Pemprov DKI Putar Otak Supaya Trotoar Kebon Sirih Tak Dibikin Semrawut Pencari Suaka
Sekertaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah (MP/Asropih)
MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI saat ini tengah memutar otak mencari solusi agar trotoar sepanjang Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat tak dipakai tidur dengan menggunakan tenda oleh para Warga Negara Asing (WNA) pencari suaka.
Sebab, bila WNA tersebut terus menggelandang di trotoar Kebon Sirih, dikhawatirkan akan menyebabkan kesemrawutan.
"Jangan sampai mereka mendirikan tenda-tenda disitu gitu. Akan menjadi sangat semrawut nantinya," kata Sekertaris Daerah DKI Jakarta, Saefullah di Balai Kota DkI, Jakarta Pusat, Rabu (10/7).
BACA JUGA: Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih Depresi Tunggu Kepastian UNHCR
Saefulloh pun meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan pihak United Nations High Commissioner for Refugeest (UNHCR) untuk menyikapi persoalan pencari suaka yang bermukim di trotoar itu.
"Kita minta ini nanti yang melakukan pertimbangan-pertimbangannya adalah Kemenlu dan UNHCR. Kalau kita adalah persoalan alasan kemanusiaannya dan kepentingan umum trotoar itu," jelas Saefullah.
Saefullah mengaku telah menggelar rapat dengan Kemenlu dan UNHCR. Usai rapat koordinasi tersebut, lanjut Sekda, Pemprov DKI ingin para suaka dicarikan tempat yang layak, lantaran selama ini sudah tidur di trotoar.
"Tadi kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenlu, Kemendagri, juga setelah ini tadi Kemenlu dan TNI juga kita minta saran-sarannya. Dari sisi Pemda, pertama, karena pencari suaka ini kan sudah menempati fasilitas umum ya, hiruk-pikuknya trotoar itu dipakai," jelasnya.
Seperti diketahui, beberapa hari belakangan ini ratusan para pencari suaka yang berasal dari beberapa negara Afghanistan, Pakistan, Somalia, Sudan, dan Palestina kini tidur di Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat setelah sebelumnya menetap di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat.
BACA JUGA: Alasan Satpol PP Tak Usir WNA Pencari Suaka dari Jalan Kebon Sirih
Mereka mengandalkan makanan pemberian masyarakat dan toilet di masjid, mereka bertahan hidup di tengah jalan. Tuntutan pengungsi tersebut karena mereka enggan dikembalikan ke tempat asalnya. Sebab, saat ini keadaan sedang tidak kondusif karena terjadi konflik di negaranya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Masalah Banjir, Gubernur Pramono Minta Warga tak Buang Sampah Sembarangan
BPBD DKI Ungkap Cuaca Ekstrem masih akan Terjadi hingga 1 Februari
DPRD DKI Pertanyakan Program Jitu Pramono Atasi Banjir
Melihat Banjir Setinggi 50 Sentimeter Rendam Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat
Pengendara Tewas Terjebak Macet di Jakbar, DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir oleh Gubernur Pramono
Banjir Rendam Sejumlah Ruas Wilayah, Polri Siagakan 128.247 Personel secara Nasional
Banjir Menggenang di Sejumlah Ruas Jalan Jakarta, Semua Anggota Polisi Siaga untuk Lakukan Evakuasi
Jumat (23/1) Pagi, 125 RT di Jakarta Terendam Banjir
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan hingga Sabtu, Gubernur Pramono: Pasti Ada yang Buka karena Asosiasi tak Bisa Melarang
Hujan Deras Hari ini Sebabkan Banjir di Jakarta, 15 RT dan 20 Ruas Jalanan Tergenang