Merahputih.com - Pernah penasaran kapan bulan purnama berikutnya bakal menghiasi langit malam? Kalau kalian suka stargazing atau sekadar ingin menikmati pemandangan langit yang cantik, kamu ada di tempat yang tepat.
Berdasarkan perhitungan astronomi, bulan purnama terdekat yang bisa dinikmati jatuh pada Jumat, 28 Agustus 2026, tepatnya pukul 12:18 EDT atau 23.18 WIB.
Momen ini sering dijuluki sebagai Sturgeon Moon. Kabar baiknya, bagi mata telanjang, bulan bakal tetap terlihat bulat sempurna pada malam sebelum dan sesudah puncak fase tersebut.
Baca juga:
Hujan Meteor Perseid 2026: Waktu Terbaik dan Cara Mengamatinya dari Indonesia
Fakta menarik: Bulan jarang sekali benar-benar 'penuh' 100 persen. Karena efek rotasi dan bayangan, kita biasanya cuma melihat satu sisi yang terang.
Piringan bulan baru benar-benar utuh 100 persen saat posisi Bumi, Bulan, dan Matahari sejajar sempurna. Belum lagi kalau kita bicara soal Blue Moon, fenomena langka ketika bulan purnama muncul dua kali dalam sebulan, atau empat kali dalam satu musim!
Tips Memaksimalkan Pengalaman Melihat Bulan Purnama
Buat kalian yang ingin eksplorasi lebih jauh dari sekadar melihat ke atas, ada banyak cara seru untuk menikmati satelit alami Bumi ini:
-
Eksplorasi Permukaan: Siapkan panduan observasi untuk mencari letak "lautan" bulan (lunar seas), deretan pegunungan, hingga kawah-kawah raksasa. Kamu bahkan bisa melacak lokasi pendaratan misi Apollo!
-
Astrofotografi: Mau berburu foto estetik? Pastikan kamu menyiapkan kamera dan lensa yang mumpuni untuk astrofotografi, terutama kalau kebetulan ada momen gerhana bulan.
-
Siapkan Gear: Kalau mau melihat detail kawah dengan tajam, berinvestasi di teropong binokular atau teleskop berkualitas sangat disarankan.
Jadwal Lengkap Bulan Purnama Sepanjang 2026
Berdasarkan data SKYCAL dari NASA, ini dia jadwal kemunculan bulan purnama di tahun 2026 beserta nama bekennya:
| Tanggal 2026 | Nama Bulan Purnama | Waktu Amerika (ET) | Waktu GMT |
| 3 Januari | Wolf Moon | 05:03 AM (EST) | 10:03 |
| 1 Februari | Snow Moon | 05:09 PM (EST) | 22:09 |
| 3 Maret | Worm Moon | 06:38 AM (EST) | 11:38 |
| 1 April | Pink Moon | 10:12 PM (EDT) | 02:12 (2 Apr) |
| 1 Mei | Flower Moon | 01:23 PM (EDT) | 17:23 |
| 31 Mei | Blue Moon | 04:45 AM (EDT) | 08:45 |
| 29 Juni | Strawberry Moon | 07:57 PM (EDT) | 23:57 |
| 29 Juli | Buck Moon | 10:36 AM (EDT) | 14:36 |
| 28 Agustus | Sturgeon Moon | 12:18 AM (EDT) | 04:18 |
| 26 September | Corn Moon | 12:49 PM (EDT) | 16:49 |
| 25 Oktober | Hunter's Moon | 11:12 PM (EDT) | 03:12 (26 Okt) |
| 24 November | Beaver Moon | 09:53 AM (EST) | 14:53 |
| 23 Desember | Cold Moon | 08:28 PM (EST) | 01:28 (24 Des) |
Dari Mana Asal-usul Nama Bulan Purnama Tersebut?
Sadar ga sih, kalau nama-nama bulan di atas sangat bernuansa alam. Nama-nama itu dipopulerkan oleh The Farmer's Almanac dan mayoritas diwariskan dari tradisi suku-suku asli Amerika (Native American), khususnya suku Algonquin yang wilayahnya membentang dari New England hingga Danau Superior.
Para pemukim Eropa yang datang kemudian ikut mengadaptasi dan menambahkan nama versi mereka sendiri.
Namun, penamaan ini tidak mutlak. Penulis Phil Konstantin mencatat ada lebih dari 50 nama berbeda yang digunakan oleh berbagai suku asli Amerika. Belum lagi budaya lain di penjuru dunia.
1. Versi Kalender Tradisional Tiongkok (Chinese Moon Names)
Budaya Tiongkok punya cara sendiri dalam memaknai pergantian bulan:
-
Januari: Holiday Moon (Bulan Liburan)
-
Februari: Budding Moon (Bulan Bersemi)
-
Maret: Sleepy Moon (Bulan Mengantuk)
-
April: Peony Moon (Bulan Peony)
-
Mei: Dragon Moon (Bulan Naga)
-
Juni: Lotus Moon (Bulan Teratai)
-
Juli: Hungry Ghost Moon (Bulan Hantu Kelaparan)
-
Agustus: Harvest Moon (Bulan Panen)
-
September: Chrysanthemum Moon (Bulan Krisan)
-
Oktober: Kindly Moon (Bulan Ramah)
-
November: White Moon (Bulan Putih)
-
Desember: Bitter Moon (Bulan Pahit)
2. Versi Belahan Bumi Selatan (Southern Hemisphere)
Karena musim di belahan bumi selatan itu kebalikan dari utara, otomatis nama-nama bulannya pun bergeser.
Harvest Moon (Bulan Panen) yang tadinya di September, justru terjadi di bulan Maret. Sementara Cold Moon (Bulan Dingin) mampir di bulan Juni saat musim dingin melanda daerah selatan khatulistiwa.
Baca juga:
BMKG Sudah Gelar 290 Sorti Penerbangan Modifikasi Cuaca di Kawasan Rawan Karhutla
Berikut rangkuman nama-nama populer di belahan bumi selatan menurut Earthsky.org:
-
Januari: Hay Moon, Buck Moon, Thunder Moon, Mead Moon
-
Februari (Pertengahan Musim Panas): Grain Moon, Sturgeon Moon, Red Moon, Wyrt Moon, Corn Moon, Dog Moon, Barley Moon
-
Maret: Harvest Moon, Corn Moon
-
April: Harvest Moon, Hunter’s Moon, Blood Moon
-
Mei: Hunter’s Moon, Beaver Moon, Frost Moon
-
Juni: Oak Moon, Cold Moon, Long Night’s Moon
-
Juli: Wolf Moon, Old Moon, Ice Moon
-
Agustus: Snow Moon, Storm Moon, Hunger Moon, Wolf Moon
-
September: Worm Moon, Lenten Moon, Crow Moon, Sugar Moon, Chaste Moon, Sap Moon
-
Oktober: Egg Moon, Fish Moon, Seed Moon, Pink Moon, Waking Moon
-
November: Corn Moon, Milk Moon, Flower Moon, Hare Moon
-
Desember: Strawberry Moon, Honey Moon, Rose Moon

