Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Relawan Jokowi Desak Pengusutan Tuntas Kasus Setya Novanto

Adinda Nurrizki - Sabtu, 12 Desember 2015

MerahPutih Peristiwa - Relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melancarkan aksi mendukung Jokowi dalam mengusut tuntas kasus pencatutan nama yang dilakukan oleh Ketua DPR, Setya Novanto, dan pengusaha minyak, Muhammad Riza Chalid.

Rencana ini digelar pada tanggal 15 Desember 2015 dan melibatkan 1.210 relawan gabungan yang tergabung dalam Komite Penyelamat Nawacita. Komite tersebut dipimpin oleh Panel Barus.

"Kita aksi hari Selasa jam 10 pagi atas respon kita terhadap kondisi terakhir, kita selamatkan nawacita. Kita tidak selesai mendukung sampai Jokowi jadi presiden. Banyak nawacita gadungan ini jadi problem sehingga tidak optimal menjalankan pemerintahan," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, para relawan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Mabes Polri untuk segera menangkap Setya Novanto dan Muhammad Riza Chalid.

"Sikap kita tekan KPK, Kejagung dan Polri untuk mengambil tindakan hukum yang diperlukan atas indikasi pelanggaran hukum yang terjadi," tegas Panel.

Seperti diketahui, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), mendukung upaya yang dilakukan Jaksa Agung HM Prasetyo memeriksa dugaan pemufakatan jahat oleh Ketua DPR RI Setya Novanto dalam skandal perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

"Itu tugasnya (Jaksa Agung). Tidak ada dukung mendukung, jalankan tugas sesuai fungsinya," kata JK, Jakarta pada Jumat (4/12) lalu.

Wapres menjelaskan sejumlah penegak hukum berkewajiban memeriksa dugaan pelanggaran hukum baik oleh pejabat negara maupun masyarakat umum. "Tugasnya untuk menerapkan hukum, melaksanakan hukum. Siapa saja bukan hanya ini," kata JK. (dit)

 

BACA JUGA:

  1. Unik, Mahasiswa UGM Demo Bersama Gatotkaca dan Iron Man
  2. BEM UGM Serukan Pembongkaran Mafia Minerba
  3. Polemik Kontrak Freeport, Luhut: Saya Teguh kepada Undang-undang
  4. Belasan Mahasiswa Yogyakarta Demo Nasionalisasi Freeport
  5. Hendardi: Setya Novanto Bisa Dijerat dengan Penipuan dan Gratifikasi
Baca Artikel Asli