Puncak Hujan Meteor Leonid akan Dimulai Hari Ini Hingga 17 November, Simak Cara Terbaik Mengamatinya

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 06 November 2026
Puncak Hujan Meteor Leonid akan Dimulai Hari Ini Hingga 17 November, Simak Cara Terbaik Mengamatinya

Ilustrasi (Pexels/Felipe Helfstein)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Puncak hujan meteor Leonid 2026 diprediksi akan menghiasi langit malam secara maksimal hingga tanggal 17 November mendatang. Fenomena astronomi tahunan yang aktif dari 6 hingga 30 November ini akan menjadi tontonan bintang jatuh paling terang.

Sementara, waktu terbaik untuk mulai berburu puncak hujan meteor November ini adalah antara tengah malam hingga menjelang fajar menyingsing.

Tahun ini, pengamat langit lumayan beruntung karena fase bulan tidak akan banyak mengganggu cara melihat hujan meteor Leonid.

Baca juga:

Hujan Meteor Taurid Selatan Capai Puncak 4 - 5 November 2026, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya

Cahaya bulan kuartal pertama bakal tenggelam lebih awal, menyisakan kondisi langit gelap yang sangat ideal untuk memantau kilatan cahaya dari sisa komet 55P/Tempel-Tuttle.

Sebagai salah satu fenomena astronomi 2026 yang paling dinanti, Leonid dikenal punya kecepatan luncur yang luar biasa dan sering kali memamerkan bola api (fireballs) terang dengan ekor panjang yang memesona melintasi rasi bintang Leo.

Leonid adalah salah satu meteor tercepat yang melesat di langit dengan kecepatan 71 kilometer per detik. Sesekali, hujan meteor ini bisa meledak menjadi badai meteor fenomenal, seperti peristiwa luar biasa pada tahun 1966 di mana tercatat ada sekitar 40 meteor yang melintas setiap detiknya,

tulis NASA.

Tahun 2026 ini sekaligus menandai peringatan 60 tahun dari badai meteor legendaris tersebut.


Berapa Banyak Meteor Leonid yang Bisa Diamati?

Dalam kondisi pengamatan yang super ideal yakni langit gelap gulita dan bebas awan, hujan meteor Leonid umumnya menghasilkan sekitar 15 meteor per jam (Zenithal Hourly Rate/ZHR).

Namun, mari kita buat ekspektasinya tetap realistis. ZHR adalah standar ukur di atas kertas. Di dunia nyata, faktor seperti polusi cahaya dari lampu kota, awan mendung, atau posisi rasi bintang sangat memengaruhi seberapa banyak bintang jatuh yang sungguhan tertangkap mata.

Jika beruntung, Anda mungkin akan melihat beberapa kilatan cantik setiap jamnya.

Ilustrasi

Lokasi dan Cara Terbaik Melihat Hujan Meteor Leonid

Nama hujan meteor biasanya diambil dari rasi bintang tempat mereka seolah-olah berasal, yang sering disebut sebagai titik radian. Untuk Leonid, bintang-bintang jatuh ini tampak memancar dari arah rasi bintang Leo di Belahan Bumi Utara.

Untuk menemukan letak Leo, Anda cukup mencari bintang terang bernama Regulus, lalu tarik garis imajiner membentuk tanda tanya terbalik yang menyerupai surai singa. Meski begitu, ada beberapa trik pengamatan santai yang bisa langsung diterapkan:

  • Jangan hanya menatap rasi Leo: Arahkan pandangan ke seluruh area langit. Meteor yang posisinya agak jauh dari titik radian justru biasanya punya ekor cahaya yang lebih panjang dan mudah dilihat.

  • Cari lokasi paling gelap: Hindari hiruk-pikuk cahaya kota. Rebahkan diri Anda, santai, dan nikmati pemandangan.

  • Biarkan mata beradaptasi: Anda tidak butuh teleskop atau teropong mahal. Cukup beri waktu sekitar 30 menit agar mata terbiasa dengan kegelapan, dan Anda sudah siap menikmati pertunjukan langit ini.


Mengungkap Asal Usul Komet 55P/Tempel-Tuttle

Hujan meteor cantik ini sebenarnya tercipta dari remah-remah es dan debu kosmik yang ditinggalkan oleh komet 55P/Tempel-Tuttle.

