Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 59 menit lalu
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS

Ilustrasi (Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Mengamati pesona langit malam ini menjadi kegiatan seru untuk melepas penat, apalagi dengan hadirnya puncak pendekatan Komet 161P/Hartley-IRAS pada Jumat, 2 Oktober.

Kamu bisa langsung menikmati taburan bintang, planet terang, hingga hujan meteor dari halaman rumah, meski penggunaan teleskop atau teropong binokular akan sangat membantu memunculkan objek langit yang sebelumnya kasat mata.

Baca juga:

Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan

Keindahan fenomena langit ini memang selalu berubah-ubah dan terus menawarkan kejutan epik bagi para pecinta astrofotografi maupun pengamat kasual.

Buat kamu yang ingin memantau Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) atau melihat iring-iringan satelit Starlink, memanfaatkan situs pelacak seperti N2YO.com atau aplikasi peta langit digital adalah cara melihat komet dan benda angkasa yang paling praktis.

Siapkan juga kamera dan lensa andalanmu, karena momen langka di langit malam ini terlalu sayang untuk sekadar dilewatkan tanpa diabadikan.

Bintang Utama: Komet 161P/Hartley-IRAS Mendekati Bumi

Tepat pada hari Jumat, 2 Oktober, Komet 161P/Hartley-IRAS mencapai titik terdekatnya dengan Bumi. Objek angkasa ini akan melintas pada jarak sekitar 75,5 juta kilometer (0,505 AU).

Walaupun jaraknya terdengar sangat jauh, ini adalah momen penting bagi komunitas astronomi.

Sayangnya, komet ini punya magnitudo (tingkat kecerahan) sekitar 13,6 sehingga terlalu redup untuk dilihat dengan mata telanjang.

Agar tidak tersesat di antara rasi bintang musim gugur, kamu wajib menggunakan perangkat lunak pemetaan langit atau aplikasi planetarium tepercaya seperti SkySafari atau Starry Night untuk melacak komet ini.

Persiapan Alat dan Tips Mengamati Komet

Karena cahayanya yang redup, kamu butuh perlengkapan yang memadai untuk bisa menangkap keindahannya. Berikut adalah setup ideal yang bisa kamu siapkan:

  • Teleskop Berukuran Cukup: Gunakan teleskop dengan bukaan (aperture) minimal 8 inci, seperti tipe Newtonian standar atau Schmidt-Cassegrain.

    Bukaan sebesar ini sangat krusial untuk mengumpulkan cukup cahaya agar bentuk coma (kepala komet) yang berdebu bisa terlihat jelas di tengah gelapnya langit.

  • Gears Astrofotografi: Bagi kamu yang hobi memotret, pasangkan kamera DSLR pada tracking mount (dudukan pelacak). Ambil beberapa foto dengan exposure 30 detik, lalu gabungkan (stacking) hasilnya nanti.

    Teknik ini ampuh untuk meningkatkan rasio signal-to-noise, sehingga detail komet yang tidak tertangkap mata biasa bisa terlihat tajam di foto.

Terkait teknik observasi manual, ada satu trik lawas namun sangat efektif yang sering direkomendasikan oleh para astronom saat mengamati objek redup.

Baca juga:

Jadwal Fenomena Gerhana 2026: Dari Cincin Api Hingga Gerhana Matahari Total

Tips: Saat berburu komet yang redup secara visual, selalu gunakan teknik 'averted vision' (penglihatan beralih) dengan cara melihat sedikit ke samping dari objek target. Hal ini akan mengaktifkan reseptor cahaya paling sensitif di mata kamu.

Dengan persiapan yang matang dan alat yang tepat, pengalaman menjelajah angkasa di malam hari pastinya bakal jadi petualangan visual yang luar biasa. Selamat berburu bintang!

#Komet #Komet Antarbintang #Fenomena Alam #Fenomena Langit
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Penasaran dengan keindahan langit malam ini? Temukan cara melihat Komet 161P/Hartley-IRAS pada Jumat, 2 Oktober, lengkap dengan tips alat dan astrofotografi!
Angga Yudha Pratama - 59 menit lalu
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Indonesia
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Cari tahu jadwal puncak hujan meteor Draconid pada 8-9 Oktober 2026. Nikmati fenomena astronomi ini dengan kondisi langit malam terbaik tanpa gangguan cahaya bulan!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Indonesia
Langit Malam 3 September 2026: Cara Seru Melihat 'Blinking Planetary Nebula' yang Bisa Berkedip
Penasaran dengan fenomena langit malam 3 September? Temukan cara seru melihat Blinking Planetary Nebula (NGC 6826) di rasi Cygnus lengkap dengan trik teleskop dan astrofotografi di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 03 September 2026
Langit Malam 3 September 2026: Cara Seru Melihat 'Blinking Planetary Nebula' yang Bisa Berkedip
Indonesia
Fenomena Langit September: Jadwal Lengkap Melihat Planet dari Venus hingga Cincin Saturnus
Penasaran ada apa di langit malam bulan ini? Cek panduan lengkap jadwal melihat planet September! Mulai dari Venus yang meredup di ufuk barat hingga pesona cincin Saturnus yang makin benderang
Angga Yudha Pratama - Rabu, 02 September 2026
Fenomena Langit September: Jadwal Lengkap Melihat Planet dari Venus hingga Cincin Saturnus
Lifestyle
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati
Fenomena langit September 2026 menghadirkan hujan meteor, konjungsi Bulan dan planet, ekuinoks, hingga Harvest Moon. Catat tanggalnya.
ImanK - Selasa, 01 September 2026
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati
Indonesia
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Fenomena bediding kembali melanda sejumlah wilayah Jawa saat puncak musim kemarau. BMKG mengungkap musim Australia menjadi penyebab suhu malam turun drastis.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Indonesia
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Fenomena api misterius lebih dari 90 kali muncul di Sleman. Pemkab tunggu hasil kajian tim UGM, BRIN, dan BPPTKG untuk tentukan langkah darurat.
Wisnu Cipto - Kamis, 04 Juni 2026
Puluhan Api Misterius Muncul di Sleman, Tim UGM Hingga BRIN Turun ke TKP
Lifestyle
Fenomena Langit April 2026: Ada 8 Peristiwa dari Pink Moon hingga Hujan Meteor!
Fenomena langit April 2026 lengkap: Pink Moon, hujan meteor, dan komet. Cek jadwal fenomena langit hari ini yang bisa diamati dari Indonesia.
ImanK - Minggu, 29 Maret 2026
Fenomena Langit April 2026: Ada 8 Peristiwa dari Pink Moon hingga Hujan Meteor!
Indonesia
Ramai Isu Air Sinkhole Berkhasiat di Limapuluh Kota, Badan Geologi Beri Peringatan
Fenomena sinkhole muncul di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota.
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Januari 2026
Ramai Isu Air Sinkhole Berkhasiat di Limapuluh Kota, Badan Geologi Beri Peringatan
Indonesia
Dentuman Kilat Merah di Cianjur Bukan Gempa, BMKG Duga Buatan Manusia
PVMBG membenarkan adanya fenomena dentuman keras disertai kilatan cahaya kemerahan yang terjadi di wilayah utara Cianjur, Jawa Barat, Senin (5/1) malam.
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Januari 2026
Dentuman Kilat Merah di Cianjur Bukan Gempa, BMKG Duga Buatan Manusia
Bagikan