Makkah Jadi Target Serangan Drone, WNI di Jeddah Hingga Taif Diminta Waspada

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Makkah Jadi Target Serangan Drone, WNI di Jeddah Hingga Taif Diminta Waspada

Arsip - Kota Makkah, Arab Saudi. ANTARA/Citro Atmoko

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia merilis imbauan darurat bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi guna meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi menyusul maraknya gempuran serangan drone yang diduga diluncurkan kelompok milisi Houthi asal Yaman.

Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi,

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/9).

Pemerintah Indonesia memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya WNI yang menjadi korban luka maupun jiwa dalam rentetan serangan udara tersebut.

Baca juga:

Arab Saudi Tembak Jatuh Drone Iran Yang Sasar Kilang Minyak

Apabila berada dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah via hotline +966 50 360 9667

"Perwakilan RI di Arab Saudi juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat," tandas Heni.

Direktur
Arsip - Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu Heni Hamidah. (ANTARA/Cindy Frishanti)

Pencegatan Serangan Drone di Makkah Selatan

Aksi serangan drone militer itu dikonfirmasi Juru Bicara Koalisi Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki. Dikutip Antara, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil memusnahkan drone musuh di sektor selatan Makkah sebelum sempat menembus kawasan terlarang.

Eskalasi keamanan yang mendadak memanas itu memicu otoritas Kerajaan Arab Saudi menerbitkan peringatan bahaya secara beruntun bagi beberapa kawasan vital, meliputi Kota Suci Makkah, Jeddah, hingga wilayah Taif.

Baca juga:

Houthi Serang 3 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi, CENTCOM Usulkan Hentikan Serangan di Hormuz

Situasi mencekam sempat memaksa Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi menginstruksikan seluruh masyarakat untuk berdiam diri di dalam rumah serta menghindari area terbuka pada Selasa (15/9) kemarin sebelum akhirnya menyatakan kondisi aman terkendali.

Insiden serangan udara yang menyasar zona Makkah ini tercatat sebagai upaya agresif kedua yang dilancarkan pihak milisi sejak insiden tembakan rudal balistik pada Juli 2017 silam.

Houthi Bantah Serang Arab Saudi

Di lain pihak, Gerakan Ansar Allah atau kelompok Houthi secara tegas menampik tuduhan bahwasanya mereka telah mengarahkan muatan bahan peledak ke area situs suci umat Islam di Makkah.

Melalui saluran resmi kantor berita Saba, sumber militer Houthi menegaskan tidak ada ancaman apa pun yang dilayangkan dari wilayah Yaman ke tempat-tempat ibadah di Arab Saudi.

Kendati pihak Houthi membeberkan bantahan resmi, instansi Perwakilan RI di Arab Saudi dipastikan tidak membuang waktu dan tetap menggelar koordinasi intensif bersama aparat keamanan setempat. (*)

#Arab Saudi #WNI #Pemberontak Houthi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Makkah Jadi Target Serangan Drone, WNI di Jeddah Hingga Taif Diminta Waspada
Arab Saudi dihujani serangan drone Houthi yang mengincar kawasan Makkah. Kemlu RI minta WNI tingkatkan kewaspadaan dan catat nomor darurat ini!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
Makkah Jadi Target Serangan Drone, WNI di Jeddah Hingga Taif Diminta Waspada
Indonesia
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Kemenlu memiliki tugas memberikan pelindungan kepada WNI di luar negeri.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Kemenlu Dalami Klaim Ukraina soal 8 WNI Direkrut Jadi Militer Rusia
Indonesia
Sudah Jelas! 1.512 Anak Pekerja Migran di Malaysia Akhirnya Diberikan Kewarganegaraan Indonesia
Berawal dari penegasan status kewarganegaraan, ini akan menjadi pintu bagi anak-anak kita untuk bersekolah, melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Sudah Jelas! 1.512 Anak Pekerja Migran di Malaysia Akhirnya Diberikan Kewarganegaraan Indonesia
Indonesia
Kapal Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Kapal tunda terbalik di Busan, Korea Selatan, menewaskan satu awak. Dua ABK WNI ikut jadi korban, satu selamat, satu masih hilang.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Kapal  Berbobot 268 Ton Terbalik di Busan Korea Selatan, ABK WNI Ikut Hilang
Indonesia
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Pemerintah menelusuri pihak yang merekrut 8 WNI yang diduga awalnya ditawari pekerjaan sebelum diarahkan mengikuti dinas militer Rusia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Terungkap Awal Mula 8 WNI Diduga Masuk Militer Rusia, Pemerintah Kini Telusuri Perekrutnya
Indonesia
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Kasus 8 WNI yang diduga direkrut menjadi tentara Rusia mendapat perhatian pemerintah. Yusril meminta masyarakat waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Yusril Ingatkan Masyarakat Tak Gegabah
Indonesia
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Sebanyak 8 WNI bergabung dengan militer Rusia. DPR meminta pemerintah untuk tidak kecolongan lagi.
Soffi Amira - Rabu, 02 September 2026
8 WNI Gabung Militer Rusia, DPR Soroti Konsekuensi Status Kewarganegaraan
Indonesia
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Jika ada WNI yang bergabung dengan militer negara asing maka status kewarganegaraan Indonesia akan hilang.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Diduga 8 Orang Gabung Tentara Rusia, DPR Sebut Otomatis Kehilangan Kewarganegaraan Indonesia
Indonesia
Dasco dapat Info 8 WNI Gabung Militer Rusia Awalnya Daftar Lowongan Satpam
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mendapatkan informasi adanya dugaan 8 WNI itu menjadi korban penipuan lowongan kerja satpam di luar negeri.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Dasco dapat Info 8 WNI Gabung Militer Rusia Awalnya Daftar Lowongan Satpam
Indonesia
Kemlu RI Verifikasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dalami Dugaan Penipuan
Kemlu RI memverifikasi informasi 8 WNI yang disebut direkrut menjadi tentara Rusia. Pemerintah juga mendalami dugaan penipuan, eksploitasi, dan tawaran kerja.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 01 September 2026
Kemlu RI Verifikasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia, Dalami Dugaan Penipuan
Bagikan