MerahPutih.com - Sebanyak 50 para calon pekerja migran antusias mengikuti kegiatan Penguatan Komunikasi Global dalam program SMK Go Global di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ISO Japan, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (15/6/2026).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina berkolaborasi dengan LPK ISO Japan didukung oleh PT Pupuk Indonesia Logistik, yang merupakan bagian dari project mata kuliah Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial. Program SMK Go Global menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Para peserta mengikuti penguatan komunikasi global dengan cara berdiri, sesuai dengan kebiasaan pembelajaran mereka di LPK ISO Japan. Pasalnya, ketika nanti bekerja di Negeri Sakura, para calon pekerja migran ini akan diuji ketahanan bekerja berjam-jam berdiri, terutama di sector manufaktur.
Salah satu peserta Diah Revani (21) lulusan SMK di Indramayu, mengaku kegiatan ini sangat seru. Apalagi pada sesi kedua ada kegiatan hipnoterapi.
Baca juga:
Indonesia Ingin Jadi Pemasok Pekerja Migran Kapal Pesiar Dunia
Kegiatan ini sangat memotivasi kami. Kami berharap tim kami yang akan segera berangkat nanti diperlancar, dan ilmu yang kami dapat hari ini menjadi bekal kami terima kasih untuk Universitas Paramadina,
tuturnya.
Hal senada juga diutarakan oleh Haikal (20), asal Palu, Sulawesi Tengah. "Sangat seru dan kita di sini banyak ilmu dalam bermedia sosial, publik speaking diberikan tata cara bagaimana baiknya untuk bermedia sosial, diberitahu risikonya agar lebih berhati-hati agar lebih kedepan," ujarnya .
Sementara, Ketua Pelaksana acara ini Andreas Wellman Marbun berterima kasih atas partisipasi para peserta yang mengikuti kegiatan dari pagi hingga sore. Menurutnya, Jepang membangun kesuksesannya tidak hanya dalam sehari maupun setahun. Kesuksesan dibangun sesuai dengan filosofi Kaizen yakni dari perubahan menuju ke arah yang lebih baik.
Hari ini kita memberikan materi ada soal komunikasi untuk menjadi bekal di Jepang. Kemudian dibawa kembali ke Indonesia disebarkan ke teman-teman Indonesia, sehingga semua terinfluence bahwa kerja keras kedisplinan dan etika serta kesuksesan tidak dibangun sehari, tetapi dibangun dari hasil kerja keras,
kata Andreas.
Teman-teman sudah bekerja keras dalam beberapa bulan kebelakangan ini sebentar lagi akan berangkat. Semoga sukses untuk teman-teman nanti di sana, semoga bisa membawa nama baik keluarga, bisa membahagiakan keluarga,
tambahnya.
Dosen Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial Universitas Paramadina, Dwi Purbaningrum mengaku, terkesan dengan model pembelajaran para lulusan SMK yang mengikuti pelatihan di ISO Japan.
Bagi saya lulusan SMK punya potensi untuk bekerja di luar negeri, cuma mereka harus dibekali dengan ilmu terkait manajemen diri, komunikasi dan pembelajaran di negara penempatan, supaya mereka tidak gagal karena ada perbedaan kultur dalam kerja di luar negeri dan Indonesia dan bisa menempatkan diri,
ucapannya
Pemberdayaan sosial sambung Dwi, menjadi salah satu jalan yang bisa diadopsi oleh Pemerintah, pemangku kepentingan, industri atau perusahaan untuk meningkatkan keahlian lulusan SMK agar bisa diterima di pasar global.
Presiden Direktur PT Bersama yang menaungi LPK ISO Japan, Yadi Suryadi menyambut baik kegiatan yang dilakukan para mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina.
Menurutnya kolaborasi ini bisa terus berlanjut untuk membuka wawasan para siswa-siswi LPK ISO Japan. Dikatakannya, sebagai pihak penyelenggara masih banyak kekurangan, karena tidak memiliki keahlian dalam ilmu komunikasi.
Kami sangat senang akan menjadi nilai plus. Saya katakan kepada anak-anak coba lihat dan adopsi serta terapkan. Karena tidak hanya bekerja, tapi mereka harus menjadi wajah Indonesia dengan pola komunikasi yang baik,
ujarnya.
Dengan adanya program SMK Go Global dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) lalu didukung Mahasiswa S2 Komunikasi Universitas Paramadina, adalah bentuk sinergitas dan kepedulian terhadap penempatan pekerja migran khususnya yang bekerja di sektor formal.
Saya berharap Pemerintah selain melihat sektor informal, mendukung juga yang formal. Karena yang formal ini sasarannya kepada anak-anak muda yang ketika lulus sekolah sudah bisa bekerja bahkan di luar negeri dengan Upskilling Komunikasi yang mumpuni,
ungkapnya.
Penguatan materi kegiatan ini sesuai kebutuhan para calon pekerja migran di sana, yakni Public Speaking di Negeri Penempatan yang diisi oleh jurnalis Valentina Sitorus, Branding Diri, Menjadi Wajah Indonesia di Luar Negeri dengan narasumber Anissa Nurul Rahma seorang Edukator, dan sesi ketiga Bijak Bermedia Sosial di Jepang oleh Jurnalis Fifa Chazali.