Merahputih.com - Pada Kamis (30/7), ribuan pemuda asal Maroko berkumpul di perbatasan antara Maroko dan Ceuta. Kemudian, ratusan orang di antaranya menyeberang secara ilegal ke wilayah Spanyol.
Mengendalikan situasi, Kementerian Dalam Negeri Spanyo, mengerahkan ratusan polisi dan tentara ke wilayah yang berada di Afrika Utara tersebut.
Angkatan bersenjata akan memperkuat Garda Sipil dalam menjalankan kewenangannya dan kewenangan lain yang mungkin diperlukan untuk menjaga keamanan di kota Ceuta,
kata kementerian tersebut dikutip BBC, Jumat (31/7).
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengerahkan setidaknya 200 petugas polisi khusus dan 60 personel militer untuk memperkuat Guardia Civil. Pemerintah juga tengah mengoordinasikan pemulangan para imigran dengan otoritas Maroko.
Baca juga:
Ribuan Imigran Menyebrang ke Kota Otonom Spanyol Ceuta di Afrika Utara
Pada Kamis (30/7), perbatasan Beni Ansar chaos. Sebanyak 18 orang migran tenggelam saat mencoba mencapai Ceuta. Sehingga menurut catatan beberapa bulan terakhir, total ada 60 migran yang tewas saat mencoba menyeberang ke Ceuta. Diperkirakan 49.000 migran telah menyeberang ke wilayah tersebut.
Lewat akun X, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan pemerintahnya fokus pada memberikan respons segera terhadap krisis tersebut.
"Kami memobilisasi semua sumber daya yang diperlukan, bekerja sama dengan otoritas Maroko dan internasional, dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan keadaan normal secepat mungkin," dikutip dari Le Monde.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez akan mengunjungi wilayah kantong (enklave) Spanyol, Ceuta, di Afrika Utara, di tengah lonjakan upaya penyeberangan ilegal oleh para migran. Sanchez dijadwalkan bertolak ke Ceuta bersama Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska.
Perdana menteri akan mengunjungi pagar pemecah gelombang di Pantai Tarajal, tempat ia dijadwalkan bertemu dengan para aparat penegak hukum. Setelah itu, ia akan mengadakan pertemuan dengan para pejabat setempat, termasuk Wali Kota sekaligus Presiden Ceuta, Juan Jesus Vivas.
Ceuta sendiri merupakan kota otonom dan wilayah eksklave milik Spanyol yang terletak di pesisir pantai Afrika Utara, berbatasan langsung dengan negara Maroko, serta menghadap ke Selat Gibraltar. Posisinya berbatasan darat dan di pisahkan laut ini kerap menjadi jalur yang perpindahan migran yang mencoba mencapai Eropa. (Tka)

