Merahputih.com - Ingin tahu jadwal melihat planet September tanpa harus memakai teleskop super mahal? Berbagai fenomena langit September bakal memanjakan matamu, mulai dari posisi Venus yang perlahan pamit di ufuk barat hingga pesona Saturnus yang makin benderang menembus gelapnya malam.
Buat kamu yang hobi stargazing, kalender astronomi bulan ini memang lumayan tricky tapi seru banget buat diikuti.
Jika selama musim semi kemarin Venus jadi primadona di langit senja, cara melihat planet satu ini sekarang butuh usaha ekstra karena ia mulai tenggelam mendekati matahari.
Baca juga:
Tapi tenang saja, panggung langit malam nggak bakal kosong. Mars, Jupiter, dan Saturnus sudah ngantre buat memamerkan sinarnya, asalkan kamu tahu persis kapan dan ke arah mana harus memandang.
Sebagai trik jitu bagi pemula: saat mengukur jarak pandang antar objek di langit, rentangkan tanganmu lurus ke depan dan kepalkan jari. Lebar satu kepalan tanganmu itu mengukur kira-kira 10 derajat jarak di bentang langit,
Tulis catatan panduan observasi visual Space.
Biar agenda begadang atau bangun pagimu makin berfaedah, berikut adalah panduan santai dan jadwal terbaik buat ngintip tetangga-tetangga planet kita bulan ini.
Momen Equinox: Pergantian Musim Dimulai
Sebelum masuk ke deretan planet, ada momen penting yang terjadi pada 22 September (atau 23 September WIB).
Matahari akan tepat melintasi ekuator langit menuju ke arah selatan. Ini adalah fenomena equinox, penanda resmi datangnya musim gugur di belahan bumi utara dan musim semi di belahan bumi selatan.
Ucapkan Selamat Tinggal pada Venus
Planet yang dijuluki Bintang Kejora ini mulai kehilangan dominasinya di awal malam. Seiring berjalannya hari, posisi Venus makin anjlok di langit barat daya dan tenggelamnya pun makin mepet dengan waktu terbenamnya matahari.
Akhir bulan nanti, kamu cuma punya jendela waktu sekitar 30 menit setelah sunset buat berburu planet ini.
-
1 September: Coba intip ufuk barat daya sekitar sejam setelah matahari terbenam. Kamu bisa melihat bintang terang bernama Spica nongkrong persis di atas Venus.
-
14 September: Ini momen yang cakep buat difoto. Sekitar 30-45 menit pasca-senja, bulan sabit akan berdampingan cantik di sebelah kiri Venus.
-
18 September: Venus mencapai tingkat kecerahan puncaknya (magnitudo -4,8). Sayangnya, posisinya sangat rendah di cakrawala, jadi pemandangannya mungkin agak blur karena turbulensi udara. Tips: Cari tempat tinggi yang bebas dari halangan gedung atau pepohonan!
Saturnus Pamer Cincin Cemerlang
Sepanjang malam di bulan September, Saturnus siap jadi bintang utama. Begitu langit mulai gelap, ia perlahan naik di ufuk timur dan bakal bertengger paling tinggi di langit selatan persis lewat tengah malam.
Bulan ini, Saturnus berada di titik paling terangnya (magnitudo +0.4) dalam beberapa tahun terakhir. Kalau kamu punya teleskop, silakan intip cincin legendarisnya yang kini cuma miring sekitar 8 derajat dari sudut pandang kita di Bumi.
Momen ini langka, lho! Ini musim terakhir kita bisa melihat cincin Saturnus setipis ini dalam 12 tahun ke depan.
Jangan lupa tandai kalendermu di 26 September, karena planet ini bakal terlihat bak bintang putih kekuningan yang menggantung di bawah Harvest Moon (bulan purnama).
Mars Si Merah Makin Benderang Jelang Subuh

Si Planet Merah ini pas banget buat menemani waktu sahur atau jogging pagimu. Di awal bulan, Mars mulai terbit sekitar jam 01.40 dini hari, dan bakal muncul lebih cepat di akhir September.
Posisinya lumayan tinggi di timur sebelum fajar menyingsing. Bulan ini Mars sedang asyik jalan-jalan dari rasi bintang Gemini menuju Cancer.
Kalau kamu jeli melihat perbedaan warna bintang, coba bandingkan cahaya kuning-oranye Mars dengan bintang Pollux pada 17 September.
Puncaknya, di 25 September, Mars bakal berbaris sejajar dengan bintang kembar Castor dan Pollux. View yang benar-benar estetik!
Baca juga:
Jadwal Fenomena Gerhana 2026: Dari Cincin Api Hingga Gerhana Matahari Total
Raksasa Jupiter 'Comeback' dari Balik Silau Matahari

Sempat ngumpet di balik silaunya matahari dari pertengahan Juni sampai Agustus, Jupiter akhirnya comeback. Ia mulai terbit di timur laut sekitar jam 03.50 pagi pada awal bulan.
Kalau kamu mau berburu sabuk awan bergejolak dan badai Great Red Spot khas Jupiter pakai teleskop, tunggu sampai minggu kedua agar posisinya lebih tinggi dan nyaman dilihat.
Tanggal 8 September pagi adalah waktu yang pas buat ngopi sambil melihat Jupiter nangkring di bawah bulan sabit yang mulai memudar.
Merkurius Mengintip Malu-Malu
Buat planet terkecil yang satu ini, agak susah-susah gampang nyarinya. Merkurius baru muncul di minggu terakhir September pas senja, itupun posisinya sangat rendah di ufuk barat daya.
Pada 25 September, ia bakal berada di dekat bintang Spica. Kamu mungkin butuh bantuan teropong (binokular) buat menangkap eksistensi planet mungil ini, karena warnanya lumayan redup dan cepat tenggelam menyusul matahari.
Siapkan jaket tebal, seduh kopimu, dan selamat menikmati pertunjukan teater alam semesta bulan ini!
