Merahputih.com - Mengamati pesona langit malam ini menjadi kegiatan seru untuk melepas penat, apalagi dengan hadirnya puncak pendekatan Komet 161P/Hartley-IRAS pada Jumat, 2 Oktober.
Kamu bisa langsung menikmati taburan bintang, planet terang, hingga hujan meteor dari halaman rumah, meski penggunaan teleskop atau teropong binokular akan sangat membantu memunculkan objek langit yang sebelumnya kasat mata.
Baca juga:
Keindahan fenomena langit ini memang selalu berubah-ubah dan terus menawarkan kejutan epik bagi para pecinta astrofotografi maupun pengamat kasual.
Buat kamu yang ingin memantau Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) atau melihat iring-iringan satelit Starlink, memanfaatkan situs pelacak seperti N2YO.com atau aplikasi peta langit digital adalah cara melihat komet dan benda angkasa yang paling praktis.
Siapkan juga kamera dan lensa andalanmu, karena momen langka di langit malam ini terlalu sayang untuk sekadar dilewatkan tanpa diabadikan.
Bintang Utama: Komet 161P/Hartley-IRAS Mendekati Bumi

Tepat pada hari Jumat, 2 Oktober, Komet 161P/Hartley-IRAS mencapai titik terdekatnya dengan Bumi. Objek angkasa ini akan melintas pada jarak sekitar 75,5 juta kilometer (0,505 AU).
Walaupun jaraknya terdengar sangat jauh, ini adalah momen penting bagi komunitas astronomi.
Sayangnya, komet ini punya magnitudo (tingkat kecerahan) sekitar 13,6 sehingga terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang.
Agar tidak tersesat di antara rasi bintang musim gugur, kamu wajib menggunakan perangkat lunak pemetaan langit atau aplikasi planetarium tepercaya seperti SkySafari atau Starry Night untuk melacak komet ini.
Persiapan Alat dan Tips Mengamati Komet
Karena cahayanya yang redup, kamu butuh perlengkapan yang memadai untuk bisa menangkap keindahannya. Berikut adalah setup ideal yang bisa kamu siapkan:
-
Teleskop Berukuran Cukup: Gunakan teleskop dengan bukaan (aperture) minimal 8 inci, seperti tipe Newtonian standar atau Schmidt-Cassegrain.
Bukaan sebesar ini sangat krusial untuk mengumpulkan cukup cahaya agar bentuk coma (kepala komet) yang berdebu bisa terlihat jelas di tengah gelapnya langit.
-
Gears Astrofotografi: Bagi kamu yang hobi memotret, pasangkan kamera DSLR pada tracking mount (dudukan pelacak). Ambil beberapa foto dengan exposure 30 detik, lalu gabungkan (stacking) hasilnya nanti.
Teknik ini ampuh untuk meningkatkan rasio signal-to-noise, sehingga detail komet yang tidak tertangkap mata biasa bisa terlihat tajam di foto.
Terkait teknik observasi manual, ada satu trik lawas namun sangat efektif yang sering direkomendasikan oleh para astronom saat mengamati objek redup.
Baca juga:
Jadwal Fenomena Gerhana 2026: Dari Cincin Api Hingga Gerhana Matahari Total
Tips: Saat berburu komet yang redup secara visual, selalu gunakan teknik 'averted vision' (penglihatan beralih) dengan cara melihat sedikit ke samping dari objek target. Hal ini akan mengaktifkan reseptor cahaya paling sensitif di mata kamu.
Dengan persiapan yang matang dan alat yang tepat, pengalaman menjelajah angkasa di malam hari pastinya bakal jadi petualangan visual yang luar biasa. Selamat berburu bintang!