Parenting

Respon Tepat Ketika Anak Menangis

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 01 Oktober 2021
Respon Tepat Ketika Anak Menangis

Anak menangis harus ditangani dengan tepat. (Foto: Pixabay/Hainguyen1982)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HATI anak kecil sangat lembuh dan mudah terluka. Itu lah alasan kenapa anak lebih sering menangis untuk menyampaikan ekspresi kepada orang-orang di sekitarnya. Apalagi jika anak merasa tidak dianggap cukup dewasa untuk melakukan beberapa kegiatan. Ngambeknya bisa seminggu bund…

Menurut mother.ly, umumnya orang tua akan merespon dengan amarah dan didikan yang keras ketika melihat anaknya sedikit-sedikit menangis. Orang tua biasanya melarang anaknya untuk menangis agar tidak kebiasaan menjadi cengeng. Setelah dimarahi oleh orang tua, anak pasti merasa bingung dan sedih.

Baca Juga:

3 Alasan Mandi Jadi Trik Parenting yang Efisien pada Balita

Orang tua pun gengsi untuk minta maaf dan akhirnya peristiwa tersebut berlalu begitu saja tanpa proses “baikan”. Anak bisa tumbuh dengan rasa trauma dan membenci orangt uanya karena merasa tidak disayang ketika sedang bersedih. Jadi, bagaimana seharusnya orang tua merespon tangisan anak?

1. Jangan panik

Tetap tenang dan jangan memarahi anak. (Foto: Pixabay/Pexels)

Kebanyakan orang tua akan langsung panik tak karuan ketika anak menangis apalagi jika sedang berada di depan banyak orang. Duh malu ya bund… Tapi jangan panik dan memarahi anak ya.

Orang tua tetap harus tenang sampai sang buah hati berhenti dan mau mengatakan alasannya menangis. Jika memaksa bertanya kepada anak ketika masih menangis, jawaban yang kamu dapatkan hanyalah tangisan yang semakin kencang.

2. Mendampingi dengan kasih sayang

Curahkan kasih sayang tanpa henti. (Foto: Pixabay/StockSnap)

Anak kecil belum mengerti apa itu “curhat” atau bicara dari hati ke hati dengan orang tuanya. Itu lah sebabnya apa yang mereka rasakan dicurahkan melalui tangisan. Sebenarnya anak menangis adalah bentuk komunikasi kepada orang-orang di sekitarnya mengenai apa yang sedang mengganggu hatinya.

Baca Juga:

Digital Parenting, Mengupas Metode Didik Orang Tua di Era Kekinian

Untuk itu orang tua wajib berada di sampingnya dengan tetap memberikan belaian dan pelukan agar anak tahu bahwa kamu peduli dengan perasaannya.

3. Menunggu anak inisiatif untuk cerita

Jangan dipaksa untuk bercerita. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, memaksa bertanya kepada anak di tengah tangisan yang membuncah hanya sia-sia belaka. Dampingi dengan kasih sayang dan tunggu anak bercerita alasan dirinya menangis. Jika dipaksa apalagi dengan suara bentakan, anak akan trauma dan tidak mau bercerita tentang hal apapun kepada orang tuanya hingga dewasa.

4. Didik agar tidak terbiasa menangis

Beri pengertian bahwa menangis bukan solusi dari semua masalah. (Foto: Pixabay/Myriams-Fotos)

Daripada memarahi anak, sebaiknya orang tua mendidik dengan lembut agar anak tidak menjadikan tangisan sebagai senjata. Menghadapi anak kecil memang susah-susah gampang.

Terlalu dimanjakan malah akan membuat anak “ngelunjak” dan mudah mengerjai orang tuanya. Terlalu keras juga hanya akan menorehkan luka di hatinya. Tetapi bukan berarti anak tidak bisa diajak kerja sama loh.

Bicara lah dengan anak ketika dirinya sudah berhenti menangis. Katakan bahwa menangis itu hal yang wajar dan boleh dilakukan tetapi sebaiknya jangan di tempat umum. Katakan juga kepada anak bahwa kamu selalu terbuka untuk menjadi tempat ceritanya ketika sedang marah atau bersedih. Lama-lama anak akan mengerti kok. (mar)

Baca Juga:

Menonton TV Terbukti Menjadi Bibit Konsumerisme Bagi Anak-Anak

#Parenting
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Lifestyle
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang disampaikan key opinion leader (KOL) atau figur publik.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AIMI Ingatkan Risiko Mitos Menyusui yang tidak Berbasis Bukti
Indonesia
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Penggunaan perangkat digital yang berlebihan dapat mengurangi interaksi sosial hingga memengaruhi kesehatan mental peserta didik.
Dwi Astarini - Rabu, 29 Juli 2026
DPR Nilai Penggunaan Gawai Anak sudah Lampaui Batas, Minta Sekolah Punya Aturan Jelas
Lifestyle
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Langkah sistematis ini memastikan batas waktu bermain berjalan otomatis tanpa perlu penyitaan perangkat secara fisik
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 Juli 2026
Cara Batasi Waktu Bermain Roblox Anak: Panduan Parental Control dan Blokir Jaringan
Fun
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
S-26 Exceptional Journey: Journey Inside The Brain menghadirkan pengalaman edukatif imersif yang mengajak orang tua memahami perkembangan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 Juli 2026
S-26 Exceptional Journey Hadir di Jakarta, Ajak Orang Tua Pahami Perkembangan Otak Anak
Fun
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
MAKUKU perkenalkan popok comfort fit. Hadirkan teknologi SAP dan 360 Leak Protection, dirancang mendukung kebebasan gerak anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Februari 2026
Popok Tipis Anti Bocor Bantu Dorong Kebebasan Gerak dan Tumbuh Kembang Anak
Lifestyle
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Lavender dan chamomile kerap menjadi pilihan utama dalam praktik mindful parenting.
Dwi Astarini - Minggu, 07 September 2025
Bunda, Coba deh Lavender & Chamomile untuk Tenangkan Bayi Rewel secara Alami
Fun
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Periode libur long weekend di Agustus ini jadi saat yang tepat untuk mengunjungi kolam renang.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 17 Agustus 2025
Liburan Bersama Anak di Kolam Renang: Seru, Sehat, dan Penuh Manfaat
Bagikan