MerahPutih.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia merilis imbauan darurat bagi seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi guna meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi menyusul maraknya gempuran serangan drone yang diduga diluncurkan kelompok milisi Houthi asal Yaman.
Perwakilan RI di Arab Saudi mengimbau WNI untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi resmi Arab Saudi,
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah, dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (16/9).
Pemerintah Indonesia memastikan hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya WNI yang menjadi korban luka maupun jiwa dalam rentetan serangan udara tersebut.
Baca juga:
Apabila berada dalam kondisi darurat, WNI di Arab Saudi dapat menghubungi KBRI Riyadh melalui hotline +966 569173990 atau KJRI Jeddah via hotline +966 50 360 9667
"Perwakilan RI di Arab Saudi juga terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat," tandas Heni.

Arsip - Direktur Pelindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (BHI) Kemlu Heni Hamidah. (ANTARA/Cindy Frishanti)
Pencegatan Serangan Drone di Makkah Selatan
Aksi serangan drone militer itu dikonfirmasi Juru Bicara Koalisi Pemulihan Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki Al-Malki. Dikutip Antara, Pasukan Pertahanan Udara Kerajaan Arab Saudi berhasil memusnahkan drone musuh di sektor selatan Makkah sebelum sempat menembus kawasan terlarang.
Eskalasi keamanan yang mendadak memanas itu memicu otoritas Kerajaan Arab Saudi menerbitkan peringatan bahaya secara beruntun bagi beberapa kawasan vital, meliputi Kota Suci Makkah, Jeddah, hingga wilayah Taif.
Baca juga:
Houthi Serang 3 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi, CENTCOM Usulkan Hentikan Serangan di Hormuz
Situasi mencekam sempat memaksa Dinas Pertahanan Sipil Arab Saudi menginstruksikan seluruh masyarakat untuk berdiam diri di dalam rumah serta menghindari area terbuka pada Selasa (15/9) kemarin sebelum akhirnya menyatakan kondisi aman terkendali.
Insiden serangan udara yang menyasar zona Makkah ini tercatat sebagai upaya agresif kedua yang dilancarkan pihak milisi sejak insiden tembakan rudal balistik pada Juli 2017 silam.
Houthi Bantah Serang Arab Saudi
Di lain pihak, Gerakan Ansar Allah atau kelompok Houthi secara tegas menampik tuduhan bahwasanya mereka telah mengarahkan muatan bahan peledak ke area situs suci umat Islam di Makkah.
Melalui saluran resmi kantor berita Saba, sumber militer Houthi menegaskan tidak ada ancaman apa pun yang dilayangkan dari wilayah Yaman ke tempat-tempat ibadah di Arab Saudi.
Kendati pihak Houthi membeberkan bantahan resmi, instansi Perwakilan RI di Arab Saudi dipastikan tidak membuang waktu dan tetap menggelar koordinasi intensif bersama aparat keamanan setempat. (*)