Merahputih.com - IHSG mencatatkan tren positif saat penutupan perdagangan Kamis (30/7). Dorongan utama penguatan berasal dari rilis laporan keuangan periode semester I oleh para emiten di pasar modal Indonesia. Investor memanfaatkan momentum performa fundamental perusahaan guna menambah portofolio saham.
IHSG melonjak 94,97 poin atau 1,56 persen menuju posisi 6.186,36. Kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut terkerek naik sebesar 12,34 poin atau 2,03 persen ke level 618,86.
IHSG rebound di tengah tekanan pasar eksternal dan ketidakpastian mengenai suksesi bank sentral Indonesia. Penguatan indeks ditopang kenaikan emiten bluechip dan musim rilis laporan keuangan,
ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus.
Baca juga:
IHSG Anjlok Tertekan Rupiah! Pelaku Pasar Modal Kompak Wait and See Arah Suku Bunga The Fed
Dinamika Sentimen Domestik dan Global
Penguatan pasar saham di dalam negeri tetap diwarnai kehati-hatian akibat isu suksesi kepemimpinan Bank Indonesia (BI), tekanan fiskal, serta hambatan ekspor mineral. Pelaku pasar fokus mencermati data ekonomi domestik krusial meliputi rilis angka inflasi, neraca perdagangan, serta pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB).
Kondisi bursa kawasan Asia bergerak bervariasi mengikuti evaluasi prospek kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed. Pelaku pasar mengukur peluang penyesuaian suku bunga acuan pasca-pertemuan pejabat bank sentral.

Berikut deretan data serta statistik lengkap perdagangan pasar modal Indonesia dan regional:
-
Nilai Total Transaksi: Perdagangan saham mencatatkan angka Rp12,92 triliun (setara 710,6 juta Euro atau sekitar £596,3 juta).
-
Volume dan Frekuensi Perdagangan: Mencapai 29,70 miliar lembar saham melalui 1.741.000 kali transaksi.
-
Rincian Pergerakan Saham: Sebanyak 511 saham mengalami kenaikan, 171 saham menurun, dan 281 saham stagnan.
-
Sektor Penguat Utama: Seluruh 11 sektor IDX-IC menguat, dipimpin sektor barang konsumen primer (1,87%), barang konsumen non-primer (1,86%), serta sektor energi (1,67%).
-
Daftar Saham Top Gainers: Kenaikan harga tertinggi dialami oleh saham ESTI, MDIA, TFIA, KJEN, dan NICK.
-
Daftar Saham Top Losers: Penurunan harga terdalam dialami oleh saham BLUE, AKSI, FLMC, HELI, dan ZONE.
-
Indeks Saham Asia: Nikkei menguat 0,70% ke level 61.866,00, Hang Seng menguat 0,20% ke level 25.858,88, Shanghai melemah 0,10% ke level 3.804,69, dan Straits Times melemah 0,69% ke level 5.673,58.
Proyeksi Arah Kebijakan Moneter
Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan keputusan menahan suku bunga acuan bukan sinyal kebijakan moneter akan pasif. Arah kebijakan selanjutnya bertumpu penuh pada perkembangan data ekonomi terbaru.
Konsensus pasar menunjukkan peningkatan probabilitas sebesar 67 persen untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada periode September.
Baca juga:
IHSG Longsor Tertekan Konflik AS-Iran, Intip Sektor Saham Paling Merana dan Penguasa Top Gainers
Ekspektasi kenaikan yang lebih agresif sebesar 50 basis poin kini hampir sepenuhnya menghilang dari perkiraan pelaku pasar. IHSG diproyeksikan tetap konsisten berada di teritori positif selama ditopang oleh kinerja solid emiten nasional.

