasi Merek Lewat 2 Penghargaan
Indonesia
IPO PAM JAYA dan Bank Jakarta Masih Dibahas, Belum Ada Keputusan Final
Adapun rencana IPO PAM Jaya dan Bank Jakarta menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam mendorong pengembangan kedua perusahaan daerah tersebut melalui pasar modal.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2026
IPO PAM JAYA dan Bank Jakarta Masih Dibahas, Belum Ada Keputusan Final
Indonesia
Kortastipidkor Polri Geledah Beberapa Lokasi Usut Dugaan Korupsi Terkait Fasilitas Kredit Perbankan
Penyidik telah menggeledah sejumlah lokasi, meminta keterangan sejumlah pihak, serta mengamankan dokumen yang dinilai relevan dengan perkara tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Kortastipidkor Polri Geledah Beberapa Lokasi Usut Dugaan Korupsi Terkait Fasilitas Kredit Perbankan
Indonesia
Karhutla Ancam Usaha Lokal, Pakar Minta Pemerintah Intervensi Penundaan Bayar Bunga Pinjaman
Mendesak otoritas keuangan dan perbankan untuk memberikan penundaan pembayaran atau penyesuaian bunga pinjaman bagi UMKM terdampak karhutla.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Oktober 2026
Karhutla Ancam Usaha Lokal, Pakar Minta Pemerintah Intervensi Penundaan Bayar Bunga Pinjaman
Indonesia
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Bank Jakarta menyiapkan Rp 5,87 triliun untuk proyek strategis DKI. Hal ini melalui kerja sama dengan BUMD, BUMN, hingga perangkat daerah DKI Jakarta.
Soffi Amira - Selasa, 13 Oktober 2026
Bank Jakarta Siapkan Potensi Pembiayaan Rp 5,87 Triliun untuk Proyek Strategis DKI
Bagikan