MerahPutih.com - Lebih dari 20.000 migran dikabarkan menyeberangi perbatasan darat menuju Ceuta, sebuah kota otonom Spanyol di Afrika Utara. Ekodus ini tanpa menemui perlawanan dari pasukan keamanan Maroko.
Setelah sebagian besar migran tersebut menyeberangi perbatasan, polisi pun turun tangan untuk berusaha mengendalikan arus migran dan mengarahkan mereka ke gudang-gudang yang digunakan sebagai pusat penahanan sementara, menurut laporan surat kabar itu pada Kamis (30/7).
Pada pekan ini, Kota Ceuta mengalami lonjakan tajam kedatangan jumlah migran dari Maroko yang berusaha memasuki kota otonom Spanyol yang terletak di Afrika Utara itu dengan berenang maupun berjalan kaki.
Baca juga:
Bring Your Own Hammer Rilis 'From the Tombs', Angkat Kisah Kelam Imigran Irlandia
Seperti dilaporkan surat kabar El Mundo, pada Kamis (30/7), ribuan pemuda asal Maroko berkumpul di perbatasan Maroko dan Ceuta. Selanjutnya, pihak berwenang mengerahkan tambahan pasukan polisi, militer, dan penjaga sipil ke kota tersebut.
Eksodus ini diyakini akan kembali mendorong eropa dalam krisis imigran, setelah sebelumnya ribuan orang menyebrang melalui laut mediterania menuju berbagai negara di Eropa dengan tingkat kematian yang tinggi saat menyebrang.

