MerahPutih.com – Empat anak buah kapal (ABK) asal Indonesia berhasil dibebaskan dari penyanderaan perompak di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah, setelah melalui proses negosiasi panjang sejak Januari lalu.
“Negosiasi dengan para pembajak akhirnya membuahkan kesepakatan pada 3 Maret 2026 untuk membebaskan sembilan sandera, termasuk empat WNI,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah, dalam keterangan resmi, Jumat (6/3).
Baca juga:
Indonesia Gandeng China Buru Bajak Laut Penculik ABK WNI di Gabon
Kronologis Pembebasan ABK WNI
Identitas empat ABK WNI yang berhasil dibebaskan itu Abdul Ajis, Aditia Permana, Mohamad Fardan Mubarok, dan Eka Trenggana.
Mereka dibebaskan para perompak Kamis (5/3) pukul 22.05 waktu setempat. Setelah pemeriksaan kesehatan, para ABK akan dipulangkan ke Indonesia.
Brigjen Aulia menambahkan keberhasilan ini bukan hanya hasil kerja TNI, melainkan kolaborasi lintas negara.
“Ini adalah bukti nyata bahwa diplomasi pertahanan dan kerja sama internasional sangat penting dalam melindungi warga negara Indonesia di luar negeri,” imbuhnya, dilansir Antara.
Baca juga:
Kronologis ABK WNI Diculik Bajak Laut di Gabon, Kapal Disergap Dini Hari
Kawanan Perompakan di Teluk Guinea
Teluk Guinea dikenal sebagai salah satu kawasan paling rawan perompakan dunia. Laporan International Maritime Bureau (IMB) pada 2025 tercatat lebih dari 80 insiden perompakan di kawasan ini.
Mayoritas kasus melibatkan penculikan ABK untuk tebusan. Indonesia sendiri memiliki ratusan ABK yang bekerja di kapal-kapal internasional di kawasan Afrika Barat dan Tengah, sehingga risiko penyanderaan menjadi perhatian serius pemerintah. (*)

