Gunung Es A-81 Lepas dari Lapisan Utama dan Pecah di Antartika, Terancam Hancur di Atlantik Selatan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - 59 menit lalu
Gunung Es A-81 Lepas dari Lapisan Utama dan Pecah di Antartika, Terancam Hancur di Atlantik Selatan

Gunung es A-81 (NASA Earth Observatory/Michala Garrison)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Perjalanan Gunung Es A-81 dari Antartika menuju perairan utara kembali menyita perhatian para ilmuwan cuaca dan satelit dunia.

Setelah terlepas dari lapisan es utamanya, raksasa beku seluas 1.550 kilometer persegi ini sukses menjawab rasa penasaran publik dengan pergerakannya yang kini mendekati pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan.

Fenomena patahan es Antartika ini menjadi bukti nyata betapa dinamisnya siklus alam yang terus bergerak melintasi lautan lepas.

Baca juga:

Es di Kutub Utara Mencair, Waktu Global akan Berubah Beberapa Detik

Tidak seperti bongkahan es lain yang betah berlama-lama kandas di sekitar benua putih, Gunung Es A-81 memilih rute pelarian yang jauh lebih agresif. Sejak berpisah dari Brunt Ice Shelf pada Januari 2023, raksasa ini menghabiskan waktu sekitar tiga tahun mengarungi Laut Weddell.

Terbawa oleh arus memutar Weddell Gyre, pergerakan fenomena gunung es ini menyentuh ujung Semenanjung Antartika pada Mei 2026, meluncur ke Laut Scotia, hingga akhirnya tiba di dekat Georgia Selatan pada akhir Oktober 2026, berjarak sekitar 2.300 kilometer dari tempat kelahirannya.

Tersendat di Perairan Georgia Selatan

Ilustrasi

Berdasarkan tangkapan citra satelit Terra milik NASA melalui instrumen MODIS pada 20 Oktober lalu, laju pelarian raksasa es ini mulai menunjukkan kendala. Alih-alih meluncur bebas, pergerakannya justru melambat drastis saat mendekati perairan Georgia Selatan.

Pergerakan gunung es ini melambat secara signifikan dan tampak mulai bergesekan dengan tepi paparan bawah laut pulau tersebut,

ungkap laporan analisis bersama dari Jan Lieser (Biro Meteorologi Australia) dan Christopher Shuman, pensiunan peneliti dari Universitas Maryland.

Kawasan Georgia Selatan memang dikenal sebagai "rem alami" bagi gunung es raksasa. Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu, Gunung Es A-23A juga kandas di landasan benua yang sama sebelum akhirnya hancur berkeping-keping.


Drama 35 Tahun Menunggu Pecah

Meski terlihat lincah mengarungi samudra setelah terlepas, Gunung Es A-81 sebenarnya punya sejarah "rebahan" yang cukup panjang. Retakan di Brunt Ice Shelf yang dikenal dengan sebutan Chasm 1 sempat tertidur pulas dan stabil selama kurang lebih 35 tahun.

Baru pada tahun 2012, retakan ini mulai terbangun dan melebar. Memasuki tahun 2019, pergerakannya semakin agresif hingga memicu sinyal waspada akan adanya patahan besar.

Namun, gletser mengapung ini ternyata masih cukup tangguh bertahan selama beberapa tahun, sebelum akhirnya benar-benar menyerah dan lepas landas pada Januari 2023.


Siklus Alami Lapisan Es Antartika

Proses patahnya gunung es (calving) sebenarnya merupakan siklus hidup yang sangat normal bagi lapisan es. Namun, para ilmuwan tetap menaruh pengawasan ketat pada area Brunt Ice Shelf.

Wilayah ini bukan sekadar hamparan es biasa, melainkan rumah bagi Stasiun Penelitian Halley milik British Antarctic Survey yang telah menjadi pusat riset bumi, atmosfer, dan luar angkasa sejak era 1950-an.

Baca juga:

Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya

Selain A-81, kawasan ini juga rutin "melahirkan" raksasa es lainnya dalam beberapa tahun terakhir:

  • Gunung Es A-74: Lepas dari area North Rift pada 2021 (kini sudah hancur).

