MerahPutih.com - Bank Jakarta menyiapkan potensi pembiayaan sebesar Rp 5,87 triliun melalui kerja sama strategis dengan badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), dan perangkat daerah DKI Jakarta.
Kolaborasi ini mencakup pembiayaan perumahan bagi pekerja sektor informal, elektrifikasi armada Transjakarta, hingga pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas.
Penandatanganan nota kesepahaman (MoU), perjanjian kerja sama, dan perjanjian kredit tersebut berlangsung dalam kegiatan Penandatanganan Kerja Sama Strategis BUMD, BUMN, dan Perangkat Daerah di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Senin (12/10).
Baca juga:
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta Dukung Pembiayaan Rumah bagi Pekerja Informal
Pada kerja sama tersebut, Bank Jakarta bersinergi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Jamkrida Jakarta untuk mendukung program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal.
Program ini memiliki potensi nilai Rp 587 miliar melalui penyaluran kredit dan penjaminan kredit.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pekerja sektor informal terhadap pembiayaan kepemilikan rumah.
Melalui dukungan pembiayaan dan penjaminan, pekerja yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan perbankan diharapkan memperoleh peluang lebih besar untuk memiliki hunian layak.
Selain sektor perumahan, Bank Jakarta mendukung percepatan transformasi transportasi publik melalui kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Kerja sama tersebut mencakup pembiayaan program elektrifikasi 3.782 armada. Nota kesepahaman ini berlaku selama tiga tahun dengan potensi nilai pembiayaan mencapai Rp 5,07 triliun.
Baca juga:
Bank Jakarta Salurkan Pembiayaan hingga Rp 500 Juta untuk 100 Pedagang Pasar Kramat Jati
Program elektrifikasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penggunaan energi yang lebih ramah lingkungan di sektor transportasi publik. Dukungan pembiayaan diharapkan dapat mempercepat pengembangan armada berbasis listrik sekaligus mendukung pengurangan emisi di Ibu Kota.
Sementara itu, Bank Jakarta juga bekerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk membiayai pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas. Fasilitas kredit yang disiapkan memiliki plafon Rp220 miliar dengan jangka waktu 15 tahun.
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarmoda transportasi dan meningkatkan aksesibilitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas, yang menjadi salah satu titik penting integrasi transportasi Jakarta.
Pramono Dorong Sinergi Menuju Kota Global
Melalui sambutannya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, transformasi Jakarta menuju Top 50 Global City pada 2030 membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem perkotaan.
Menurut dia, sinergi diperlukan untuk memperkuat infrastruktur, konektivitas, teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota.
ujar Pramono
Ia menekankan bahwa setiap kesepakatan yang ditandatangani harus ditindaklanjuti melalui program konkret, target terukur, dan tata kelola yang baik.
Keberhasilan kerja sama, lanjutnya, tidak cukup diukur dari jumlah perjanjian yang ditandatangani, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Ukuran keberhasilan kita bukan pada seberapa banyak perjanjian yang ditandatangani, melainkan pada seberapa besar manfaat yang dirasakan oleh warga Jakarta dari kerja sama ini," tegasnya.
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Saefullah Hidayat, mengatakan Pemprov DKI terus memperkuat kolaborasi antara BUMD, BUMN, dan perangkat daerah untuk mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Baca juga:
Bank Jakarta Bakal Bangun Biodigester di Rorotan, Bisa Olah 500 Kg Sampah Organik per Hari
"BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Jakarta. Peran tersebut tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga mencakup pelayanan masyarakat dan penggerak perekonomian daerah," ujar Saefullah.
Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta mencatat 52 kerja sama strategis hingga triwulan III 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 27 kerja sama antara BUMD dan BUMN serta 25 sinergi antar-BUMD yang melibatkan 14 BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.
Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari transportasi, infrastruktur digital, pengelolaan air bersih dan air limbah, penjaminan, hingga penyediaan produk dan jasa perbankan.
Dalam rangkaian kegiatan yang sama, sebanyak 15 kerja sama ditandatangani dengan cakupan sektor kesehatan, pembiayaan perumahan, pendidikan dan ketenagakerjaan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, serta transportasi publik.
Kerja Sama BUMD Mencakup Kesehatan hingga Energi Rendah Karbon
Di sektor kesehatan, delapan BUMD bekerja sama dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah Seluruh Indonesia (ARSADA), yang menaungi 31 rumah sakit daerah.
Kolaborasi tersebut mencakup dukungan rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, layanan air bersih, pembiayaan dan penjaminan, serta integrasi layanan wisata kesehatan dan perhotelan.
Pada sektor infrastruktur digital, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo bekerja sama dengan PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia untuk pemanfaatan sarana telekomunikasi dan layanan konektivitas.
Kerja sama dengan PT Danareksa (Persero) juga mencakup penyelenggaraan media periklanan, CCTV, pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.
Sementara itu, pengembangan energi rendah karbon dilakukan melalui kolaborasi Perumda Paljaya dengan PT Pertamina (Persero) untuk menjajaki pemanfaatan limbah Fat, Oil, and Grease (FOG) sebagai bahan baku biofuel.
Transjakarta juga menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk mengembangkan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon bagi transportasi publik.
Sinergi antar-BUMD turut diperkuat melalui kerja sama PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) dan PT MRT Jakarta dalam pengembangan kawasan, properti, serta konsep Transit-Oriented Development (TOD) pada jalur MRT Jakarta East–West.
Selain kerja sama bisnis dan infrastruktur, Pemprov DKI Jakarta juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pelatihan bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi.
Sampai akhir 2026, program tersebut direncanakan mencakup 16 kelas dengan total 320 peserta.
Materi pelatihan meliputi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, housekeeping, hospitality, dan kelistrikan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan serta kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja.
Menurut Saefullah, kemitraan lintas sektor merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem perkotaan yang modern dan tangguh. (Asp)