Merahputih.com - Buat kamu yang sering melek sampai pagi, bersiaplah menyaksikan fenomena Bulan dan Mars yang tampil mesra berdampingan di langit timur laut awal Oktober ini.
Tepat pada Rabu (7/10) dini hari WIB, akan ada pemandangan menarik saat sabit bulan ditemani oleh sebuah titik cahaya oranye terang yang itu sebenarnya adalah planet merah, bukan bintang biasa. Jadwal pengamatan terbaik dimulai dari jam 2 dini hariwaktu setempat hingga menjelang matahari terbit.
Baca juga:
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Kalau kamu penasaran soal cara melihat Mars yang paling optimal, pastikan cuaca cerah karena planet Mars saat ini sedang memancarkan pesonanya yang luar biasa.
Berjarak sekitar 245 juta kilometer dari Bumi, wujud planet ini memang perlahan semakin terang di langit pagi sejak awal musim panas lalu. Fenomena astronomi ini bakal makin jelas terlihat dari hari ke hari seiring pergerakan Mars yang kian mendekati Bumi, bikin pengalaman stargazing kamu makin seru dan layak ditunggu.
Jadwal Mars Bertemu Gugusan Bintang Beehive
Nggak cuma asyik berduaan dengan Bulan, sekitar seminggu kemudian Mars bakal mampir ke sebuah area angkasa yang spektakuler.
Siapkan teropong atau teleskop kamu, karena pada pagi hari tanggal 10 Oktober, Mars akan berada persis di tepi barat gugus bintang ikonik bernama Beehive Cluster (Messier 44 atau M44).
Puncaknya, planet ini bakal nongkrong di tengah-tengah gugusan tersebut pada 11 Oktober, sebelum akhirnya bergeser ke sisi timur keesokan harinya.
Beehive sendiri adalah salah satu gugus bintang terbuka paling terang dan indah yang bersemayam di tengah rasi Cancer (sang Kepiting).
Mengulik Sejarah Praesepe: 'Sarang Lebah' di Luar Angkasa
Menariknya, objek langit menawan ini punya sejarah nama ganda yang cukup unik. Sejak 2.000 tahun lalu, orang Yunani kuno mengenalnya dengan sebutan 'Praesepe' yang berarti palungan atau tempat makan keledai.
Namun, julukan populer 'Beehive' baru muncul sekitar empat abad silam ketika teleskop kasar pertama mulai digunakan untuk mengamati langit. Dinamakan 'Beehive' lantaran Gugusan ini terlihat persis seperti segerombolan lebah.
Galileo Galilei sendiri tercatat sebagai orang pertama yang berhasil mengidentifikasi kumpulan bintang ini secara detail pada tahun 1610.
Kalau cuaca mendukung, sekitar 100 bintang kecil di dalam gugusan ini bisa kamu amati dengan jelas lewat teropong standar.
Puncak Jarak Terdekat Mars dengan Bumi
Setelah asyik melintasi rasi Cancer, Mars bakal terus jalan-jalan menuju bintang Regulus yang kebiruan di rasi Leo tepat pada momen Halloween tanggal 31 Oktober.
Cahayanya akan meningkat cukup signifikan sehingga tampak jauh lebih menonjol dibanding Regulus.
Baca juga:
Perjalanannya belum selesai, karena menjelang 16 November, planet ini dijadwalkan melintasi bagian utara planet Jupiter yang super terang.
Walaupun saat ini Mars cuma kelihatan seperti titik cahaya kekuningan alias belum menampakkan detail permukaannya kalau diintip pakai teleskop biasa, jangan buru-buru kecewa.
Jarak planet ini bakal terus memangkas jarak dengan Bumi dalam beberapa bulan ke depan, hingga mencapai titik terdekatnya sejauh 101 juta kilometer pada 19 Februari mendatang. Pastikan kamu pasang pengingat dari sekarang agar tidak ketinggalan momen puncaknya!