Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549

Ilustrasi. Foto Pexels

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kabar mengejutkan datang dari pantauan cuaca luar angkasa, di mana badai matahari terbaru yang berpusat pada sunspot AR4549 dilaporkan sedang bergerak lurus menuju Bumi.

Fenomena letusan suar matahari kelas M1.4 ini memicu awan plasma bermagnet yang sangat ditunggu-tunggu oleh para pemburu aurora borealis di berbagai belahan dunia.

Baca juga:

Jadwal Fenomena Gerhana 2026: Dari Cincin Api Hingga Gerhana Matahari Total

Buat kamu yang penasaran dengan dampak badai matahari ini, pengamatan awal menunjukkan adanya coronal mass ejection (CME) raksasa yang terlepas bebas ke angkasa.

Karena posisi bintik matahari AR4549 tepat berada di tengah dan menghadap planet kita, potensi ancaman sekaligus tontonan cuaca luar angkasa ekstrem ini jadi makin besar.

Artinya, kalau lontaran massa korona ini benar-benar menghantam medan magnet Bumi dengan kuat, siap-siap saja melihat pertunjukan cahaya aurora spektakuler yang bahkan bisa turun hingga ke garis lintang yang lebih rendah dari biasanya.

Tanggapan Ahli dan Update Lontaran Massa Korona (CME)

Saat ini, para ahli prakiraan cuaca luar angkasa masih sibuk membedah data koronagraf untuk menghitung secara presisi lintasan, kecepatan, dan kapan pastinya awan plasma ini menyapa Bumi.

Vincent Ledvina, seorang fisikawan luar angkasa sekaligus fotografer aurora, membagikan pandangannya terkait fenomena letusan ini di platform X.

Karena gambar-gambar yang saya unggah ini benar-benar tampilan terbaru dari letusan tersebut, masih terlalu dini untuk memastikan seberapa banyak materi CME yang lolos dari atmosfer matahari dan mengarah tepat ke Bumi. Tanda awalnya memang cukup menjanjikan, tapi kita butuh lebih banyak data supaya bisa yakin,

tulis Ledvina.

Kalau perhitungan ahli terbukti benar dan porsi besar dari awan CME ini benar-benar mengarah ke planet kita, hantamannya bakal memicu badai geomagnetik.

Namun, seberapa epik tontonan cahaya di langit utara nanti bakal sangat bergantung pada orientasi magnetik awan plasma tepat di detik-detik saat ia menabrak Bumi.

Siap-Siap! Aktivitas Matahari Masih Terus Berlanjut

Ternyata kejutan dari pusat tata surya kita nggak berhenti di situ saja. Hanya selang beberapa jam setelah letusan pertama, area AR4549 kembali memuntahkan suar matahari kelas M yang lebih besar, yakni M1.9.

Ditambah lagi, saat ini ada dua wilayah bintik matahari utama, yaitu AR4549 dan AR4545, yang sama-sama lagi menghadap ke Bumi dan menunjukkan tren aktivitas letusan yang makin agresif.

Baca juga:

Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS

Celah korona yang terus berputar di sisi matahari yang menghadap kita juga diprediksi bakal mengirimkan rentetan angin surya berkecepatan tinggi, di mana puncak periode aktivitas geomagnetik ini diperkirakan jatuh sekitar 11 Oktober mendatang.

Jadi, buat para pemburu aurora, ini saat yang tepat untuk mulai mengisi penuh baterai kamera, menyalakan notifikasi peringatan cuaca luar angkasa, dan siapkan kopi kalian dari sekarang untuk hunting langit malam!

#Fenomena Langit #Astronomi #Aurora Ribero
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549
Badai matahari terbaru dari letusan sunspot AR4549 diprediksi bergerak menuju Bumi. Simak update cuaca luar angkasa, dampak CME, dan peluang munculnya aurora di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Awas Badai Matahari Menuju Bumi, Siap-Siap Aurora Menakjubkan dari Letusan Sunspot AR4549
Dunia
Planet Mars Mulai Pamer Pesona Dekati Bumi, Catat Tanggal Penting Fenomena Langit Ini Biar Nggak Nyesel
Mau tahu cara melihat fenomena Bulan dan Mars yang langka di bulan Oktober ini? Cek jadwal lengkap dan tips mengamatinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Planet Mars Mulai Pamer Pesona Dekati Bumi, Catat Tanggal Penting Fenomena Langit Ini Biar Nggak Nyesel
Olahraga
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Saksikan Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia vs Thailand malam ini di SUGBK! Laga bersejarah ini ternyata bertepatan dengan fenomena kosmik langka, lho. Simak detailnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Penasaran dengan keindahan langit malam ini? Temukan cara melihat Komet 161P/Hartley-IRAS pada Jumat, 2 Oktober, lengkap dengan tips alat dan astrofotografi!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Indonesia
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Cari tahu jadwal puncak hujan meteor Draconid pada 8-9 Oktober 2026. Nikmati fenomena astronomi ini dengan kondisi langit malam terbaik tanpa gangguan cahaya bulan!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Indonesia
Jadwal Full Moon Oktober 2026, Asal Nama Hunter's Moon dan Cara Memotretnya
Penasaran kapan puncak Full Moon Oktober 2026 terjadi? Cek jadwal lengkap fenomena Hunter's Moon 2026, asal-usul namanya, hingga tips motret biar estetik di sini!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Jadwal Full Moon Oktober 2026, Asal Nama Hunter's Moon dan Cara Memotretnya
Indonesia
Langit Malam 3 September 2026: Cara Seru Melihat 'Blinking Planetary Nebula' yang Bisa Berkedip
Penasaran dengan fenomena langit malam 3 September? Temukan cara seru melihat Blinking Planetary Nebula (NGC 6826) di rasi Cygnus lengkap dengan trik teleskop dan astrofotografi di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
Langit Malam 3 September 2026: Cara Seru Melihat 'Blinking Planetary Nebula' yang Bisa Berkedip
Indonesia
Fenomena Langit September: Jadwal Lengkap Melihat Planet dari Venus hingga Cincin Saturnus
Penasaran ada apa di langit malam bulan ini? Cek panduan lengkap jadwal melihat planet September! Mulai dari Venus yang meredup di ufuk barat hingga pesona cincin Saturnus yang makin benderang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 02 September 2026
Fenomena Langit September: Jadwal Lengkap Melihat Planet dari Venus hingga Cincin Saturnus
Indonesia
Fenomena Langit Bulan Purnama September 2026: Jadwal Puncak, Mitos Budaya, dan Cara Terbaik Memotret Harvest Moon
Bersiaplah untuk Bulan Purnama September 2026 atau Harvest Moon! Temukan jadwal puncak, mitos budaya, dan cara terbaik memotret fenomena langit eksotis ini dari rumahmu
Angga Yudha Pratama - Selasa, 01 September 2026
Fenomena Langit Bulan Purnama September 2026: Jadwal Puncak, Mitos Budaya, dan Cara Terbaik Memotret Harvest Moon
Lifestyle
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati
Fenomena langit September 2026 menghadirkan hujan meteor, konjungsi Bulan dan planet, ekuinoks, hingga Harvest Moon. Catat tanggalnya.
ImanK - Selasa, 01 September 2026
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati
Bagikan