Profil Bayu Risanto SJ, Ilmuwan Atmosfer Asal Bogor Diabadikan Jadi Nama Asteroid

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 16 Januari 2026
Profil Bayu Risanto SJ, Ilmuwan Atmosfer Asal Bogor Diabadikan Jadi Nama Asteroid

Christoforus Bayu Risanto SJ (ke-2 kiri) asal Indonesia yang masuk jajaran tokoh katolik yang diabadikan jadi nama asteroid. (Foto: Dok. vaticanobservatory)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Indonesia patut berbangga. Nama Christoforus Bayu Risanto SJ, rohaniwan Katolik sekaligus ilmuwan atmosfer, resmi diabadikan sebagai nama asteroid yang terletak di antara orbit Mars dan Jupiter. Asteroid itu resmi dinamai (752403) Bayurisanto = 2015 PZ114.

Lantas, siapakah sosok Bayu sehingga namanya diabadikan menjadi nama asteroid di alam semesta. Dilansir dari berbagai sumber, Christoforus Bayu Risanto lahir pada bulan Januari 1981 di Bogor, Jawa Barat.

Baca juga:

Bayu Risanto Imam Yesuit Indonesia Diabadikan Jadi Nama Asteroid di Orbit Mars dan Jupiter

Lahir di Bogor Hingga Jadi Phd University of Arizona

Bayu tumbuh dan bersekolah di kota hujan tersebut hingga tahun 1996 ketika masuk seminari menengah St. Petrus Kanisius di Magelang, Indonesia.

Setelah lulus dari seminari menengah, dia bergabung dengan Serikat Jesus (SJ) pada tahun 2000 dan memulai studi filsafatnya pada 2003.

Tesisnya dalam bidang filsafat adalah pemahaman waktu dalam matematika-fisika Newtonian dan Einsteinian serta dampaknya terhadap epistemologi.

Baca juga:

Bayu Risanto Imam Yesuit Indonesia Diabadikan Jadi Nama Asteroid di Orbit Mars dan Jupiter

Sosok peneliti di Vatican Observatory itu mengajar fisika senior, geometri mahasiswa tahun kedua, dan sains umum mahasiswa tahun pertama selama dua tahun (2007–2009) di Sekolah Menengah Atas Xavier, Negara Federasi Mikronesia sebelum menyelesaikan gelar masternya dalam teologi pada tahun 2012.

Setelah ditahbiskan sebagai presbiteral tahun 2012, Bayu ditugaskan melanjutkan studi meteorologi dan klimatologi di University of Arizona Amerika Serikat. Dia meraih gelar Ph.D. dengan dukungan proyek riset dari UNAM (Meksiko) dan KAUST (Arab Saudi).

Deretan Penghargaan Bayu Risanto, SJ

Setelah lulus, Bayu terus bekerja di Universitas Arizona sebagai rekanan peneliti pascadoktoral. Dia juga tercatat menerima penghargaan Beasiswa Krider Endowment 2020, Hibah Perjalanan GPSC 2019, Beasiswa Departemen Hidrologi dan Atmosfer 2018, serta Galileo Circle Scholarship 2018 dari University of Arizona.

Baca juga:

Kenalan sama Asteroid 2024 YR4, Disebut bakal Tabrak Bumi pada 2032

Sejak Juli 2024, Bayu bergabung dengan Vatican Observatory, lembaga riset astronomi tertua di dunia. Dia tertarik pada prediksi cuaca numerik (NWP) di lingkungan semi-kering hingga gersang dan medan yang kompleks. Fokus riset pada pencarian solusi untuk meningkatkan prakiraan curah hujan melalui pendekatan asimilasi data dan pemodelan ansambel.

Bayu Masuk Jajaran Tokoh Ilmuwan Dunia

Dalam daftar resmi Working Group for Small Body Nomenclature (WGSBN) di bawah International Astronomical Union (IAU), disebutkan penamaan Asteroid (752403) Bayurisanto merupakan bentuk penghargaan ilmiah internasional atas kontribusinya di bidang meteorologi dan ilmu atmosfer.

Pengakuan nama Asteroid (752403) Bayurisanto diumumkan IAU, yang berkantor pusat di 98-bis Blvd Arago F–75014 Paris, Prancis, pada Selasa(13/1) lalu.

