Pengendara Tewas Terjebak Macet di Jakbar, DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir oleh Gubernur Pramono

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 23 Januari 2026
Pengendara Tewas Terjebak Macet di Jakbar, DPRD DKI Kritik Penanganan Banjir oleh Gubernur Pramono

Polisi memeriksa seorang pria pengendara mobil berinisial AR (51) yang tewas dalam mobilnya di tengah kepadatan lalu lintas jalan layang (flyover) Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Kamis (22

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KORBAN terkait dengan banjir kembali bertambah dengan kematian seorang pengendara mobil ketika terjebak kemacetan di tengah-tengah banjir yang mengenang Jalan Latumeten, Jelambar, Jakarta Barat, Kamis (22/1) siang. Insiden tersebut mendatangkan respons keras dari anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, mengenai penanganan banjir oleh Pemerintah DKI.

"Sekali lagi, nyawa seseorang harus terenggut di tengah-tengah banjir yang menggenangi Jakarta. Padahal, belum lama ini, ada juga korban yang jatuh karena tersengat listrik korsleting ketika terjadi banjir," kata Kevin, Kamis (22/1).

Ia menegaskan kasus kematian terkait dengan banjir ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut. Pemprov DKI harus bisa melindungi nyawa penduduknya. "Semoga ini jadi insiden yang terakhir kalinya, tidak boleh terulang di masa depan," ucapnya.

Kevin mengritik pernyataan Gubernur Pramono Anung yang mengklaim banjir di Jakarta bisa surut dalam waktu paling lama 1,5 jam saja ketika meresmikan Waduk Batu Licin di Cilangkap, Jakarta Timur.

Baca juga:

Pengemudi Sigra Tewas Saat Terjebak Macet Banjir Jakbar, Polisi Temukan Inhaler dalam Mobil


"Pemprov DKI harus sadar bahwa yang lebih penting daripada kecepatan menyurutkan air dan lain-lain adalah keselamatan nyawa orang. Jadi saya pikir Pemprov DKI tidak perlu terlalu bangga dengan kemampuan menangani air kalau ternyata masih ada korban yang berjatuhan juga," tegasnya.

Ia mendorong agar di masa depan Pemprov DKI lebih responsif terhadap permasalahan-permasalahan seputar banjir yang bisa membahayakan nyawa seseorang. "Seperti dalam kasus kematian ini kan terjadi dalam kondisi jalanan yang macet, harusnya Pemprov DKI bisa gercep berkoordinasi dengan pihak-pihak bersangkutan untuk mengurai kemacetan dan membuat jalanan jadi lancar kembali," ujarnya.

"Hal seperti itu menentukan tipis antara hidup dan mati banyak orang di sini, terlebih yang kondisi fisiknya tidak sedang baik-baik saja atau sakit," tutupnya menyambungkan.(Asp)

Baca juga:

Banjir Rendam Sejumlah Ruas Wilayah, Polri Siagakan 128.247 Personel secara Nasional

#Banjir #DKI Jakarta #DPRD DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dinas Bina Marga DKI Lempar Polemik JPO tanpa Tangga di DPR ke Diskominfotik
Meminta awak media untuk menanyakan masalah raibnya tangga JPO di Gedung MPR/DPR ke Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta.
Dwi Astarini - Jumat, 14 Agustus 2026
Dinas Bina Marga DKI Lempar Polemik JPO tanpa Tangga di DPR ke Diskominfotik
Indonesia
Waskita Kejar Penyambungan Rel LRT Jakarta Velodrome-Manggarai yang Diresmikan Akhir Agustus
Waskita menyebut, secara keseluruhan, pekerjaan LRT Jakarta telah mendekati akhir.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
Waskita Kejar Penyambungan Rel LRT Jakarta Velodrome-Manggarai yang Diresmikan Akhir Agustus
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Indonesia
KPK Periksa Anggota DPRD Jakarta Bebizie terkait dengan Kasus Rita Widyasari
Bebizie diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi per metrik ton produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur,
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
KPK Periksa Anggota DPRD Jakarta Bebizie terkait dengan Kasus Rita Widyasari
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
JPO Depan Gedung DPR tak Punya Akses Tangga, ini Kata Gubernur Pramo Anung
JPO tersebut sebelumnya dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
JPO Depan Gedung DPR tak Punya Akses Tangga, ini Kata Gubernur Pramo Anung
Indonesia
Fraksi PKS DPRD DKI Kecam Challenge Hafalan Alqurab Berhadiah Miras, Desak Polisi Turun Tangan
Harus ada sanksi hukum untuk pihak-pihak yang sengaja membuat tantangan baca surah Alquran berhadian miras, agar ada efek jera.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Fraksi PKS DPRD DKI Kecam Challenge Hafalan Alqurab Berhadiah Miras, Desak Polisi Turun Tangan
Indonesia
Ketua DPRD DKI Kecam Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras
Tindakan tersebut sudah menyakiti perasaan umat beragama khususnya umat Islam.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Ketua DPRD DKI Kecam Tantangan Hafalan Alquran Berhadiah Miras
Indonesia
Progres Pembangunan MRT Lanjutan Bundaran HI ke Kota sudah Capai 63 Persen
Pembangunan MRT Jakarta merupakan salah satu dari tiga mandat yang diberikan pemerintah pusat kepada MRT Jakarta.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Progres Pembangunan MRT Lanjutan Bundaran HI ke Kota sudah Capai 63 Persen
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Pramono menginstruksikan jajarannya untuk menghentikan pemberian izin pihak swasta tersebut dalam mengelola sampah.
Dwi Astarini - Rabu, 12 Agustus 2026
Gubernur Pramono Minta Anak Buahnya Jatuh Sanksi ke Pihak Swasta yang Kelola Pembuangan Sampah Liar di Cilincing
Bagikan