MerahPutih.com - Fenomena langka gerhana Matahari total pada Rabu (12/8) memicu lonjakan luar biasa harga hotel hingga 500 persen di berbagai wilayah Spanyol.
Ratusan ribu wisatawan tambahan diperkirakan mendatangi jalur totalitas gerhana, membuat akomodasi di sejumlah kota habis terjual.
Baca juga:
Jadwal Fenomena Gerhana 2026: Dari Cincin Api Hingga Gerhana Matahari Total
Lonjakan Harga Hotel
Di Soria, salah satu lokasi terbaik menyaksikan gerhana, harga rata-rata kamar hotel melonjak dari kurang dari 150 euro (Rp 3,1 juta) sepekan sebelumnya menjadi sekitar 900 euro (Rp 18,7 juta) untuk malam gerhana.
Kepada RTVE, Selasa (11/8), Carlos, pemilik Dauria Suites, mengaku tarif kamarnya naik dua kali lipat menjadi 250–260 euro (Rp5,2–Rp5,3 juta).
Namun, Carlos menambahkan tarif harga di penginapannya masih jauh lebih rendah dibanding hotel-hotel lain.
Situasi ini tentu saja harus kami manfaatkan, tetapi tidak sampai berlebihan,
Carlos, pemilik Dauria Suites
Kenaikan Meluas ke Banyak Kota
Menurut analisis El País, harga hotel di Zaragoza, León, dan Burgos naik lebih dari 500 persen, sementara di Palencia, Valladolid, Teruel, dan Oviedo melonjak lebih dari 240 persen.
Dari 23 ibu kota provinsi di jalur gerhana, 21 mengalami kenaikan harga. Dilansir Antara, hanya kota Valencia yang menjadi pengecualian, dengan harga hotel tetap stabil.
Baca juga:
Fenomena Astronomi Singkat, Dampak Ekonomi Panjang
Pemerintah Spanyol memperkirakan tambahan 446.700 wisatawan akan datang ke wilayah jalur totalitas pada 10–16 Agustus, terdiri dari 164.000 wisatawan internasional dan 282.000 wisatawan domestik.
Lonjakan ini diperkirakan menghasilkan tambahan belanja pariwisata sebesar 342,19 juta euro, dengan wisatawan asing menyumbang lebih dari 70 persen.
Fase totalitas gerhana hanya berlangsung kurang dari dua menit, namun efeknya dramatis bagi wisata Spanyol. Bagi wilayah pedesaan Spanyol, dampak ekonominya bisa bertahan jauh lebih lama dibanding durasi fenomena astronomi itu sendiri. (*)