Merujuk tradisi astronomi internasional, penamaan asteroid diberikan untuk menghormati ilmuwan, tokoh budaya, maupun figur religius yang berkontribusi bagi kemanusiaan. Artinya, nama Bayurisanto kini sejajar dengan tokoh ilmuwan kelas dunia lainnya. (Knu)

#Asteroid #Christoforus Bayu Risanto SJ #Astronomi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita
Jangan Lewatkan Hujan Meteor Taurid 2026: 'Bola Api Halloween' Siap Hiasi Langit Malam
Penasaran dengan fenomena bola api Halloween? Cek jadwal lengkap dan cara melihat hujan meteor Taurid 2026 yang super terang di sini. Tanpa pantulan cahaya bulan!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Jangan Lewatkan Hujan Meteor Taurid 2026: 'Bola Api Halloween' Siap Hiasi Langit Malam
Indonesia
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549
Badai matahari terbaru dari letusan sunspot AR4549 diprediksi bergerak menuju Bumi. Simak update cuaca luar angkasa, dampak CME, dan peluang munculnya aurora di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549
Dunia
Planet Mars Mulai Pamer Pesona Dekati Bumi, Catat Tanggal Penting Fenomena Langit Ini Biar Nggak Nyesel
Mau tahu cara melihat fenomena Bulan dan Mars yang langka di bulan Oktober ini? Cek jadwal lengkap dan tips mengamatinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Planet Mars Mulai Pamer Pesona Dekati Bumi, Catat Tanggal Penting Fenomena Langit Ini Biar Nggak Nyesel
Olahraga
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Saksikan Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia vs Thailand malam ini di SUGBK! Laga bersejarah ini ternyata bertepatan dengan fenomena kosmik langka, lho. Simak detailnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Cari tahu jadwal puncak hujan meteor Draconid pada 8-9 Oktober 2026. Nikmati fenomena astronomi ini dengan kondisi langit malam terbaik tanpa gangguan cahaya bulan!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Indonesia
Jadwal Full Moon Oktober 2026, Asal Nama Hunter's Moon dan Cara Memotretnya
Penasaran kapan puncak Full Moon Oktober 2026 terjadi? Cek jadwal lengkap fenomena Hunter's Moon 2026, asal-usul namanya, hingga tips motret biar estetik di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Jadwal Full Moon Oktober 2026, Asal Nama Hunter's Moon dan Cara Memotretnya
Indonesia
Langit Malam 3 September 2026: Cara Seru Melihat 'Blinking Planetary Nebula' yang Bisa Berkedip
Penasaran dengan fenomena langit malam 3 September? Temukan cara seru melihat Blinking Planetary Nebula (NGC 6826) di rasi Cygnus lengkap dengan trik teleskop dan astrofotografi di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
Langit Malam 3 September 2026: Cara Seru Melihat 'Blinking Planetary Nebula' yang Bisa Berkedip
Indonesia
Fenomena Langit September: Jadwal Lengkap Melihat Planet dari Venus hingga Cincin Saturnus
Penasaran ada apa di langit malam bulan ini? Cek panduan lengkap jadwal melihat planet September! Mulai dari Venus yang meredup di ufuk barat hingga pesona cincin Saturnus yang makin benderang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 02 September 2026
Fenomena Langit September: Jadwal Lengkap Melihat Planet dari Venus hingga Cincin Saturnus
Indonesia
Fenomena Langit Bulan Purnama September 2026: Jadwal Puncak, Mitos Budaya, dan Cara Terbaik Memotret Harvest Moon
Bersiaplah untuk Bulan Purnama September 2026 atau Harvest Moon! Temukan jadwal puncak, mitos budaya, dan cara terbaik memotret fenomena langit eksotis ini dari rumahmu
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Fenomena Langit Bulan Purnama September 2026: Jadwal Puncak, Mitos Budaya, dan Cara Terbaik Memotret Harvest Moon
Indonesia
Kalender Lengkap Bulan Purnama 2026: Jadwal, Nama Unik, dan Cara Seru Menikmatinya
Bulan jarang sekali benar-benar 'penuh' 100 persen
Angga Yudha Pratama - Kamis, 30 Juli 2026
Kalender Lengkap Bulan Purnama 2026: Jadwal, Nama Unik, dan Cara Seru Menikmatinya
Bagikan