Merahputih.com - Penasaran kapan Bulan Purnama September 2026 akan menghiasi langit malam tahun ini? Fenomena epik yang akrab dijuluki Harvest Moon ini diprediksi akan mencapai puncak pencahayaannya pada 26 September pukul 12.49 siang EDT atau 23.49 WIB.
Mulai sekarang, siapkan diri dan gadgetmu. Pasalnya, posisi bulan nantinya akan berseberangan dengan matahari dan menciptakan pemandangan visual yang memukau dan sangat ramah untuk diamati.
Baca juga:
Kalender Lengkap Bulan Purnama 2026: Jadwal, Nama Unik, dan Cara Seru Menikmatinya
Berbeda dari bulan-bulan lainnya, Bulan Purnama September 2026 punya pesona sejarah dan daya tarik visual yang wajib disaksikan langsung.
Dikenal luas di seluruh dunia sebagai Harvest Moon 2026, sebutan tradisional ini secara spesifik merujuk pada fase bulan penuh yang posisinya paling dekat dengan ekuinoks musim gugur (September equinox).
Ini adalah momen krusial bagi petani zaman dahulu, di mana terang cahaya bulan membantu mereka memanen hasil bumi hingga larut malam,
tulis catat The Old Farmer's Almanac terkait asal-usul nama Harvest moon.
Meski kali ini kita tidak akan disuguhi gerhana bulan spektakuler layaknya bulan Agustus lalu, fenomena astronomi September ini tetap menjadi suguhan langit yang luar biasa, baik saat dipandang dengan mata telanjang, melalui lensa teleskop, maupun lewat jepretan kamera.
Hati-Hati Kena "Prank" Ilusi Bulan

Pernah merasa bulan tampak super raksasa saat baru saja terbit? Nah, bersiaplah mengalami trik visual yang dikenal dengan Moon Illusion atau Ilusi Bulan.
Otak kita seolah ditipu agar melihat piringan bulan jauh lebih besar saat ia berada di dekat ufuk horizon. Padahal, ukurannya sama saja dengan saat ia sudah melayang tinggi tepat di atas kepala kita.
Di luar aspek ilmiahnya, bulan ini punya banyak nama unik berkat pergeseran musim. Suku Anishinaabe menyebutnya Turning Leaves Moon, sementara Suku Ojibwe memanggilnya Falling Leaves Moon.
Sementara, suku Assiniboine juga tak mau kalah dengan nama Yellow Leaf Moon. Semuanya merujuk pada satu momen puitis: transformasi warna dedaunan saat musim gugur tiba.
Festival Bulan Sampai Penghormatan Leluhur
Kehadiran bulan purnama kali ini tidak sekadar soal sains, tapi juga perayaan budaya ribuan tahun.
Di China, terbitnya bulan ini bertepatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur (Mid-Autumn Festival) yang sudah dirayakan sejak era Dinasti Shang (3.000 tahun lalu).
Ini adalah momen hangat untuk kumpul keluarga sambil menikmati kue bulan (mooncake) di bawah cahaya lampion.
Di sisi lain, bagi umat Hindu, momen ini menandai dimulainya Pitru Paksha, sebuah rentang waktu sakral yang didedikasikan untuk menghormati dan mendoakan para leluhur yang telah tiada.
Bonus dari Langit Malam: Saturnus, Mars, dan Jupiter
Buat kamu yang hobi nongkrong di bawah bintang-bintang, Harvest Moon yang terbit pada 27 September nanti bukan satu-satunya atraksi menarik.
Sekitar sejam setelah bulan terbit, coba lirik ke arah kiri bawah bulan. Kamu bakal menemukan titik terang bak berlian yang ternyata adalah Planet Saturnus.
Kalau kamu punya teleskop ukuran 6 inci, arahkan saja ke sana. Cincin ikonik planet gas raksasa ini, beserta jajaran bulan-bulannya seperti Rhea, Tethys, Dione, dan Titan, bakal terlihat memanjang indah.
Bagi kalian si manusia subuh (early risers), langit menjelang pagi juga menyiapkan kejutan. Jupiter dan Mars akan tampak berbaris sejajar mengapit rasi bintang Cancer.
Belum lagi bintang-bintang warna-warni dari rasi Orion dan Taurus yang ikut berkedip di langit selatan, ngasih kita "bocoran" soal wujud langit musim dingin nanti.
Trik Memotret Bulan Layaknya Pro (Astrofotografi)

Momen Harvest Moon adalah alasan paling sempurna buat belajar astrofotografi. Menangkap detail bayangan kawah bulan dari hari ke hari bisa jadi proyek yang candu. Biar hasil fotomu tajam dan estetik, coba ikuti tips jitu ini:
-
Wajib pakai tripod: Kunci utama astrofotografi adalah kamera yang stabil. Tripod bakal menjaga bidikanmu bebas guncangan.
-
Gunakan remote shutter atau timer: Sentuhan jari saat menekan tombol jepret bisa bikin foto blur. Gunakan timer untuk menghindarinya.
-
Pakai aplikasi pemantau langit: Jangan main tebak-tebakan. Gunakan aplikasi di smartphone untuk tahu titik pasti terbitnya bulan di ufuk lokalmu.
-
Pilih lensa yang tepat: Lensa 12-50 mm sangat oke buat bikin foto lanskap dramatis. Tapi kalau mau memotret tekstur permukaan bulan dengan detail, pakai lensa dengan focal length minimal 400 mm.
-
Manfaatkan Foreground: Bidik bulan saat posisinya masih rendah dan sejajar dengan pohon, gedung, atau bukit. Efek Rayleigh scattering bakal ngasih nuansa kuning-oranye yang dramatis banget dibanding saat bulan berada tinggi di langit.
Jadwal Bulan Purnama Selanjutnya (Akhir 2026)
Baca juga:
Jadwal Fenomena Gerhana 2026: Dari Cincin Api Hingga Gerhana Matahari Total
Biar kalender astronomimu tetap up-to-date, berikut adalah jadwal purnama yang akan datang hingga akhir tahun:
-
Oktober (Hunter's Moon): 26 Oktober (Puncak: 03.12 GMT)
-
November (Beaver Moon): 24 November (Puncak: 14.53 GMT)
-
Desember (Cold Moon): 24 Desember (Puncak: 01.28 GMT)