Komet kecil dengan inti berdiameter sekitar 3,6 kilometer ini rutin mengorbit matahari setiap 33 tahun sekali, dan dijadwalkan akan kembali mendekati bumi pada tahun 2031.

Ketika Bumi melintasi jalur puing-puing komet tersebut, partikel-partikel debu ini bergesekan keras dengan atmosfer kita. Gesekan panas inilah yang kemudian memicu kilatan cahaya indah yang selama ini kita sebut sebagai bintang jatuh.

Mengingat komet ini berstatus periodik (ditandai dengan huruf "P" yang berarti orbitnya di bawah 200 tahun), pertunjukan Leonid akan terus menjadi agenda wajib di kalender astronomi kita.

#Astronomi #Meteor #Hujan Meteor #Fenomena Langit
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Puncak Hujan Meteor Leonid akan Dimulai Hari Ini Hingga 17 November, Simak Cara Terbaik Mengamatinya
Penasaran kapan puncak hujan meteor Leonid 2026 terjadi? Temukan jadwal lengkap, lokasi pengamatan, dan panduan melihat fenomena langit cantik ini tanpa teleskop!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 06 November 2026
Puncak Hujan Meteor Leonid akan Dimulai Hari Ini Hingga 17 November, Simak Cara Terbaik Mengamatinya
Fun
Hujan Meteor Taurid Selatan Capai Puncak 4 - 5 November 2026, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya
Hujan meteor Taurid Selatan diperkirakan mencapai puncak pada 4 - 5 November 2026. Simak waktu terbaik, intensitas, dan cara mengamatinya dari Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 November 2026
Hujan Meteor Taurid Selatan Capai Puncak 4 - 5 November 2026, Ini Waktu Terbaik Mengamatinya
Dunia
Jadwal Lengkap Fenomena Astronomi November, dari Hujan Meteor hingga Oposisi Uranus
Siapkan jaket tebal dan teropong Anda! Simak jadwal fenomena astronomi November paling lengkap, mulai dari puncak hujan meteor Taurid dan Leonid hingga oposisi planet Uranus.
Angga Yudha Pratama - Senin, 02 November 2026
Jadwal Lengkap Fenomena Astronomi November, dari Hujan Meteor hingga Oposisi Uranus
Berita
Jangan Lewatkan Hujan Meteor Taurid 2026: 'Bola Api Halloween' Siap Hiasi Langit Malam
Penasaran dengan fenomena bola api Halloween? Cek jadwal lengkap dan cara melihat hujan meteor Taurid 2026 yang super terang di sini. Tanpa pantulan cahaya bulan!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Jangan Lewatkan Hujan Meteor Taurid 2026: 'Bola Api Halloween' Siap Hiasi Langit Malam
Indonesia
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549
Badai matahari terbaru dari letusan sunspot AR4549 diprediksi bergerak menuju Bumi. Simak update cuaca luar angkasa, dampak CME, dan peluang munculnya aurora di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549
Dunia
Planet Mars Mulai Pamer Pesona Dekati Bumi, Catat Tanggal Penting Fenomena Langit Ini Biar Nggak Nyesel
Mau tahu cara melihat fenomena Bulan dan Mars yang langka di bulan Oktober ini? Cek jadwal lengkap dan tips mengamatinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Planet Mars Mulai Pamer Pesona Dekati Bumi, Catat Tanggal Penting Fenomena Langit Ini Biar Nggak Nyesel
Olahraga
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Saksikan Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia vs Thailand malam ini di SUGBK! Laga bersejarah ini ternyata bertepatan dengan fenomena kosmik langka, lho. Simak detailnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Penasaran dengan keindahan langit malam ini? Temukan cara melihat Komet 161P/Hartley-IRAS pada Jumat, 2 Oktober, lengkap dengan tips alat dan astrofotografi!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Indonesia
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Cari tahu jadwal puncak hujan meteor Draconid pada 8-9 Oktober 2026. Nikmati fenomena astronomi ini dengan kondisi langit malam terbaik tanpa gangguan cahaya bulan!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Indonesia
Jadwal Full Moon Oktober 2026, Asal Nama Hunter's Moon dan Cara Memotretnya
Penasaran kapan puncak Full Moon Oktober 2026 terjadi? Cek jadwal lengkap fenomena Hunter's Moon 2026, asal-usul namanya, hingga tips motret biar estetik di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Jadwal Full Moon Oktober 2026, Asal Nama Hunter's Moon dan Cara Memotretnya
Bagikan