Merahputih.com - Wakil Ketua DPR, Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam penanganan COVID-19. Sehingga, pemerintah harus melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan generasi muda.
"Keterlibatan masyarakat sangat penting dalam penanganan pandemi," ujar Muhaimin dalam keterangannya, Jumat (13/8).
Baca Juga:
Persiapkan Kebutuhan Pokok Ini Sebelum PPKM Darurat
Pandemi COVID-19 memberi tantangan bagi pembangunan nasional yang terhambat karena berbagai kebijakan yang diambil Pemerintah untuk memutus rantai penyebaran.
Namun, tantangan dalam pembangunan nasional di masa pandemi tersebut memberikan hikmah dalam pemberdayaan negara.
Ia juga menegaskan bahwa hikmah dari pandemi ini sangat luar biasa. Di satu sisi seluruh elemen kesulitan, tapi di sisi lain dapat menjadi evaluasi keberdayaan seluruh elemen sebagai negara, sebagai bangsa dan pelaku pembangunan.
"Agar terus eksis dan berdaya," tegas Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.
Selain itu, pembangunan nasional di tengah keterbatasan kondisi pandemi dan anggaran, harus mengutamakan pada pelaksanaan vaksinasi guna mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.
Sementara itu, warga Kalimantan Barat yang mengikuti Roadshow tersebut secara virtual menyampaikan aspirasi mereka, antara lain terkait vaksinasi COVID-19 yang belum merata, pembagian bantuan sosial (bansos), pertanian, pendidikan dan kelangkaan oksigen.
Baca Juga:
Seperti di Wuhan, Penularan Berhenti jika PPKM Darurat Berlaku Ketat
"Kami meminta agar penyaluran bansos, seperti BLT (bantuan langsung tunai) dan PKH (program keluarga harapan) dipercepat dan langsung dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima," kata salah seorang kepala desa setempat.
Turut mengikuti acara tersebut secara virtual ialah Anggota DPR Fraksi PKB Daniel Johan, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kalimantan Barat. (Pon)