Respon Tepat Ketika Anak Menangis
Jumat, 01 Oktober 2021 -
HATI anak kecil sangat lembuh dan mudah terluka. Itu lah alasan kenapa anak lebih sering menangis untuk menyampaikan ekspresi kepada orang-orang di sekitarnya. Apalagi jika anak merasa tidak dianggap cukup dewasa untuk melakukan beberapa kegiatan. Ngambeknya bisa seminggu bund…
Menurut mother.ly, umumnya orang tua akan merespon dengan amarah dan didikan yang keras ketika melihat anaknya sedikit-sedikit menangis. Orang tua biasanya melarang anaknya untuk menangis agar tidak kebiasaan menjadi cengeng. Setelah dimarahi oleh orang tua, anak pasti merasa bingung dan sedih.
Baca Juga:
Orang tua pun gengsi untuk minta maaf dan akhirnya peristiwa tersebut berlalu begitu saja tanpa proses “baikan”. Anak bisa tumbuh dengan rasa trauma dan membenci orangt uanya karena merasa tidak disayang ketika sedang bersedih. Jadi, bagaimana seharusnya orang tua merespon tangisan anak?
1. Jangan panik
Kebanyakan orang tua akan langsung panik tak karuan ketika anak menangis apalagi jika sedang berada di depan banyak orang. Duh malu ya bund… Tapi jangan panik dan memarahi anak ya.
Orang tua tetap harus tenang sampai sang buah hati berhenti dan mau mengatakan alasannya menangis. Jika memaksa bertanya kepada anak ketika masih menangis, jawaban yang kamu dapatkan hanyalah tangisan yang semakin kencang.
2. Mendampingi dengan kasih sayang
Anak kecil belum mengerti apa itu “curhat” atau bicara dari hati ke hati dengan orang tuanya. Itu lah sebabnya apa yang mereka rasakan dicurahkan melalui tangisan. Sebenarnya anak menangis adalah bentuk komunikasi kepada orang-orang di sekitarnya mengenai apa yang sedang mengganggu hatinya.
Baca Juga:
Digital Parenting, Mengupas Metode Didik Orang Tua di Era Kekinian
Untuk itu orang tua wajib berada di sampingnya dengan tetap memberikan belaian dan pelukan agar anak tahu bahwa kamu peduli dengan perasaannya.
3. Menunggu anak inisiatif untuk cerita
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, memaksa bertanya kepada anak di tengah tangisan yang membuncah hanya sia-sia belaka. Dampingi dengan kasih sayang dan tunggu anak bercerita alasan dirinya menangis. Jika dipaksa apalagi dengan suara bentakan, anak akan trauma dan tidak mau bercerita tentang hal apapun kepada orang tuanya hingga dewasa.
4. Didik agar tidak terbiasa menangis
Daripada memarahi anak, sebaiknya orang tua mendidik dengan lembut agar anak tidak menjadikan tangisan sebagai senjata. Menghadapi anak kecil memang susah-susah gampang.
Terlalu dimanjakan malah akan membuat anak “ngelunjak” dan mudah mengerjai orang tuanya. Terlalu keras juga hanya akan menorehkan luka di hatinya. Tetapi bukan berarti anak tidak bisa diajak kerja sama loh.
Bicara lah dengan anak ketika dirinya sudah berhenti menangis. Katakan bahwa menangis itu hal yang wajar dan boleh dilakukan tetapi sebaiknya jangan di tempat umum. Katakan juga kepada anak bahwa kamu selalu terbuka untuk menjadi tempat ceritanya ketika sedang marah atau bersedih. Lama-lama anak akan mengerti kok. (mar)
Baca Juga:
Menonton TV Terbukti Menjadi Bibit Konsumerisme Bagi Anak-Anak