Sebut 'Politisi Keluar dari PBNU', Cak Imin: Saya Bicara karena Cinta NU

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 22 Juni 2026
Sebut 'Politisi Keluar dari PBNU', Cak Imin: Saya Bicara karena Cinta NU

Muhaimin Iskandar. (Foto: MerahPutih.com/Didik)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KETUA Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menjelaskan pernyataannya soal politisi sebaiknya tidak berada di jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Menurutnya, kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap organisasi yang telah membesarkannya.


Cak Imin bahkan menyebut kepengurusan PBNU periode saat ini mengalami kemunduran ketimbang periode-periode sebelumnya.


"PBNU periode ini, PBNU yang paling mundur ketimbang yang lain. Itu keprihatinan semua pihak, tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong," ujar Cak Imin di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Senin (22/6).


Ia menegaskan kritik yang dilontarkan bukan karena posisinya sebagai politisi, melainkan sebagai kader NU yang merasa bertanggung jawab terhadap kemajuan organisasi.



Saya sebagai kader NU tidak ingin ada kemunduran di dalam pengelolaan PBNU. Ini sebagai rasa cinta saya sebagai kader agar terjadi perubahan manajemen menyeluruh.


 Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)


Menurut Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat itu, kritik diperlukan agar PBNU melakukan evaluasi dan perbaikan sehingga tidak muncul anggapan bahwa kepengurusan saat ini merupakan yang paling gagal dibandingkan periode sebelumnya.

Baca juga:

Soroti Dinamika PBNU, Cak Imin: Yang Berpolitik Silakan di Partai Saja




"Supaya disadari ada perbaikan. Saya ngomong bukan karena saya politisi. Karena saya ialah kader yang ingin ikut bertanggung jawab memperbaiki," ujarnya.


Cak Imin juga kembali mengemukakan gagasannya agar PBNU terbebas dari kepentingan politik praktis. Dia berpandangan politisi yang berasal dari kalangan NU sebaiknya berkiprah di partai politik. "Salah satu formulanya PBNU bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai," katanya.


Saat ditanya apakah perlu ada aturan yang lebih tegas di internal PBNU terkait dengan keterlibatan politisi, Cak Imin menilai regulasi sebenarnya sudah tersedia. "Sebetulnya aturannya ada, cuman ketegasan sikap," ujar Cak Imin.


Sebelumnya, Muhaimin Iskandar buka suara terkait dengan dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.


Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu (21/6), ia menegaskan Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang mengedepankan harmoni dan persatuan, bukan arena kompetisi politik. Pada unggahan tersebut, Cak Imin juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.


“Pihak yang main-main di NU keluarkan saja. Mereka yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” lanjutnya.(Pon)

Baca juga:

PBNU Mulai Verifikasi Administrasi Kepengurusan Jelang Muktamar, Diketuai Muhammad Nuh





#Muhaimin Iskandar #PKB #PBNU
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PKB Sebut Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
PT enam persen merupakan titik keseimbangan antara kebutuhan penyederhanaan sistem kepartaian di DPR dan kewajiban mempertahankan proporsionalitas representasi politik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
PKB Sebut  Parliamentary Threshold 6 Persen Sudah Ideal
Indonesia
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Di atas kertas, angka 5 persen diprediksikan akan menghasilkan tujuh sampai delapan partai politik di parlemen, tidak jauh berbeda saat penerapan PT 4 persen seperti Pemilu 2024.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
PKB Dukung Batas Parlemen 5 Persen, Jaga Proporsionalitas Keterwakilan Politik
Indonesia
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Cak Imin mendoakan agar Gus Kikin diberikan kekuatan dan kemudahan dalam menjalankan amanah memimpin PBNU selama lima tahun mendatang.
Dwi Astarini - Selasa, 01 September 2026
Gus Kikin Pimpin PBNU, Cak Imin Ucapkan Selamat Berjuang dan Semoga Istiqamah
Indonesia
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Prabowo Subianto menutup Muktamar ke-35 NU di Jombang. Ia memberi selamat kepada Gus Kikin dan Kiai Miftach serta berpesan soal pengabdian bagi bangsa.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 31 Agustus 2026
Tutup Muktamar ke-35 NU, Prabowo Sampaikan Pesan untuk Gus Kikin dan Kiai Miftach
Indonesia
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Meski tumbuh besar di lingkungan pesantren Sunan Ampel Jombang, Gus Kikin memiliki rekam jejak yang terbilang unik.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Profil Gus Kikin, Ketum PBNU yang Juga Mantan Pelaut
Indonesia
Gus Kikin Peroleh 472 Suara dalam Pemilihan di Muktamar Ke-35 NU
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Frengky Aruan - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Peroleh 472 Suara dalam Pemilihan di Muktamar Ke-35 NU
Indonesia
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Gus Kikin Resmi Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Indonesia
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Kiai Haji Miftachul Akhyar kembali dipercaya menduduki posisi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
Miftachul Akhyar Terpilih Jadi Rais Aam PBNU 2026-2031
Indonesia
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Muktamar Ke-35 NU memanas usai massa protes soal pencalonan Gus Yusuf Chudlori. Gus Yahya angkat bicara dan minta semua pihak tenang. Simak faktanya!
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Drama Muktamar NU: Idah Politik Ancam Gus Yusuf dan Gus Salam, Gus Yahya Turun Tangan
Indonesia
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Demokrasi dalam tradisi NU tidak hanya dimaknai melalui pemilihan langsung, tetapi juga melalui musyawarah, mufakat, dan penghormatan terhadap keputusan forum tertinggi organisasi.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Calon Ketum PBNU Setujui Perubahan Pemilihan Ketum, Cabang Masih Miliki Kewenangan Ajukan 5 Calon
Bagikan