  • Gunung Es A-83: Lepas dari patahan Halloween Crack pada 2024 (masih utuh).

Saat ini, A-83 terpantau mengekor tepat di belakang A-81, beriringan dengan beberapa bongkahan es lainnya yang perlahan mulai meninggalkan kawasan Laut Weddell menuju utara.

#NASA #Antartika #Fenomena Alam
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Gunung Es A-81 Lepas dari Lapisan Utama dan Pecah di Antartika, Terancam Hancur di Atlantik Selatan
Ikuti perjalanan epik Gunung Es A-81 yang lepas dari Antartika dan kini mengarungi Samudra Atlantik Selatan. Temukan fakta mengejutkan di balik fenomena ini!
Angga Yudha Pratama - 59 menit lalu
Gunung Es A-81 Lepas dari Lapisan Utama dan Pecah di Antartika, Terancam Hancur di Atlantik Selatan
Lifestyle
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Wahana penjelajah NASA, Volatiles Investigating Polar Exploration Rover (VIPER), dijadwalkan untuk memulai misi ke wilayah kutub selatan bulan pada 2027.
Dwi Astarini - Kamis, 22 Oktober 2026
NASA Rencanakan Misi VIPER pada 2027, Cari Air di Bulan
Olahraga
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Saksikan Final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Timnas Indonesia vs Thailand malam ini di SUGBK! Laga bersejarah ini ternyata bertepatan dengan fenomena kosmik langka, lho. Simak detailnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Senin, 05 Oktober 2026
Merinding! Fenomena Langit Langka Malam Ini Iringi Laga Panas Timnas Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026
Indonesia
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Penasaran dengan keindahan langit malam ini? Temukan cara melihat Komet 161P/Hartley-IRAS pada Jumat, 2 Oktober, lengkap dengan tips alat dan astrofotografi!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Fenomena Langit Malam Ini: Tips Astrofotografi Berburu Komet 161P/Hartley-IRAS
Dunia
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
Misi SpaceX Crew-13 NASA baru saja memecahkan rekor penerbangan tercepat Amerika Serikat ke ISS hanya dalam 7 jam 55 menit. Cek fakta di balik rekor kecepatan ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
Indonesia
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Cari tahu jadwal puncak hujan meteor Draconid pada 8-9 Oktober 2026. Nikmati fenomena astronomi ini dengan kondisi langit malam terbaik tanpa gangguan cahaya bulan!
Angga Yudha Pratama - Rabu, 30 September 2026
Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan
Dunia
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Sebanyak 12,5 triliun ton es kutub mencair sejak 1970-an akibat pemanasan global. Simak data satelit terbaru dan dampak mengerikan kenaikan permukaan laut di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 24 September 2026
Kiamat Es Greenland dan Antartika: 12,5 Triliun Ton Lenyap, Ini Dampak Mengerikannya
Indonesia
Temuan Praktisi Indonesia di Sistem NASA Berpotensi Paparkan Lebih dari 5.000 Kredensial
Praktisi keamanan siber Indonesia Stephanus Sunarto Purnomo menemukan celah pada sistem NASA yang berpotensi memaparkan lebih dari 5.000 credential records.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Temuan Praktisi Indonesia di Sistem NASA Berpotensi Paparkan Lebih dari 5.000 Kredensial
Lifestyle
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati
Fenomena langit September 2026 menghadirkan hujan meteor, konjungsi Bulan dan planet, ekuinoks, hingga Harvest Moon. Catat tanggalnya.
ImanK - Selasa, 01 September 2026
8 Fenomena Astronomi September 2026 yang Menarik Diamati
Indonesia
Baru Kelas 6 SD, Bocah Boyolali Ini Temukan Celah Keamanan NASA hingga Dapat Tiket Pendidikan BSSN
Ibrahim Al Abrar, siswa kelas 6 SD asal Boyolali, mendapat apresiasi NASA dan tiket pendidikan Siber & Sandi dari BSSN setelah menemukan celah keamanan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 Juli 2026
Baru Kelas 6 SD, Bocah Boyolali Ini Temukan Celah Keamanan NASA hingga Dapat Tiket Pendidikan BSSN
Bagikan